5 Jenis Makanan Yang Bisa Memicu Sakit Perut

Sakit perut termasuk gangguan kesehatan umum yang dialami hampir oleh semua orang. Adapun kondisi ini menganggu, dan bisa terjadi karena beberapa faktor yang mempengaruhi, namun yang paling umum adalah karena makanan yang dikonsumsi.

5 Jenis Makanan Yang Bisa Memicu Sakit Perut

Tidak bisa dipungkiri, apapun yang masuk ke dalam perut memang turut memengaruhi cara kerja berbagai sel di dalam tubuh. Jika makanan yang masuk dirasa kurang tepat, bukan tidak mungkin jika perut akan menolaknya dengan melontarkan sensasi nyeri.

Terkait sakit perut, pakar kesehatan menyebut jika kondisi demikian bisa merupakan sebuah alarm tubuh atas kondisi yang sedang Anda alami. Biasanya sakit perut muncul ketika ada infeksi virus atau Anda mengonsumsi sesuatu yang dapat merangsang pengeluaran asam lambung berlebih dan mengiritasi saluran cerna. Diantaranya, makanan yang terlalu asam, terlalu pedas, berlemak, kafein, nikotin, atau alkohol. Selain itu, kadar hormon stres dalam tubuh akan meningkat dan salah satu dampak yang terjadi adalah gangguan pada saluran cerna. Hal inilah yang kemudian dapat memicu peningkatan asam lambung dan sakit perut.

Tidak selalu menjadi masalah sepele, sakit perut juga dapat menjadi gejala dari gangguan usus kronis atau dalam istilah medis disebut Irritable Bowel Syndrome (IBS). Dalam kasus ini, sakit perut biasanya datang bersama Diare, Sembelit, perut terasa begah dan sering bersendawa.

Penderita sakit perut akibat kondisi ini juga tidak boleh sembarang mengonsumsi makanan. Berikut adalah 5 Jenis Makanan Yang Bisa Memicu Sakit Perut.

1. Susu dan produk olahannya.

Susu, keju, yoghurt, es krim dan produk olahan susu lainnya dapat mencetuskan keluhan sakit perut parah bila Anda mengidap penyakit IBS. Hal ini terjadi karena adanya kandungan disakarida (sejenis gula) yang sering berada dalam bentuk laktosa.

2. Gula dan pemanis buatan.

IBS tidak membeda-bedakan segala hal yang bersifat manis. Ini berarti, madu hingga pengganti gula seperti sorbitol dan xylitol harus benar-benar dihindari. Pasalnya, pemanis tersebut dikemas dengan karbohidrat yang sulit dicerna, sehingga mereka juga mudah difermentasi oleh bakteri di usus. Ujung-ujungnya, apalagi kalau bukan sakit perut parah.

3. Kafein dan alkohol.

Makanan dan minuman yang mengandung kafein menstimulasi gerakan di dalam usus besar. Kopi adalah salah satu makanan pemicu sakit perut, yang paling sering dilaporkan pada pasien dengan IBS.

Tak hanya kafein, penderita IBS juga sebaiknya menjauhi alkohol. Sebuah studi dalam The American Journal of Gastroenterology menemukan bahwa wanita dengan IBS memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami mual, sakit perut, dan diare setelah mengonsumsi minuman beralkohol.

4. Makanan kemasan.

Mulai sekarang, bacalah label nutrisi dengan saksama. Beberapa makanan kemasan seperti serealia, sup, campuran bumbu, salad atau makanan beku memiliki kandungan yang tidak baik untuk tubuh.

Misalnya, penyedap alami dapat mengandung bawang putih atau bubuk bawang, dimana keduanya tidak dianjurkan untuk penderita IBS.

5. Buah dan sayuran tertentu.

Beberapa buah dan sayur tinggi akan oligosakarida, monosakarida, dan poliol. Senyawa tersebut tidak cocok dengan perut yang sensitif. Daftar buah dan sayuran tersebut meliputi brokoli, kubis, mangga, semangka, ceri, nektarin, apel, buah pir, jamur dan kol. (klikdokter).

Untuk mengurangi efek sakit perut yang luar biasa, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut.

  • Memperbanyak asupan air putih.
  • Kompres hangat pada perut.
  • Minum obat antasida.
  • Imbangi pula dengan penerapan gaya hidup sehat.

Jika setelah dilakukannya tips tersebut keluhan tak kunjung hilang, segera berobat ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.