Stres Memicu Ketidaksuburan Bagi Pria Dan Wanita

Ketidaksuburan adalah masalah kesehatan yang bisa terjadi pada siapapun yang menyebabkan ketidakmampuan pasangan untuk mendapatkan kehamilan setelah berhubungan seksual (secara teratur) tanpa kontrasepsi selama kurun waktu 1 tahun lebih. Biasanya ketidaksuburan pada wanita terjadi di usia 35 tahun atau lebih.

Pada umumnya, ketidaksuburan pada seseorang (infertilitas) ini terjadi akibat gangguan hormon ataupun gangguan struktur / fungsi dari organ reproduksi. Ada cukup banyak faktor yang menjadi penyebab seseorang menjadi tidak subur, diantaranya kebiasaan minum alkohol dan merokok, obesitas, pola makan yang buruk, dan stres.

Stres Memicu Ketidaksuburan Bagi Pria Dan Wanita

Bagaimana bisa stres mempengaruhi kesuburan seseorang?

Dilansir dari laman klikdokter, hal ini dijelaskan jika stres yang terjadi cukup memberikan dampak pada peningkatan hormon kortisol dan epinefrin. Keduanya adalah hormon yang berperan utama menyebabkan stres semakin memburuk.

Jika stres segera ditangani, hal ini akan segera menyebabkan aliran darah kerahim akan meningkat, protein yang melapisi rahim juga meningkat dan berpengaruh pada proses pembuahan.

Ada beberapa gejala dari ketidaksuburan baik pada pria dan wanita, berikut adalah contoh gejala berdasarkan jenis kelamin.

Pada wanita; memiliki periode menstruasi yang tidak normal, mengalami kenaikan berat badan, pertumbuhan bulu-bulu halus di bibir, dagu dan dada, mengalami rambut rontok, perubahan hasrat seksual dan merasakan nyeri saat berhubungan seksual.

Pada pria; gejalanya meliputi perubahan pada pertumbuhan rambut, perubahan hasrat seksual, menurunnya jumlah sperma, mengalami gangguan fungsi seksual, mengalami pembengkakan ataupun benjolan pada buah zakar, hingga penyusutan buah zakar.

Untuk mengatasi stres yang terjadi, yang terpenting adalah meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai (hobi) atau berkumpul dengan keluarga/kerabat/teman. Jika stres masih saja tidak hilang, segera kunjungi dokter untuk konsultasi lebih lanjut.

Baca juga :

Gejala Stroke Pada Wanita Yang Kadang Terabaikan

Stroke adalah penyakit yang menyebabkan seseorang mengalami kelumpuhan seluruh tubuh atau sebagian tubuh. Kelumpuhan ini terkait dengan terjadinya gangguan pada syarat-syarat di bagian penting tubuh, terutama otak. Saat seseorang terkena serangan Stroke, segera lakukan penanganan yang tepat atau perlu setelah gejalanya terlihat bawa pasien ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Stroke juga bisa terjadi pada siapapun, termasuk wanita. Saat wanita terkena Stroke, ada sebagian gejala yang biasa dirasakan. Sayangnya, gejala-gejala biasa ini terkadang terabaikan akibatnya, fatal.

Stroke adalah kondisi dimana pasokan darah yang harusnya mengalir ke otak terputus, akibat adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan kematian sel-sel di sebagian area di otak. Stroke bahkan termasuk kondisi serius yang harus mendapatkan penanganan cepat.

Gejala Stroke Pada Wanita Yang Kadang Terabaikan

Dilansir dari laman vemale, terdapat setidaknya 5 gejala Stroke pada wanita yang terkadang terabaikan.

Berikut adalah gejala umum yang biasanya terjadi.

1. Mendadak Bingung.

Tiba-tiba menjadi sulit berbicara, mendadak bingung dan sulit memahami kondisi yang terjadi di sekitar.

2. Gangguan penglihatan.

Pandangan mata tampak mengabur, kesulitan untuk melihat dengan jelas. Gangguan penglihatan ini terjadi pada salah satu mata atau kedua mata.

3. Mati rasa.

Mati rasa atau kondisi yang tiba-tiba melemah di sebagian area tubuh seperti wajah, lengan, dan kaki, ataupun hanya terjadi pada satu sisi tubuh saja.

4. Sakit kepala.

Tanpa mengetahui sebab yang pasti, kepala terasa sangat sakit. Sakitnya bahkan sangat tidak tertahankan.

5. Kehilangan keseimbangan.

Mendadak susah berjalan, merasa pusing dan kehilangan keseimbangan.

Baca artikel terkait :

Mengenal Gejala Awal Gangguan Syaraf Kejepit

Gangguan syaraf kejepit nampaknya makin banyak terjadi di masyarakar. Syaraf kejepit yang dikenal dalam dunia medis sebagai “Hernia Nukleus Pulposus” atau NHP, merupakan proses dimana akibat penuaan, menyebabkan tulang belakang menjadi lebih rapuh. Jika Anda termasuk sering mengalami sakit pinggang, maka sebaiknya jangan anggap remeh hal tersebut. Sebab, bisa jadi ini merupakan gejala saraf kejepit yang jika dibiarkan bisa berbahaya.

Mengenal Gejala Awal Gangguan Syaraf Kejepit

Syaraf kejepit ini memang sering terjadi di tulang belakang tepatnya bagian bawah atau pada daerah lumbal. Tidak hanya itu, daerah leher juga biasanya terkena gangguan syaraf kejeput. Akibat pekerjaan dan kebiasaan yang dilakukan contohnya mengangkat beban berat menjadi dua diantaranya yang menyebabkan Anda beresiko menderita penyakit tersebut.

Anda juga harus waspada jika mengalami beberapa gejala seperti :
  • Mengalami kesemutan yang tidak biasa hingga mati rasa.
  • Merasakan sensasi terbakar.
  • Merasakan otot melemah.
  • Nyeri yang dirasakan pada area syaraf yang terjeput seperti leher dan punggung bawah.
  • Gangguan buang iar kecil dan disfungsi seksual.

Rasa nyeri yang muncul biasanya terjadi akibat dipicu oleh perubahan posisi tubuh, misalnya membungkuk, mengejan, batuk, mengangkat beban hingga suhu udara yang dingin. Karena itu, untuk menghindari kondisi ini sebaiknya melakukan beberapa hal diantaranya :

  • Menghindari posisi membungkuk saat mengambil bendadi lantai (sebaiknya berjongkok terlebih dahulu baru mengambilnya).
  • Berolahraga secara teratur untuk membentuk otot punggung yang lebih kuat.
  • Menjaga postur tubuh saat duduk, berdiri dan berjalan.
  • Melakukan peregangan saat akan beraktivitas.
  • Menjaga berat badan tubuh tetap ideal sebab obesitas meningkatkan seseorang menderita syaraf kejepit.

Baca juga :

3 Alasan Penyebab Pekerja Kantoran Sering Pegal-pegal

Bagi mereka yang bekerja dengan rutinitas duduk berlama-lama di depan monitor komputer atau pada pekerja kantoran biasanya mengalami segelintir masalah kesehatan akibat kurangnya aktivitas gerak tubuh.

3 Alasan Penyebab Pekerja Kantoran Sering Pegal-pegal

Salah satu yang paling umum terjadi pada pekerja kantoran adalah pegal-pegal. Tidak bisa dipungkiri jika kondisi ini terjadi pada hampir semua pegawai yang bekerja duduk lebih lama dibandingkan dengan aktivitas lainnya. Sebenarnya, ada penyebab yang lebih umum dan menjadi pemicu lebih sering pekerja kantoran mengalami pegal-pegal, diantaranya :

1. Posisi tubuh saat duduk tidak benar.

Kebiasaan duduk dengan punggung membungkuk, agak miring ke salah satu sisi, leher terlalu menunduk dan jarang melakukan peregangan ringan bisa memicu pegal-pegal. Hal ini terjadi karena otot-otot lebih bekerja keras hingga kelelahan.

2. Kekurangan cairan.

Duduk berlama-lama yang tidak dapat dihindari oleh pekerja kantoran juga jangan serta merta membuatnya terlihat mudah. Walaupun tidak tampak terlihat lelah seperti saat kita melakukan aktivitas berat. Jika Anda pekerja kantoran, sebaiknya tetap penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan cara sediakan selalu air di meja Anda untuk Anda tetap minum. Hal ini banyak membantu dalam mengurangi dan mencegah terjadinya pegal-pegal serta mencegah dehidrasi.

3. Stres.

Hal ketiga yang membuat pekerja kantoran lebih rawan mengalami pegal adalah stres yang melanda. Dalam sebuah studi di Hongkong menyebut jika pekerja kantoran yang memiliki stres dalam pekerjaannya, bisa mengalami pegal-pegal sebanyak 67%. Pada pekerja yang harus menghadapi pekerjaan yang lebih berat beresiko lebih besar untuk mengalami pegal-pegal sebanyak 2,5 kali lebih banyak dari pekerja kantoran.

3 Alasan Penyebab Pekerja Kantoran Sering Pegal-pegal

Baca juga :

Mengenali 3 Penyebab Penyakit Lupus

Lupus, mungkin akrab di telinga kita tapi apakah Anda tahu jika penyakit Lupus termasuk penyakit autoimun?

Mengenali 3 Penyebab Penyakit Lupus

Penyakit lupus adalah keadaan di mana tubuh Anda memproduksi antibodi secara berlebih. Imun antibodi yang harusnya melindungi tubuh dari serangan penyakit ini, karena jumlahnya yang terus bertambah / berlebih, justru berbalik menyerang tubuh Anda. Antibodi dalam tubuh, tidak bisa membedakan mana sel baik dan mana sel jahat yang harus diserang.

Ada banyak hal yang diduga para ahli menjadi penyebab lupus terjadi. Salah satu diantaranya adalah faktor genetik. Dugaan lain yang berasal dari para ahli adalah, lupus muncul dari kombinasi genetika dan lingkungan. Contohnya, saat seseorang memang telah memiliki keturunan lupus, lalu tempat yang ia tinggali dalam kondisi yang buruk maka bukan tidak mungkin resiko terjadi lupus semakin besar. Dalam banyak kasus, penyakit lupus tidak diketahui penyebabnya, namun ada sebagian dari hal-hal yang ada dan umum, menjadi pemicu terjadi lupus, diantaranya :

Sinar matahari; paparan sinar matahari dapat menyebabkan lesi pada kulit yang bisa memicu lupis akibat organ atau sel dalam tubuh yang rentan.
Obat-obatan; beberapa jenis obat anti-kejang, obat tekanan darah, hingga antibiotik, dapat memicu munculnya lupus saat mereka berhenti minum obat.

Dan berikut adalah 3 penyebab pasti dari Lupus seperti dalam data medis.

1. Faktor genetik.

Dalam penelitian oleh John Hopkins Center, mengungkap jika memang lupus muncul dari adanya hubungan antara gen keluarga dengan penderita. Keberadaan penderita lupus dalam sebuah keluarga dinilai bisa meningkatkan kecenderungan penyakit lupus pada anggota keluarga lain.

Selain itu, dengan adanya gen yang memicu berkembangnya suatu penyakit, bukan berarti orang tersebut juga dapat langsung terkena atau dapat mewariskan penyakit lupus. Di lain hal, para peneliti meyakini jika penyebab lupus masih ada kaitannya dengan kondisi lingkungan yang buruk.

2. Hormon.

Pada wanita, lupus 9 kali lebih beresiko dibandingkan pria. Hal ini dapat dijelaskan melalui hormon yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh baik pria maupun wnaita. Dari keduanya jelas, ada perbedaan dalam aspek-aspek tertentu seperti halnya hormon seksualitas.

Pada tubuh wanita, diketahui jika tubuhnya menghasilkan serta menggunakan hormon estrogen lebih banyak, sementara tubuh laki-laki lebih bergantung pada hormon yang disebut androgen. Estrogen dikenal sebagai hormon “ immuno-enhancing “, artinya wanita memiliki sistem kekebalan tubuh lebih kuat dibandingkan dengan pria, mengingat kebutuhan evolusioner bagi wanita untuk bertahan hidup, berperan melahirkan, serta mengasuh anak-anak mereka. Namun akibatnya, saat sistem imun ini berbalik menyerang tubuh, wanita akan lebih mudah mengalami penyakit autoimun.

3. Lingkungan.

Dan yang ketiga, adalah faktor lingkungan. Faktor penyebab ketiga ini dikaitkan menjadi salah satu penyebab lupus sebab ada keterkaitan antara lupus dengan beragam racun yang berasal dari lingkungan. Seperti asap rokok, merkuri dan gel natrium silika. Virus herpes zpster dan sitomegalovirus juga dipercaya bisa menjadi penyebab munculnya lupus pada seseorang.

Virus herpes zoster (virus yang menyebabkan herpes zoster), dan sitomegalovirus digadang-gadang juga menjadi salah satu penyebab seseorang terkena lupus.

HIngga sampai saat ini, para ahli di bidangnya belum mengetahui tentang apakah ada atau tidaknya pengobatan lupus yang dapat menyembuhkan secara total. Namun beberapa perawatan dari gejala dan mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan bisa dilakukan dengan cara-cara seperti tetap menjaga gaya hidup, mencegah kemunculan dari gejala lupus, mengurangi efek bengkak dan nyeri, menenangkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi sampai mencegah rerjadinya kerusakan sendi.

Posted by Obat QnC Jelly Gamat Khasiat Alami.

Mengenal Komplikasi Neuropati Diabetik

Neuropati Diabetes atau Neuropati Diabetik, adalah penyakit komplikasi Diabetes dengan gejala kebas (baal, mati rasa) pada kaki atau tungkai. Penyakit ini terjadi karena adanya kerusakan pada sistem saraf perifer akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol.

Mengenal Komplikasi Neuropati Diabetik

Karena itu, untuk mencegah atau memperlambat perjalanan kerusakan sistem saraf perifer tersebut, yang terutama perlu dilakukan adalah mengontrol kadar gula darah.

Kontrol kadar gula darah dilakukan dengan cara berobat teratur, minum obat yang teratur, lalu melakukan modifikasi gaya hidup dalam hal makanan serta aktivitas fisik. Jika kadar gula darah terkontrol, biasanya keluhan pada kaki pun berkurang. Selain itu, perlu diperhatikan lagi saat dilakukan perawatan kaki Diabetes. Karena terjadi kebas, kaki menjadi lebih rentan terhadap luka dan infeksi.

Selain itu, ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat Neuropati Diabetik, diantaranya :

  • Mengalami infeksi parah terutama pada kaki, memungkinkan bagian dari kaki untuk diamputasi.
  • Charcot joint. Kerusakan pada sendi, nyeri atau bengkak.
  • Infeksi kandung kemih.
  • Hypoglycemia atau kadar gula darah dibawah normal.
  • Tekanan darah rendah. Lemah, pusing dan pingsan.
  • Gangguan pencernaan. Mual, muntah, diare atau sembelit.
  • Disfungsi seksual.
  • Keringat berkurang atau keringat berlebih. Akibat kelenjar keringat tidak lagi berfungsi dengan baik.

Penyakit ini memerlukan perawatan dan penanganan khusus dari medis. Maka dari itu, sepatutnya patuhi apa yang disarankan dokter.

Baca juga :

Perbedaan Penyakit Rematik Dan Osteoporosis

Mungkin kita masih menganggap jika kedua penyakit yang menyerang tulang dan sendi seperti Rematik ataupun Osteoporosis, adalah sama. Namun, dalam penyebab, faktor resiko dan pengobatannya keduanya jelas berbeda. Lalu, bagaimana cara mengetahui perbedaan antara gejala Rematik maupun Osteoporosis?

Perbedaan Penyakit Rematik Dan Osteoporosis

Dari pengertiannya saja, Rematik adalah istilah umum untuk penyakit radang sendi akibat proses pengapuran sendi / Osteoarthritis, radang sendi karena penyakit imun / rheumatoid arthritis, radang sendi asam urat serta radang sendi akibat infeksi.

Sementara, pengertian Osteoporosis adalah penyakit yang menunjukkan jika tubuh mengalami maslaah pada kepadatan tulang, tepatnya kepadatan tulang yang terus berkurang. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang tua, dan wanita setelah menopause. Faktor resiko seseorang lebih besar untuk terkena Osteoporosis adalah kurangnya asupan Vitamin D, riwayat pada keluarga, konsumsi rokok dan alkohol berlebih serta kurangnya aktivitas fisik.

Berikut adalah beberapa poin penting dari Perbedaan Penyakit Rematik Dan Osteoporosis.
  • Dari Gejala.

Perbedaan yang bisa dilihat dari gejalanya, keduanya memiliki keluhan yang berbeda. Pada rematik, gejala yang khas adalah nyeri sendi dan kaku pada sendi. Jika penyakit dalam kondisi akut, rematik bisa membuat penderitanya mengalami bengkak dan kemerahan pada sendi yang meradang. Sedangkan, pada Osteoporosis, tidak memiliki gejala yang signifikan pada tulang. Baru saat pada tahap lanjut, penyakit ini membuat penderitanya memiliki perubahan pada postur tubuh yaitu mulai membungkuk.

  • Tahap pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan rematik, penyakit ini didiagnosis dengan cara wawancara medis, melalui pemeriksaan fisis dan penunjang berupa rontgen serta laboratorium darah. Sedangkan pada Osteoporosis, pemeriksaan kepadatan massa tulang dilakukan untuk mencari tahu kebenaran dari diagnosis awal.

  • Terapi pengobatan.

Dalam terapi pengobatannya, penyakit rematik memerlukan obat antinyeri dan antiradang yang kemudian ditambah dengan obat-obatan tertentu sesuai dengan penyebab rematik itu sendiri. Jika rematik disebabkan oleh infeksi akan diberikan antibiotik. Jika penyebabnya adalah penumpukan asam urat, maka dokter akan memberikannya obat penurun asam urat. Sedangkan jika disebabkan oleh penyakit imun, akan diberikan obat khusus penekan sistem imun yang berlebihan.

Lalu, pada osteoporosis, gangguan kesehatan yang satu ini diterapi dengan pemberian obat anti-osteoporosis beserta suplementasi Vitamin D dan Kalsium.

Baca lainnya :

Mengenali Perbedaan Antara Pusing Dengan Sakit Kepala

Banyak dari kita menganggap jika pusing dan sakit kepala keduanya sama. Namun, jelas keduanya berbeda. Apa yang membuatnya berbeda?

Mengenali Perbedaan Antara Pusing Dengan Sakit Kepala

Dilansir laman doktersehat, pakar kesehatan menyebut jika Pusing adalah keadaan dimana kita merasakan sensasi kehilangan keseimbangan tubuh. Pusing ini terbagi kedalam light headedness atau merasa ‘kliyengan’, dan vertigo, yaitu pusing yang terasa berputar.

Pusing kliyengan ini membuat kita yang merasakannya terasa ingin pingsan, tubuh melemah, mual-mual, terasa tidak dapat menyeimbangkan tubuh. Berbeda dengan vertigo, pusing akibat vertigo membuat Anda merasakan pandangan yang berputar dan kemudian memicu rasa mual, muntah, hingga hilangnya keseimbangan tubuh. Penyebab dari pusing umumnya meliputi migrain (sakit kepala sebelah, Hipotensi, Anemia, kadar gula rendah atau Hipoglikemia, infeksi pada telinga dalam, dehidrasi, stress psikis dan gangguan kecemasan.

Sedangkan pada sakit kepala, biasanya yang dirasakan adalah nyeri / sakit di bagian kepala secara keseluruhan atau sebagian saja. Pada banyak kasus sakit kepala bisa sampai membuat sakit yang teramat sangat seperti kepala tertekan benda berat. Kondisi ini bisa datang dengan perlahan ataupun tiba-tiba. Dalam medis, sakit kepala dibagi kedalam 2 jenis, yait usakit kepala primer dan sakit kepala sekunder.

Sakit kepala primer termasuk migrain, sakit kepala tension, juga sakit kepala cluster. Sementara, pada sakit kepala sekunder kemunculannya terjadi karena infeksi, tumor dan penyakti lainnya. Hanya saja, sakit kepala jenis ini bisa terjadi pada seseorang yang kurang tidur, mereka yang mengalami benturan di kepala, infeksi mulut atau gigi, sinusitis, infeksi pada saluran pernapasan lannya atau kebiasaan buruk seperti minum alkohol.

Semoga bermanfaat, salam.

Posted by Obat QnC Jelly Gamat Khasiat Alami.

Mengetahui Penyebab Buang Air Besar Berdarah

Saat seseorang kemudian mengalami kondisi BAB (buang air besar) disertai keluarnya darah, kondisi ini bisa jadi lebih serius dari yang diduga. Untuk itu sebaiknya kita segera melakukan pemeriksaan jika bab berdarah terjadi dalam waktu yang tidak sebentar.

Mengetahui Penyebab Buang Air Besar Berdarah

Sebagai pengetahuan, ada baiknya Anda mengetahui beberapa jenis penyakit yang berkaitan dengan kondisi tersebut. Dilansir laman klikdokter, berikut adalah penyebab buang air besar berdarah, diantaranya :

— Masalah di esofagus.

Esofagus merupakan robekan yang terjadi pada kerongkongan dan berpotensi menyebabkan perdarahan. Hal tersebut mungkin saja jadi memicu terjadinya buang air besar berdarah.

— Gastritis.

Peradangan yang terjadi pada lambung diakibatkan produksi asam lambung berlebih lama kelamaan dapat menyebabkan pendarahan pada lambung. Lebih dari itu, kemungkinan lainnya adalah menyebabkan kerusakan pada lapisan dinding lambung dan akhirnya memicu timbul luka atau dikenal sebagai tukak lambung.

— Hemoroid.

Termasuk penyebab yang sering terjadi dari buang air besar berdarah. Hemoroid atau wasir atau ambeien, ditandai dengan pembuluh darah di sekitar anus yang membesar dan rentan menimbulkan pendarahan.

— Polip atau kanker.

Polip termasuk jenis tumor jinak yang tumbuh, berdarah dan jika semakin parah berpotensi menjadi Kanker. Namun sayangnya, seringkali darah pada feses tidak terlihat bahkan pada kondisi yang telah berkembang menjadi kanker kolorektal.

— Kolitis.

Termasuk peradangan yang terjadi pada usus besar dan rektum yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami diare dengan feses bercampur darah. Umumnya, darah yang terdapat pada feses berasal dari peradangan yang terjadi di bagian dinding usus.

— Penyakit divertikular.

Divertikula adalah tonjolan berbentuk kantung kecil yang tumbuh di dinding usus besar. Umumnya divertikula tidak menimbulkan masalah serius, namun jika terjadi infeksi dan peradangan (divertikulitis), akibatnya berdampak pada buang air besar berdarah.

Baca juga :

Mengenali Penyebab Utama Sakit Pinggang

Sakit pinggang adalah keadaan yang bisa terjadi pada siapapun, namun lebih banyak terjadi pada orang dewasa dan orang tua lainnya yang beresiko. Hal tersebut disbebabkan oleh kondisi tubuh mereka yang sudah tidak lagi memiliki struktur kuat seperti orang-orang usia muda, dan masa pertumbuhan mereka bersifat tetap, dan hanya mengalami perbaikan-perbaikan saja.

Mengenali Penyebab Utama Sakit Pinggang

Sakit pinggang menyebabkan nyeri pada tingkat parah yang terasa sangat sakit pada sekitaran pinggang. Umumnya, gejala sakit pingga ng pada orang-orang ditandai dengan rasa nyeri dan kesemutan di sekitaran pinggang, terutama bagian tulang belakang. Terbatasnya pergerakan tulang belakang saat duduk maupun bersandar, jika dibiarkan terlalu lama dapat membuat perubahan pada postur tubuh itu sendiri.

Dan berikut adalah beberapa hal yang dijadikan penyebab utama sakit pinggang.
  • 1. Akibat adanya cedera di persendian.

Dalam kasus cedera sendi biasanya terjadi pada orang dewasa khususnya lanjut usia. Hal ini disebabkan karena bagian sendi pada bagian tulang belakang mendapat tekanan dari tulang rawan, hingga merubah posisi saraf tulang belakang. Kondisi ini terjadi akibat tubuh terlalu mengangkat beban yang sangat berat dan adanya salah gerak saat menjalani aktifitas.

2. Akibat kelainan postur tubuh sejak lahir.

Sebagian kelainan pada postur tubuh seperti kiposis, lordosis dan skoliosis, juga berdampak pada terjadinya sakit pinggang yang terjadi secara terus-menerus, dan semakin parah jika dibiarkan tanpa bantuan penganan medis. Kondisi bawaah sejak lahir ini sebenarnya bisa ditangani sedini mungkin jika telah diketahui sejak awal.

3. Akibat kondisi penyempitan tulang belakang.

Penyempitan tulang belakang merupakan kondisi dimana saraf tulang belakang mendapat banyak tekanan dari tulang belakang itu sendiri akibat posisinya yang tidak normal, dan penekanan yang terjadi menyebabkan rasa nyeri dan sakit pada sekitar pinggang.

4. Indikasi penyakit ginjal.

Adanya indikasi penyakit ginjal pada seseorang juga dikaitkan menjadi salah satu penyebab sakit pinggang. Pada kasus sakit gagal ginjal akut, kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit sekitar pinggang menjadi semakin parah. Hal ini disebabkan ginjal tidak berfungsi dengan baik, dan menyebabkan penyaringan cairan pada tubuh tidak berjalan dengan normal. Akibatnya, cairan elektrolit pada tubuh menjadi tidak seimbang.

5. Obesitas.

Sakit pinggang juga beresiko terjadi pada orang-orang yang mengalami Obesitas / kelebihan berat badan. Kondisi ini terjadi akibat berat badan memberikan tekanan besar untuk semua bagian otot tubuh dan persendian, tak terkecuali pada tulang bagian belakang.

6. Penyakit Osteoporosis.

Penyakit Osteoporosis merupakan penyakit yang menyerang tulang, akibatnya dari kondisi ini menyebabkan tulang rapuh dan lemah sehingga tidak dapat menjalani fungsinya lagi secara normal. Dalam kasus-kasus tertentu, Osteoporosis lebih banyak menyerang kaum perempuan terutama yang telah mengalami menopause. Perubahan hormon tubuh akibat Menoupose melemahkan fungsi kalsium pada tubuh akibatnya memicu sakit pinggang yang berkepanjangan.