Mengenali 3 Penyebab Penyakit Lupus

Lupus, mungkin akrab di telinga kita tapi apakah Anda tahu jika penyakit Lupus termasuk penyakit autoimun?

Mengenali 3 Penyebab Penyakit Lupus

Penyakit lupus adalah keadaan di mana tubuh Anda memproduksi antibodi secara berlebih. Imun antibodi yang harusnya melindungi tubuh dari serangan penyakit ini, karena jumlahnya yang terus bertambah / berlebih, justru berbalik menyerang tubuh Anda. Antibodi dalam tubuh, tidak bisa membedakan mana sel baik dan mana sel jahat yang harus diserang.

Ada banyak hal yang diduga para ahli menjadi penyebab lupus terjadi. Salah satu diantaranya adalah faktor genetik. Dugaan lain yang berasal dari para ahli adalah, lupus muncul dari kombinasi genetika dan lingkungan. Contohnya, saat seseorang memang telah memiliki keturunan lupus, lalu tempat yang ia tinggali dalam kondisi yang buruk maka bukan tidak mungkin resiko terjadi lupus semakin besar. Dalam banyak kasus, penyakit lupus tidak diketahui penyebabnya, namun ada sebagian dari hal-hal yang ada dan umum, menjadi pemicu terjadi lupus, diantaranya :

Sinar matahari; paparan sinar matahari dapat menyebabkan lesi pada kulit yang bisa memicu lupis akibat organ atau sel dalam tubuh yang rentan.
Obat-obatan; beberapa jenis obat anti-kejang, obat tekanan darah, hingga antibiotik, dapat memicu munculnya lupus saat mereka berhenti minum obat.

Dan berikut adalah 3 penyebab pasti dari Lupus seperti dalam data medis.

1. Faktor genetik.

Dalam penelitian oleh John Hopkins Center, mengungkap jika memang lupus muncul dari adanya hubungan antara gen keluarga dengan penderita. Keberadaan penderita lupus dalam sebuah keluarga dinilai bisa meningkatkan kecenderungan penyakit lupus pada anggota keluarga lain.

Selain itu, dengan adanya gen yang memicu berkembangnya suatu penyakit, bukan berarti orang tersebut juga dapat langsung terkena atau dapat mewariskan penyakit lupus. Di lain hal, para peneliti meyakini jika penyebab lupus masih ada kaitannya dengan kondisi lingkungan yang buruk.

2. Hormon.

Pada wanita, lupus 9 kali lebih beresiko dibandingkan pria. Hal ini dapat dijelaskan melalui hormon yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh baik pria maupun wnaita. Dari keduanya jelas, ada perbedaan dalam aspek-aspek tertentu seperti halnya hormon seksualitas.

Pada tubuh wanita, diketahui jika tubuhnya menghasilkan serta menggunakan hormon estrogen lebih banyak, sementara tubuh laki-laki lebih bergantung pada hormon yang disebut androgen. Estrogen dikenal sebagai hormon “ immuno-enhancing “, artinya wanita memiliki sistem kekebalan tubuh lebih kuat dibandingkan dengan pria, mengingat kebutuhan evolusioner bagi wanita untuk bertahan hidup, berperan melahirkan, serta mengasuh anak-anak mereka. Namun akibatnya, saat sistem imun ini berbalik menyerang tubuh, wanita akan lebih mudah mengalami penyakit autoimun.

3. Lingkungan.

Dan yang ketiga, adalah faktor lingkungan. Faktor penyebab ketiga ini dikaitkan menjadi salah satu penyebab lupus sebab ada keterkaitan antara lupus dengan beragam racun yang berasal dari lingkungan. Seperti asap rokok, merkuri dan gel natrium silika. Virus herpes zpster dan sitomegalovirus juga dipercaya bisa menjadi penyebab munculnya lupus pada seseorang.

Virus herpes zoster (virus yang menyebabkan herpes zoster), dan sitomegalovirus digadang-gadang juga menjadi salah satu penyebab seseorang terkena lupus.

HIngga sampai saat ini, para ahli di bidangnya belum mengetahui tentang apakah ada atau tidaknya pengobatan lupus yang dapat menyembuhkan secara total. Namun beberapa perawatan dari gejala dan mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan bisa dilakukan dengan cara-cara seperti tetap menjaga gaya hidup, mencegah kemunculan dari gejala lupus, mengurangi efek bengkak dan nyeri, menenangkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi sampai mencegah rerjadinya kerusakan sendi.

Posted by Obat QnC Jelly Gamat Khasiat Alami.

Mengenal Komplikasi Neuropati Diabetik

Neuropati Diabetes atau Neuropati Diabetik, adalah penyakit komplikasi Diabetes dengan gejala kebas (baal, mati rasa) pada kaki atau tungkai. Penyakit ini terjadi karena adanya kerusakan pada sistem saraf perifer akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol.

Mengenal Komplikasi Neuropati Diabetik

Karena itu, untuk mencegah atau memperlambat perjalanan kerusakan sistem saraf perifer tersebut, yang terutama perlu dilakukan adalah mengontrol kadar gula darah.

Kontrol kadar gula darah dilakukan dengan cara berobat teratur, minum obat yang teratur, lalu melakukan modifikasi gaya hidup dalam hal makanan serta aktivitas fisik. Jika kadar gula darah terkontrol, biasanya keluhan pada kaki pun berkurang. Selain itu, perlu diperhatikan lagi saat dilakukan perawatan kaki Diabetes. Karena terjadi kebas, kaki menjadi lebih rentan terhadap luka dan infeksi.

Selain itu, ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat Neuropati Diabetik, diantaranya :

  • Mengalami infeksi parah terutama pada kaki, memungkinkan bagian dari kaki untuk diamputasi.
  • Charcot joint. Kerusakan pada sendi, nyeri atau bengkak.
  • Infeksi kandung kemih.
  • Hypoglycemia atau kadar gula darah dibawah normal.
  • Tekanan darah rendah. Lemah, pusing dan pingsan.
  • Gangguan pencernaan. Mual, muntah, diare atau sembelit.
  • Disfungsi seksual.
  • Keringat berkurang atau keringat berlebih. Akibat kelenjar keringat tidak lagi berfungsi dengan baik.

Penyakit ini memerlukan perawatan dan penanganan khusus dari medis. Maka dari itu, sepatutnya patuhi apa yang disarankan dokter.

Baca juga :

Perbedaan Penyakit Rematik Dan Osteoporosis

Mungkin kita masih menganggap jika kedua penyakit yang menyerang tulang dan sendi seperti Rematik ataupun Osteoporosis, adalah sama. Namun, dalam penyebab, faktor resiko dan pengobatannya keduanya jelas berbeda. Lalu, bagaimana cara mengetahui perbedaan antara gejala Rematik maupun Osteoporosis?

Perbedaan Penyakit Rematik Dan Osteoporosis

Dari pengertiannya saja, Rematik adalah istilah umum untuk penyakit radang sendi akibat proses pengapuran sendi / Osteoarthritis, radang sendi karena penyakit imun / rheumatoid arthritis, radang sendi asam urat serta radang sendi akibat infeksi.

Sementara, pengertian Osteoporosis adalah penyakit yang menunjukkan jika tubuh mengalami maslaah pada kepadatan tulang, tepatnya kepadatan tulang yang terus berkurang. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang tua, dan wanita setelah menopause. Faktor resiko seseorang lebih besar untuk terkena Osteoporosis adalah kurangnya asupan Vitamin D, riwayat pada keluarga, konsumsi rokok dan alkohol berlebih serta kurangnya aktivitas fisik.

Berikut adalah beberapa poin penting dari Perbedaan Penyakit Rematik Dan Osteoporosis.
  • Dari Gejala.

Perbedaan yang bisa dilihat dari gejalanya, keduanya memiliki keluhan yang berbeda. Pada rematik, gejala yang khas adalah nyeri sendi dan kaku pada sendi. Jika penyakit dalam kondisi akut, rematik bisa membuat penderitanya mengalami bengkak dan kemerahan pada sendi yang meradang. Sedangkan, pada Osteoporosis, tidak memiliki gejala yang signifikan pada tulang. Baru saat pada tahap lanjut, penyakit ini membuat penderitanya memiliki perubahan pada postur tubuh yaitu mulai membungkuk.

  • Tahap pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan rematik, penyakit ini didiagnosis dengan cara wawancara medis, melalui pemeriksaan fisis dan penunjang berupa rontgen serta laboratorium darah. Sedangkan pada Osteoporosis, pemeriksaan kepadatan massa tulang dilakukan untuk mencari tahu kebenaran dari diagnosis awal.

  • Terapi pengobatan.

Dalam terapi pengobatannya, penyakit rematik memerlukan obat antinyeri dan antiradang yang kemudian ditambah dengan obat-obatan tertentu sesuai dengan penyebab rematik itu sendiri. Jika rematik disebabkan oleh infeksi akan diberikan antibiotik. Jika penyebabnya adalah penumpukan asam urat, maka dokter akan memberikannya obat penurun asam urat. Sedangkan jika disebabkan oleh penyakit imun, akan diberikan obat khusus penekan sistem imun yang berlebihan.

Lalu, pada osteoporosis, gangguan kesehatan yang satu ini diterapi dengan pemberian obat anti-osteoporosis beserta suplementasi Vitamin D dan Kalsium.

Baca lainnya :

Mengenali Perbedaan Antara Pusing Dengan Sakit Kepala

Banyak dari kita menganggap jika pusing dan sakit kepala keduanya sama. Namun, jelas keduanya berbeda. Apa yang membuatnya berbeda?

Mengenali Perbedaan Antara Pusing Dengan Sakit Kepala

Dilansir laman doktersehat, pakar kesehatan menyebut jika Pusing adalah keadaan dimana kita merasakan sensasi kehilangan keseimbangan tubuh. Pusing ini terbagi kedalam light headedness atau merasa ‘kliyengan’, dan vertigo, yaitu pusing yang terasa berputar.

Pusing kliyengan ini membuat kita yang merasakannya terasa ingin pingsan, tubuh melemah, mual-mual, terasa tidak dapat menyeimbangkan tubuh. Berbeda dengan vertigo, pusing akibat vertigo membuat Anda merasakan pandangan yang berputar dan kemudian memicu rasa mual, muntah, hingga hilangnya keseimbangan tubuh. Penyebab dari pusing umumnya meliputi migrain (sakit kepala sebelah, Hipotensi, Anemia, kadar gula rendah atau Hipoglikemia, infeksi pada telinga dalam, dehidrasi, stress psikis dan gangguan kecemasan.

Sedangkan pada sakit kepala, biasanya yang dirasakan adalah nyeri / sakit di bagian kepala secara keseluruhan atau sebagian saja. Pada banyak kasus sakit kepala bisa sampai membuat sakit yang teramat sangat seperti kepala tertekan benda berat. Kondisi ini bisa datang dengan perlahan ataupun tiba-tiba. Dalam medis, sakit kepala dibagi kedalam 2 jenis, yait usakit kepala primer dan sakit kepala sekunder.

Sakit kepala primer termasuk migrain, sakit kepala tension, juga sakit kepala cluster. Sementara, pada sakit kepala sekunder kemunculannya terjadi karena infeksi, tumor dan penyakti lainnya. Hanya saja, sakit kepala jenis ini bisa terjadi pada seseorang yang kurang tidur, mereka yang mengalami benturan di kepala, infeksi mulut atau gigi, sinusitis, infeksi pada saluran pernapasan lannya atau kebiasaan buruk seperti minum alkohol.

Semoga bermanfaat, salam.

Posted by Obat QnC Jelly Gamat Khasiat Alami.

Mengetahui Penyebab Buang Air Besar Berdarah

Saat seseorang kemudian mengalami kondisi BAB (buang air besar) disertai keluarnya darah, kondisi ini bisa jadi lebih serius dari yang diduga. Untuk itu sebaiknya kita segera melakukan pemeriksaan jika bab berdarah terjadi dalam waktu yang tidak sebentar.

Mengetahui Penyebab Buang Air Besar Berdarah

Sebagai pengetahuan, ada baiknya Anda mengetahui beberapa jenis penyakit yang berkaitan dengan kondisi tersebut. Dilansir laman klikdokter, berikut adalah penyebab buang air besar berdarah, diantaranya :

— Masalah di esofagus.

Esofagus merupakan robekan yang terjadi pada kerongkongan dan berpotensi menyebabkan perdarahan. Hal tersebut mungkin saja jadi memicu terjadinya buang air besar berdarah.

— Gastritis.

Peradangan yang terjadi pada lambung diakibatkan produksi asam lambung berlebih lama kelamaan dapat menyebabkan pendarahan pada lambung. Lebih dari itu, kemungkinan lainnya adalah menyebabkan kerusakan pada lapisan dinding lambung dan akhirnya memicu timbul luka atau dikenal sebagai tukak lambung.

— Hemoroid.

Termasuk penyebab yang sering terjadi dari buang air besar berdarah. Hemoroid atau wasir atau ambeien, ditandai dengan pembuluh darah di sekitar anus yang membesar dan rentan menimbulkan pendarahan.

— Polip atau kanker.

Polip termasuk jenis tumor jinak yang tumbuh, berdarah dan jika semakin parah berpotensi menjadi Kanker. Namun sayangnya, seringkali darah pada feses tidak terlihat bahkan pada kondisi yang telah berkembang menjadi kanker kolorektal.

— Kolitis.

Termasuk peradangan yang terjadi pada usus besar dan rektum yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami diare dengan feses bercampur darah. Umumnya, darah yang terdapat pada feses berasal dari peradangan yang terjadi di bagian dinding usus.

— Penyakit divertikular.

Divertikula adalah tonjolan berbentuk kantung kecil yang tumbuh di dinding usus besar. Umumnya divertikula tidak menimbulkan masalah serius, namun jika terjadi infeksi dan peradangan (divertikulitis), akibatnya berdampak pada buang air besar berdarah.

Baca juga :

Mengenali Penyebab Utama Sakit Pinggang

Sakit pinggang adalah keadaan yang bisa terjadi pada siapapun, namun lebih banyak terjadi pada orang dewasa dan orang tua lainnya yang beresiko. Hal tersebut disbebabkan oleh kondisi tubuh mereka yang sudah tidak lagi memiliki struktur kuat seperti orang-orang usia muda, dan masa pertumbuhan mereka bersifat tetap, dan hanya mengalami perbaikan-perbaikan saja.

Mengenali Penyebab Utama Sakit Pinggang

Sakit pinggang menyebabkan nyeri pada tingkat parah yang terasa sangat sakit pada sekitaran pinggang. Umumnya, gejala sakit pingga ng pada orang-orang ditandai dengan rasa nyeri dan kesemutan di sekitaran pinggang, terutama bagian tulang belakang. Terbatasnya pergerakan tulang belakang saat duduk maupun bersandar, jika dibiarkan terlalu lama dapat membuat perubahan pada postur tubuh itu sendiri.

Dan berikut adalah beberapa hal yang dijadikan penyebab utama sakit pinggang.
  • 1. Akibat adanya cedera di persendian.

Dalam kasus cedera sendi biasanya terjadi pada orang dewasa khususnya lanjut usia. Hal ini disebabkan karena bagian sendi pada bagian tulang belakang mendapat tekanan dari tulang rawan, hingga merubah posisi saraf tulang belakang. Kondisi ini terjadi akibat tubuh terlalu mengangkat beban yang sangat berat dan adanya salah gerak saat menjalani aktifitas.

2. Akibat kelainan postur tubuh sejak lahir.

Sebagian kelainan pada postur tubuh seperti kiposis, lordosis dan skoliosis, juga berdampak pada terjadinya sakit pinggang yang terjadi secara terus-menerus, dan semakin parah jika dibiarkan tanpa bantuan penganan medis. Kondisi bawaah sejak lahir ini sebenarnya bisa ditangani sedini mungkin jika telah diketahui sejak awal.

3. Akibat kondisi penyempitan tulang belakang.

Penyempitan tulang belakang merupakan kondisi dimana saraf tulang belakang mendapat banyak tekanan dari tulang belakang itu sendiri akibat posisinya yang tidak normal, dan penekanan yang terjadi menyebabkan rasa nyeri dan sakit pada sekitar pinggang.

4. Indikasi penyakit ginjal.

Adanya indikasi penyakit ginjal pada seseorang juga dikaitkan menjadi salah satu penyebab sakit pinggang. Pada kasus sakit gagal ginjal akut, kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit sekitar pinggang menjadi semakin parah. Hal ini disebabkan ginjal tidak berfungsi dengan baik, dan menyebabkan penyaringan cairan pada tubuh tidak berjalan dengan normal. Akibatnya, cairan elektrolit pada tubuh menjadi tidak seimbang.

5. Obesitas.

Sakit pinggang juga beresiko terjadi pada orang-orang yang mengalami Obesitas / kelebihan berat badan. Kondisi ini terjadi akibat berat badan memberikan tekanan besar untuk semua bagian otot tubuh dan persendian, tak terkecuali pada tulang bagian belakang.

6. Penyakit Osteoporosis.

Penyakit Osteoporosis merupakan penyakit yang menyerang tulang, akibatnya dari kondisi ini menyebabkan tulang rapuh dan lemah sehingga tidak dapat menjalani fungsinya lagi secara normal. Dalam kasus-kasus tertentu, Osteoporosis lebih banyak menyerang kaum perempuan terutama yang telah mengalami menopause. Perubahan hormon tubuh akibat Menoupose melemahkan fungsi kalsium pada tubuh akibatnya memicu sakit pinggang yang berkepanjangan.

Lansia Yang Mengalami Kondisi Tangan Gemetar

Indikasi untuk sebutan bagian tubuh yang mengalami gemetar, dinamakan Tremor. Tremor adalah salah satu dari kelainan sistem syaraf yang tidak boleh sampai terabaikan kehadirannya.

Lansia Yang Mengalami Kondisi Tangan Gemetar

Tremor termasuk kelainan sistem syaraf yang membuat tubuh menjadi gemetar tanpa terkendali. Gemetar ini terkadang bisa terjadi sampai tidak disadari. Tremor, paling sering terjadi pada orang tua (lansia), namun saat ini bisa siapa saja dalam usia berapapun dapat mengalami tremor.

Walau biasanya tidak berbahaya namun tremor bisa semakin parah seiring berjalannay waktu pada sebagian orang. Tremor biasanya terjadi pada bagian tubuh seperti tangan, kepala dan bagian tubuh lainnya.

Saat ini penyebab tremor belum diketahui. Namun para ahli menduka jika faktor genetik dan usia berperan penting dalam hal ini. Tremor dapat semakin parah dengan emosi yang tidak dapat terkendali, kecapaian, minuman berkafein pada teh maupun kopi, juga suhu udara yang terlalu ekstrim.

Tremor yang dialami para lansia biasanya disebut Tremor Essensial. Dinamakan begitu karena tidak ada penyakit yang mendasarinya. Namun, perlu dibedakan kembali apakah tremor disebabkan oleh penyakit Parkinson atau bukan.

Baca juga :

Bisakah Tetap Melahirkan Normal Dengan Miom?

Saat-saat yang membuat ibu hamil tidak sabar adalah saat menunggu kelahiran sang buah hati. Namun, beragam permasalahan kesehatan bisa terjadi pada siapapun dan kapanpun termasuk ibu hamil. Maka dari itu wajib untuk ibu hamil agar menjaga senantiasa selalu kesehatannya.

Namun sayangnya, disebagian besar kasus kehamilan ibu hamil mengalami masalah dengan kemunculan Miom. Miom yang termasuk sel tumor di sekitaran rahim, muncul akibat pertumbuhan sel otot rahim abnormal yang tidak bersifat kanker atau ganas.

Saat hamil dengan kondisi memiliki Miom, ada sekitar 10-30% wanita yang mengalami komplikasi pada janin. Beberapa komplikasi pada janin saat awal kehamilan diantaranya keguguran dan pendarahan.

Bisakah Tetap Melahirkan Normal Dengan Miom?

Sedangkan, jika kondisi kehamilan telah mencapai usia 6 bulan, maka komplikasi yang bisa terjadi diantaranya :
  • Persalinan prematur.
  • Letak placenta yang menutup jalan lahir (Placenta previa).
  • Placenta terlepas.
  • Miom yang menutup jalan lahir sehingga harus dilakukan operasi.

Sayangnya tidak semua miom menunjukkan gejalanya, hal ini dikarenakan pada kondisi miom itu sendiri, ukuran, jenis dan letaknya. Namun umumnya, gejala miom yang terjadi pada penderitanya meliputi :

  • Nyeri perut.
  • Menstruasi berlebihan dan lama.
  • Nyeri saat menstruasi.
  • Pembesaran pada perut bila miom sangat besar.
  • Sering buang air kecil jika miom membesar dan terjadi penekanan pada kandung kemih.

Bisakah Tetap Melahirkan Normal Dengan Miom? Jawabannya, tergantung hasil USG. Jika miom tidak menutupi jalan lahir maka tetap bisa melahirkan secara normal. Semua ibu yang melahirkan dengan atau tanpa miom akan tetap memiliki risiko perdarahan.

Baca lainnya :

Penyakit Yang Diawali Dengan Gejala Sakit Kepala

Sakit kepala sudah termasuk gangguan kesehatan yang umum di masyarakat. Bisa terjadi dalam keseharian tanpa memandam musim. Penyebab yang biasanya kita ketahui adalah stres (beban pikiran), sakit asam lambung.

Penyakit Yang Diawali Dengan Gejala Sakit Kepala

Secara umum sakit kepala dikategorikan kedalam 2 kelompok, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Pada sakit kepala primer adalah kondisi dimana sakit kepala terjadi tanpa disebabkan oleh adanya penyakit lain. Sedangkan sakit kepala sekunder terjadi karena kondisi medis lain yang dapat lebih serius.

Sebagian kecil dari sakit kepala lainnya disebabkan karena pertanda beberapa kondisi yang lebih serius, seperti Stroke, radang selaput otak, atau tumor otak.

Dilansir dari laman klikdokter, berikut adalah sakit kepala yang kemungkinan dapat memiliki penyakit lain jika memenuhi beberapa hal berikut :

  • Sakit yang timbul secara tiba-tiba dan dirasakan tidak tertahankan.
  • Sakit tidak kunjung mereda bahkan setelah mengonsumsi obat dan malah merasakan semakin parah seiring dengan berjalannya waktu.
  • Sakit yang timbul setelah seseorang mengalami cedera kepala berat.
  • Sakit juga timbul secara tiba-tiba dan dipicu oleh perubahan postur, bersin, tertawa, atau pekerjaan berat.
  • Memiliki gejala lain yang dapat berhubungan dengan keluhan otak atau sistem persarafan, yang dapat mencakup kelemahan pada sisi tubuh bagian tertentu, kebingungan, bicara pelo, hilang ingatan, hingga letargi (rasa mengantuk yang berlebihan).
  • Keluhan lainnya yang bisa menyertai sakit kepala adalah demam, leher yang kaku, bintik-bintik merah pada tubuh, gangguan penglihatan, sakiti pada rahang saat mengunyah, atau nyeri hebat dan kemerahan pada salah satu mata.

Jika Anda mengalami sakit di kepala yang disertai gejala di atas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter setempat.

Baca lainnya :

Bau Tidak Sedap Berasal Dari Dalam Hidung

Keluhan mengalami bau tidak sedap yang berasal dari hidung, bisa terjadi pada rongga hidung dan terasa seperti ada lendir yang berbau busuk di dalamnya, bisa jadi kondisi ini adalah tanda dari penyakit radang hidung atau infeksi sinusitis.

Bau Tidak Sedap Berasal Dari Dalam Hidung

Bau Tidak Sedap Berasal Dari Dalam Hidung

Sinusitis merupakan keadaan dimana terjadi peradangan rongga sinus pada tulang-tulang wajah yang biasanya berisi udara. Peradangan iini terjadi dipicu oleh proses infeksi (bakteri, virus, jamur) atau non-infeksi (alergi) yang dapat memblokir lubang sinus. Kondisi yang dialami penderita sinusitis biasanya :

  • Mengalami penumpukan cairan dalam rongga sinus.
  • Kurangnya oksigen.
  • Penurunan aktivitas serabut-serabut silia untuk membersihkan rongga sinus, dan merupakan media yang baik untuk pertumbuhan kuman.
Adapun gejala-gejala yang biasanya menyertai pada penderita Sinusitis, diantaranya :
  • Terdapat dahak di tenggorokan, seperti cairan dari hidung jatuh ke bawah rongga.
  • Hidung tersumbat dan gatal.
  • Merasakan sendiri bau tidak sedap setiap kali bernapas (terkadang bau bisa dicium oleh orang sekitar).
  • Bersin-bersin.
  • Mengeluarkan sekret (ingus) berwarna putih kental. Jika warna sekret sudah berwarna kekuningan atau bahkan kehijauan, maka kuman di dalamsekret sudah lebih banyak. Sedangkan sekret pada alergi berwarna putih, bening, dan cair.
  • Mengalami sakit kepala karena sekret di rongga sinus menekan ke kepala.

Baca juga : Pengobatan Sinusitis Akut-Kronis Secara Alami Dan Aman

Jika Sinusitis tidak segera diobati, infeksi kuman dari Sinusitis juga beresiko menyebar ke tulang sekitar rongga sinus seperti mata, otak, dan paru. Namun, kondisi ini dapat dicegah dengan penanganan yang cepat dan optimal. Terapi pembedahan jarang diperlukan kecuali telah terjadi komplikasi ke organ sekitar sinus.