Mengenal Cystic Fibrosis ( Fibrosis Kistik ) Pada Bayi

Penyakit Cystic fibrosis (CF) atau Fibrosis Kistik merupakan penyakit genetika yang berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa. Pada penderita Fibrosis Kistik anak-anak, berarti mereka memiliki gen cacat tunggal, yang dapat berpengaruh pada perpindahan sodium chloride (garam) keluar masuk sel tertentu.

Mengenal Cystic Fibrosis ( Fibrosis Kistik ) Pada Bayi

Saat bayi menderita Fibrosis Kistik, hal ini dikarenakan ada lendir dalam saluran percernaannya, yang menebal dan juga lengket. Cairan tebal ini kemudian dapat menyumbat paru-paru hingga menyebabkan sulit bernafas. Disamping itu, bayi yang menderita Fibrosis Kistik, juga rentan terkena infeksi paru-paru karena bakteri akan merasa nyaman dalam ‘suasana lendir’ dan akhirnya menyebabkan kerusakan di paru-paru.

Akibat penebalan ini, tubuh si kecil terutama usus halus, tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan yang dia konsumsi. Selain itu, akibatnya juga berdampak pada gangguan pencernaan dan pertumbuhan. Hampir 15 sampai 20% bayi yang lahir dengan Fibrosis Kistik memiliki sesuatu yang disebut meconium ileus (ileus mekonium) saat lahir. Itu berarti usus halus mereka terhalang oleh mekonium, yakni zat berwarna hijau rumput laut yang keluar dalam feses pertama bayi. Karenya terkadang usus menjadi terbelit dan tidak berkembang dengan sempurna. Mekonium juga dapat menghalangi usus besar, di mana bayi tidak dapat buang air besar selama 1-2 hari setelah lahir.

Bayi lain dengan kondisi mengalami Cystic Fibrosis, mungkin akan terlihat baik-baik saja saat lahir. Namun seiring perkembangan gangguan pernapasan pun muncul, atau ada masalah berat badan selama 4-6 minggu pertama setelah lahir. Perkembangan yang buruk termasuk tanda-tanda awal dari Fibrosis Kistik. Anda mungkin juga akan sering melihat si kecil batuk-batuk atau mengi.

Akan tetapi, cukup sulit jika mendeteksi dan menyimpulkan apakah batuk dan mengi pada bayi disebabkan FIbrosis Kistik. Terlebih terdapat 2 hal yang bisa menandakan kondisi masalah kesehatan tersebut, yaitu yang disebabkan oleh virus bronchiolitis (peradangan pada saluran pernapasan halus), asma, pneumonia, atau bahkan karena lingkungan yang berdebu dan berasap. Kondisi-kondisi tersebut jauh lebih umum dibandingkan penyakit genetika apapun.

Mengenal Cystic Fibrosis ( Fibrosis Kistik ) Pada Bayi

Tanda-tanda lain Fibrosis Kistik adalah
  • Kulit terasa asin.
  • Nafsu makan besar namun berat badan rendah.
  • Feses cenderung besar dan berminyak.

Untuk memastikan apakah bayi menderita Fibrosis Kistik atau tidak, biasanya di beberapa tempat dirumah sakit bisa dilakukan tes CF / Cystic Fibrosis, sebagai bagian dari prosedur screening rutin bayi baru lahir. Tes ini dilakukan lewat tes darah yang diambil dari tumit bayi. Meski ketika tes semuanya tampak normal, bisa jadi di kemudian hari baru terdeteksi adanya Cystic Fibrosis.

Baca lainnya :

Ibu Hamil Yang Terkena Paparan Herpes

Herpes, adalah jenis penykait infeksi yang disebabkan oleh virus Herpes simpleks. DImana, jika seseorang sekali saja terinfeksi virus ini, virus Herpes tersebut akan menetap berada di dalam tubuh. Namun untungnya, virus Herpes yang menetap ini tidak selalu dalam mode aktif, dan saat kambuh juga tidak akan separah saat pertama kali terinfeksi.

Ibu Hamil Yang Terkena Paparan Herpes

Virus Herpes ini, berada pada lesi aktif / cairan di lentingan Vagina saat muncul keluhan. Penyakit Herpes biasanya ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita dari kulit ke kulit, hingga berhubungan seksual.

Herpes yang terjadi pada wanita hamil dapat memengaruhi perkembangan serta kesehatan janin dalam kandungan.

Penyakit Herpes pada ibu hamil juga mudah menular kepada anak di dalam kandungannya. Tentang bahaya atau tidaknya penularan Herpes ini tergantung pada kapan pertama kali sang ibu terinfeksi virus Herpes.

Gejala Herpes yang muncul umumnya berupa demam, nyeri otot, mual, lelah, dan muncul luka atau lentingan yang terasa nyeri pada mukosa mulut atau vagina. Luka inilah yang kemudian dapat menyebabkan keluhan nyeri saat berkemih.

Jika Ibu sudah terinfeksi Herpes sebelum mengandung.

Jika ibu hamil sebelumnya pernah terinfeksi Herpes sebelum dia mengandung, kecil kemungkina akan berbahaya bagi janin didalam kandungan. Hal ini dikarenakan antibodi pelindung tubuh dengan sendirinya akan diturunkan dari ibu kepada anak untuk melawan virus Herpes. Akan tetapi, jika penyakit Herpes pada wanita hamil yang diderita sang ibu termasuk sering kambuh, bisa jadi di dalam tubuh ibu terdapat kelemahan sistem kekebalan tubuh. Jika ibu ingin bayi di dalam kandungannya mendapat perlindungan tambahan, disarankan untuk menemui dokter untuk berkonsultasi guna mendapatkan pengobatan yang tepat.

Jika Ibu sudah terinfeksi Herpes saat hamil / tengah mengandung.

Seperti yang dijelaskan di atas, jika ibu hamil sebelumnya memang telah menedrita Herpes, lalu saat hamil menderita Herpes kembali, tidak akna membawa dampak terlalu buruk bagi kehamilannya. Namun, jka ibu pertama kali terinfeksi penyakit Herpes, dan terjadi saat hamil trimester pertama atau kedua (diperkirakan sampai minggu ke-26), maka ibu berisiko tinggi mengalami keguguran.

Selain itu, jika Herpes yang terjadi saat kehamilan tetap berlanjut, tidak ada risiko lebih lanjut dalam pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil. Kemungkinan pada bayi dalam kandungan tertular penyakit Herpes pun kurang dari 3%. Namun dokter bisa saja memberikan ibu obat antivirus.

Resiko penularan Herpes pada bayi saat kehamilan mencapai trimester ketiga jauh lebih tinggi lagi. Hal ini disebabkan tubuh ibu yang tidak punya cukup waktu dalam membentu antibodi sendiri. Si kecil dalam kandungan pun, tidak bisa mendapatkan antibodi dari ibu untuk melawan virus Herpes tersebut.

Untuk mencegah penylaran Herpes dari ibu ke bayi di dalam kandungan, disarankan untuk ibu hamil mengkonsumsi obat antivirus dan menjalani persalianan dengan operasi Caesar sesuai anjuran dokter. Karena, jika melahirkan dengan proses normal, ada kemungkinan bayi ketika lahir dapat terkena virus dengan mudah melalui kontak degan luka terbuka di Vagina ibu. Pencegahan yang tepat untuk menghindari infeksi Herpes ini tidak lain adalah dengan menghindari kontak fisik dengan penderita.

Baca artikel terkait :

Macam-macam Penyakit Kelamin Yang Menyerang Wanita

Sebelumnya mungkin kita lebih mengenal tentang penyakit kelamin yang menyerang kaum pria. Namun belakangan, dan cukup sering ditemukan jika penyakit kelamin juga menyerang pada kaum wanita bahkan penyakit kelamin pada wanita lebih sering tidak disadari keberadaannya, dan akhirnya membawa dampak pada kesuburan wanita.

Menurut website Alodokter, penyakit kelamin yang menyerang pada wanita lebih sering bersifat asimtomatis, artinya kehadirannya tanpa kemunculan gejala. Namun, dapat diketahui perkembangannya dengan kemunculan keputihan tidak normal, benjolan, memiliki luka yang disertai gatal serta adanya rasa nyeri di area organ intim. Pada kasus yang lebih sering, penyakit kelamin pada wanita terjadi akibat infeksi menular seksual, dermatitis yang disebabkan oleh alergi atau iritasi.

Macam-macam Penyakit Kelamin Yang Menyerang Wanita

Penyakit kelamin yang menyerang wanita juga tidak hanya satu jenis, berikut ini adalah Macam-macam Penyakit Kelamin Yang Menyerang Wanita, diantaranya :

1. Herpes.

Wanita terbilang lebih rentan untuk terjangkit penyakit menular seksual (PMS) jenis Herpes. Awalnya mungkin penderita tidak merasakan tanda-tanda apapun jika dirinya terkena infeksi Herpes. Jika seseorang sudah terinfeksi virus ini, maka virus akan menetap hidup di dalam tubuh, meskipun mungkin virus tersebut dalam keadaan tidak aktif.

Pada wanita sendiri, virus Herpes dapat menular dan masuk melalui mulut, labia, vagina, dan jaringan kulit yang terluka. Penularan penyakit ini juga dapat terjadi jika adanya kontak kulit secara langsung, termasuk aktivitas seksual dengan penderita herpes.

Tanda-tanda wanita terinfeksi virus Herpes diantaranya : mengalami gejala seperti flu dan demam diikuti dengan nyeri pada otot dan sendi, permukaan kulit pada area yang terinfeksi akan terasa gatal kemudian menjadi panas seperti terbakar disertai nyeri, mengalami keputihan abnormal, dapat disertai sakit kepala serta buang air kecil terasa menyakitkan. Kemudian diikuti munculnya lenting kemerahan berisi cairan, atau luka di sekitar vagina, bokong, selangkangan dan/atau pada area sekitar bibir dan mulut yang tumbuh berkelompok.

2. Keputihan abnormal.

Cairan keputihan normal bermanfaat untuk melembapkan, membersihkan, serta mencegah terjadinya infeksi pada vagina. Normalnya, cairan keputihan akan berwarna jernih atau putih serta tekstur sedikit encer, agak tebal, dan lengket.

Akan tetapi, jika cairan keputihan kemudian berwarna kehijauan, keabu-abuan, atau kuning (seperti nanah), bahkan bercampur bercak darah, bisa saja ini adalah pertanda adanya masalah kesehatan pada vagina. Keputihan yang abnormal ini biasanya juga disertai dengan bau yang tidak sedap, bengkak atau kemerahan, gatal hingga rasa terbakar, nyeri sekitar perut bawah, maupun nyeri saat berhubungan seksual.

Saat mengalami keputihan yang tidak normal, gejala lain yang bisa mengikuti diantaranya demam, kelelahan, nyeri perut, sering buang air kecil dan penurunan berat badan tanpa sebab segeralah berkonsultasi kepada dokter.

Penyebab dari keputihan abnormal ini beragam, bahkan seringkali merupakan pertanda terjadinya peradangan pada vagina (vaginitis) maupun mulut serviks (servisitis), yang bisa dipengaruhi oleh infeksi bakteri, protozoa, dan jamur. Dapat berkaitan dengan kondisi yang dikenal sebagai vaginosis bakterialis, kandidiasis vaginalis, maupun infeksi menular seksual seperti klamidia, gonore, dan trikomoniasis.

3. Kutil Kelamin.

Sesuai dengan namanya, penyakit yang menular secara seksual ini menimbulkan mengganggu gejala berupa tumbuhnya kutil pada area kelamin. Penyebab penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus human papilloma (HPV) yang menular saat terjadi kontak langsung, terutama secara seksual.

Jangan lewatkan, Obat Kutil Kelamin Terbaik Baca Disini!

Kutil kelamin biasanya berukuran sangat kecil dan datar, sehingga tidak disadari keberadaannya. Namun kemudian berkembang, semakin menonjol di atas permukaan kulit, dan membesar. Pada wanita, kutil dapat tumbuh bukan hanya pada permukaan organ kelamin atau anus, namun juga dapat menyebar hingga ke bagian dalamnya, dan kondisi serius ini lebih membutuhkan penanganan khusus dari dokter untuk bisa mengobati gejalanya. Walaupun begitu HPV penyebab kutil kelamin dapat menetap dalam tubuh seumur hidup, sekalipun sudah tidak lagi menimbulkan gejala dan sewaktu-waktu dapat berulang, terutama saat daya tahan tubuh menurun.

4. Salpingitis.

Salpingitis adalah penyakit yang ditandai dengan adanya peradangan di saluran tuba. Hampir dari sebagian besar kasus Salpingitis disebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk penyakit menular seksual Gonore dan Klamidia. Peradangan yang terjadi menyebabkan kerusakan permanen pada saluran tuba, hingga dapat menyebabkan infertilitas pada wanita. Pada kasus Salpingitis ringan, gejala yang ditimbulkan mungkin tidak dapat dirasakan sendiri oleh penderita. Namun, tanda-tanda yang harus dicurigai biasanya ditandai dengan keputihan tidak normal dan bau, munculnya bercak, hingga sakit pada perut dan punggung bawah, mengalami dismenorea atau rasa sakit saat menstruasi, sakit saat masa subur, sakit saat berhubungan seksual, demam, sering buang air kecil, serta mengalami mual dan muntah.

5. Kanker Serviks.

Hampir semua kasus penyakit Kanker Serviks disebabkan oleh HPV. Gejalanya yang berkaitan dengan siklus menstruasi, infeksi jamur, dan infeksi saluran kemih kebanyakan tidak disadari sebagai gejala Kanker Serviks hingga akhirnya berada pada stadium lanjut. Adapun gejala yang terjadi pada organ kelamin wanita yang berhubungan dengan Kanker Serviks diantaranya adanya gangguan menstruasi seperti menstruasi dengan jumlah perdarahan yang berlebih, perdarahan yang tidak normal diluar siklus menstruasi, nyeri maupun perdarahan saat berhubungan seksual, keputihan yang tidak normal disertai bau, juga sering buang air kecil dan terasa sakit.

Cara pencegahan yang tepat untuk terhindar dari beragam jenis penyakit kelamin diatas, adalah dengan memastikan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan vagina dengan pola hidup sehat seperti berolahraga rutin, mengkonsumsi makanan sehat, menghindari penggunaan sabun wangi dan antiseptik berlebihan saat mencuci vagina, serta melakukan seks yang aman serta setia terhadap pasangan.

Baca juga :

Mengetahui Apa Itu Penyakit Divertikulitis

Mengetahui Apa Itu Penyakit Divertikulitis,- Divertikulitis, atau Diverticulitis mungkin masih asing untuk diketahui oleh orang awam. Namun yang jelas, penyakit yang satu ini dapat terjadi pada siapapun, dan menyebabkan penderitanya mengalami gejala sakit perut pada sebelah kiri.

Divertikulitis terjadi ketika satu atau lebih Divertikula yang terdapat dalam saluran pencernaan mengalami peradangan atau terinfeksi. Divertikula kecil, kantong menggembung yang dapat membentuk di mana saja di sistem pencernaan termasuk pada lambung, kerongkongan hingga usus kecil. Namun, kondisi ini lebih sering ditemukan dalam usus besar.

Divertikula umum terjadi para orang-orang yang telah menginjak usia 40. Jika seseorang memiliki Divertikula, kondisi ini dikenal sebagai Diverticulosis.

Mengetahui Apa Itu Penyakit Divertikulitis

Gejala Divertikulitis.

Dijelaskan diatas, jika salah satu gejala dari Divertikulitis adalah mengalam isakit perut di bagian kiri. Selain itu, gejala akan semakin jelas dengan diiringi beberapa tanda lainnya, diantaranya :

  • Mengalami nyeri, sensitif, atau kram pada bagian perut, umumnya kiri bawah perut dan lebih terasa saat tubuh digerakkan.
  • Demam dan menggigil.
  • Kembung atau perut terasa dipenuhi gas.
  • Diare atau sembelit.
  • Mual dan muntah.
  • Penurunan / kehilangan nafsu makan.

Adapun seseorang bisa mengalami peningkatan dalam resiko mengalami Divertikulitis akibat beberapa faktor berikut ini.

  • Faktor genetik.
  • Usia, semakin bertambah usia, resiko Divertikulitis semakin besar.
  • Konsumsi obat-obatan anti peradangan non steroid / aspirin.
  • Kebiasaan buruk seperti merokok.
  • Obesitas.
  • Diet.
  • Kurang berolahraga.

Pengobatan Divertikulitis.

Cara penanganan Divertikulitis umumnya tergantung pada tingkat keparahan pada penderita. Jika Divertikulitis ringan, penderita hanya akan diresepkan obat antibiotik, obat pereda rasa sakit, serta diet tinggi cairan yang rendah serat. Langkah ini dilakukan hingga rasa nyeri menghilang. Namun jika yang diidap penderita adalah termasuk kategori Divertikulitis akut atau sudah berkomplikasi, maka penderita perlu melakukan rawat inap di rumah sakit.

Komplikasi serta Pencegahan Divertikulitis.

Adapun beberapa komplikasi yang dialami para penderita Divertikulitis akut, diantaranya :

  • Peritonitis, yang dapat muncul karena pecahnya kantung usus yang terinfeksi dan menumpahkan isinya ke rongga perut.
  • Munculnya abses pada rongga usus ketika nanah mengumpul di dalam kantung usus (Divertikula).
  • Usus besar atau usus kecil mengalami penyumbatan karena kemunculan jaringan parut.
  • Munculnya saluran tidak normal (fistula) antar bagian dari usus atau antara usus dengan kandung kemih.
  • Mengalami gangguan buang air kecil. Salah satu dampak dari penyakit
  • Divertikulitis adalah munculnya meradangnya bagian usus yang bersentuhan dengan kandung kemih. Karena kondisi inilah yang pada akhirnya menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil, frekuensi buang air kecil lebih sering, dan masuknya udara dalam urin.

Pencegahan Divertikulitis, dapat dilakukan dengan beberapa hal seperti :

  • Mengonsumsi banyak cairan.
  • Memperbanyak konsumsi makanan berserat tinggi namun rendah lemak atau mengonsumsi daging merah.
  • Berolahraga dengan rutin.

Semoga bermanfaat. Salam!

Posted by Obat QnC Jelly Gamat Khasiat Alami.

Waspadai Radang Amandel Berpotensi Menjadi Kanker Amandel

Seperti yang kita ketahui jika Radang Amandel biasa terjadi pada siapapun, dan lebih banyak terjadi pada anak-anak akibat kebiasaan makan mereka yang masih sembarangan, dan juga sistem kekebalan tubuh mereka yang rentan.

Waspadai Radang Amandel Berpotensi Menjadi Kanker Amandel

Radang amandel mungkin terlihat tidak terlalu menakutkan sebagai penyakit, namun jika radang Amandel tidak segera mendapat penanganan, maka bukan tidak mungkin akan menjadi semakin berbahaya dan berisiko menjadi Kanker amandel.

Dalam fungsinya, Amandel merupakan sebuah jaringan tubuh yang berfungsi sebagai penyaring bakteri serta virus yang bisa masuk melalui hidung dan mulut yang membawa dampak fatal pada sel-sel darah putih.

Awal dari gejala infeksi ringan pada amandel dimulai saat sistem kekebalan atau daya tahan tubuh membentuk antibodi terhadap infeksi. Namun sayangnya, amandel tidak terlalu kuat untuk menahan serangan infeksi bakteri dan virus tersebut maka secara langsung dan akhirnya menyebabkan tonsilitis atau radang amandel. Adapun jenis-jenis bakteri penyebab tonsilitis akut diantaranya adalah Stafilokokus Sp., Pneumokokus, dan Hemofilus influenzae. Hemofilus influenzae menyebabkan tonsilitis akut supuratif.

Pada kanker amandel biasanya ditandai dengan gejala awal adanya rasa nyeri pada bagian tenggorokan. Rasa nyeri ini akan menjalar sampai telinga, juga sisi yang sama pada amandel yang terkena.

Berikut ini adalah merupakan gejala yang menunjukkan kondisi tersebut terjadi karena kanker amandel.
  • Nyeri saat menelan.
  • Tenggorokan kering dan terasa seperti ada yang mengganjal di leher.
  • Demam, lemas, menggigil, sakit kepala, hingga nyeri otot.
  • Suara serak, mengalami batuk, pilek, bau mulut, nyeri perut, mual, juga pembesaran kelenjar limfe di sekitar leher.
  • Penderita penyakit ini juga biasanya juga akan mendengkur saat tidur.
  • Tonsil membesar, berwarna merah, dan terkadang muncul bercak putih.

Pemeriksaan sakit amandel dapat dilakukan melalui biopsi terhadap jaringan amandel. Selain infeksi radang akibat virus dan bakteri, amandel juga bisa terjadi karena kebiasaan merokok dan alkohhol yang dapat berkaitan dengan jenis kanker lainnya. Maka dari itu, pasti dilakukan pemeriksaan yang mencakup antara Laringoskopi, Bronkoskopi, dan Esofagoskopi.

Pengobatan menurut ahli medis untuk kanker amandel adalah dengan terapi penyinaran dan pembedahan. Pembedahan dilakukan untuk mengangkat kelenjar getah bening leher, tumor, dan sebagian rahang.

Posted by Obat QnC Jelly Gamat Khasiat Alami.

Jenis-jenis Penyakit Yang Terjadi Saat Musim Dingin

Musim dingin yang terjadi saat curah hujan cukup sering turun di Indonesia, membuat sebagian orang kedinginan akibat suhu yang rendah. Cuaca seperti ini tidak hanya membuat badan menggigil saja, namun yang perlu di waspadai tidak lain adalah ancaman penyakit yang lebih mudah menyerang saat tubuh dan cuaca tidak bersahabat.

Jenis-jenis Penyakit Yang Terjadi Saat Musim Dingin

Jenis-jenis Penyakit Yang Terjadi Saat Musim Dingin yang dikhawatirkan dapat menyerang Anda atau kerabat, diantaranya :

1. Serangan jantung.

Risiko serangan jantung ternyata mengalami peningkatan pada cuaca dingin. Hal ini diyakini dengan kekentalan darah cenderung meningkat sehingga tekanannya ikut naik. Bahkan, bukan cuma kasusnya, risiko kematian yang diakibatkan olehnya juga mengalami peningkatan. Mengenai penyebabnya sendiri, tidak semua ahli sepakat bahwa hal tersebut terjadi langsung oleh suhu dingin. Penelitian terbaru menyatakan bahwa suhu dingin meningkatkan risiko depresi yang membuat orang lupa menjaga kesehatannya.

2. Flu dan pilek.

Sama halnya dengan cuaca terik, cuaca dingin juga bisa membuat daya tahan tubuh melemah sehingga lebih rentan terhadap infeksi kuman. Karena itu, virus flu maupun kuman lainnya mudah sekali menyerang saluran napas pada musim hujan saat temperatur udara cenderung dingin.

3. Diare.

Secara langsung, cuaca dingin juga memicu seseorang mengalami diare yang sifatnya spesifik atau dipicu oleh infeksi kuman. Akan tetapi, karena cuaca dingin sering muncul pada musim hujan ketika sering terjadi banjir, maka kualitas air dan kebersihan yang buruk sangat mungkin untuk memicu infeksi saluran pencernaan. Oleh karena itu, terkadang diare muncul pada musim hujan ketika cuacanya cenderung dingin.

4. Asma.

Awal-awal musim hujan merupakan saat-saat paling rentan terhadap serangan asma mengingat suhunya tidak menentu dan cenderung sangat dingin. Di beberapa rumah sakit di Indonesia, angka kekambuhan asma terbukti mengalami peningkatan pada musim-musim dengan curah hujan tinggi.

5. Depresi.

Tidak berlebihan saat seseorang mendadak sedih ketika turun hujan, sebab cuaca dingin ternyata dapat memicu seasonal affective disorder (SAD) atau gangguan mood musiman. Selain memicu depresi kalau tidak tertangani, SAD juga membawa risiko lain berupa peningkatan berat badan karena nafsu makan cenderung meningkat saat badmood.

Baca juga :

Tentang Luka Bernanah Yang Lama Sembuh

Pada jenis luka umumnya luka tertusuk benda tajam atau tumpul pada kulit, jika tidak segera dibersihkan dan diobati bisa menimbulkan tetanus ataupun luka dengan nanah. Terutama jika luka tersebut terjadi karena terkena paku berkarat.

Tentang Luka Bernanah Yang Lama Sembuh

Tentang Luka Bernanah Yang Lama Sembuh

Namun kebenaran soal mengapa luka memiliki nanah kemungkinan besar karena Anda atau siapapun yang mengalami luka bernanah menderita penyakit Diabetes melitus. Penyakit ini muncul akibat kurangnya atau bahkan tidak adanya insulin di dalam tubuh.

Insulin dikatakan sebagai ‘kendaraan’ untuk glukosa yang masuk kedalam tubuh. Jika tidak ada / kurangnya insulin ini, menyebabkan gula (glukosa) menumpuk di dalam darah. Glukosa yang seharusnya menjadi energi untuk sel tubuh dan jaringan yang tidak masuk kedalam tubuh menyebabkan ketiadaan energi yang cukup saat proses penyembuhan luka. Maka luka yang terjadi, akan lama proses penyembuhannya.

Terlebih jika luka bernanah, luka jenis ini bisa terjadi dalam waktu lama. Apabila letaknya di kaki, letaknya dekat dengan tanah memudahkan terjadinya infeksi. Sehingga luka tersebut bernanah dan membuat semakin lama untuk sembuh.

Saya sayangat menyarankan Anda untuk memeriksakan gula darah dan konsultasi kepada dokter.

Solusi pengobatan luka bernanah cepat sembuh dan kering? QnC Jelly Gamat jawabannya!

Tentang Luka Bernanah Yang Lama Sembuh Tentang Luka Bernanah Yang Lama Sembuh

Baca Penelitian Teripang QnC Jelly Gamat Dalam Pengobatan Luka.

Posted by Obat QnC Jelly Gamat Khasiat Alami.

Cara Termudah Agar Amandel Tidak Lagi Membengkak

Pada umumnya, mereka yang terbiasa memiliki gangguan pada amandel mungkin karena tidak selalu menjaga asupan makanan yang dikonsumsi atau karena kondisi badannya yang tidak stabil hingga menyebabkan penyakit amandel sering kambuh dan membengkak.

Cara Termudah Agar Amandel Tidak Lagi Membengkak

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar amandel tidak terus mengalami kambuh dan membengkak hanya saja sebagai penderita amandel sebaiknya beberapa tips dibawah ini harus dijalankan, untuk menjaga amandel tidak kambuh dan tidak gampang membengkak.

Dan berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pencegahan amandel membengkak kembali, diantaranya :

  • Minum air putih dalam jumlah cukup minimal 8 gelas perhari
  • Makan makanan bergizi untuk meningkatkan imunitas tubuh
  • Istirahat dan tidur yang cukup
  • Kelola stres dengan baik
  • Gunakan masker bila berada di tempat umum
  • Biasakan cuci tangan sebelum makan dan setelah habis dari toilet
  • Tutup mulut dengan tissue saat batuk atau bersin
  • Jika gejala memberat segera hubungi dokter

Jadi nagaimana? Tidak sulit bukan untuk mencegah Amandel membengkak? Semoga tips diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

Baca artikel serupa :

Cara Termudah Agar Amandel Tidak Lagi Membengkak |

Begini Cara Mencegah Preeklampsia Pada Ibu Hamil

Preeklampsia, merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sebagian besar terjadi pada ibu hamil. Sebenarnya, apa sih Preeklampsia tersebut?

Begini Cara Mencegah Preeklampsia Pada Ibu Hamil

Mengenal Preeklampsia pada ibu hamil.

Preeklampsia ini adalah sebuah kondisi medis yang ditandai dengan kenaikan tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh kehamilan. Jika dibiarkan, kondisi dapat berkembang menjadi eklampsia, yaitu terjadinya kejang yang dapat menyebabkan koma dan dapat mengancam kehidupan, baik bagi ibu maupun janin.

Faktor lebih besar ibu hamil mengalami Preeklampsia terjadi pada wanita yang memiliki masalah kesehatan sebelumnya. Seperti penderita Diabetes, Hipertensi, menderita penyakit autoimun seperti lupus, thrombofilia, gangguan ginjal, riwayat keluarga dengan pra-eklampsia, obesitas dan wanita hamil dengan kehamilan kembar.

Mudah saja jika ibu hamil tidak ingin terkena Preeklampsia. Begini Cara Mencegah Preeklampsia Pada Ibu Hamil, kuncinya, Anda harus rajin mengkonsumsi probiotik. dalam sebuah penelitian dikatakan jika ibu hamil yang rajin mengkonsumsi susu, atau makanan lainnya yang mengandung probiotik akan mengurangi kemungkiann resiko ibu hamil mengalami Preeklampsia.

Dalam antisipasinya, untuk mengetahui apakah ibu terkena Preeklampsia atau tidak, biasanya dilakukan pemeriksaan sebelum kelahiran tiba. Dokter nantinya akan melakukan pemeriksaan terhadap tekanan darah, jumlah urin, dan mungkin ibu juga akan diminta untuk melakukan tes darah yang dapat menunjukkan apakah ibu mengidapnya atau tidak.

Ibu hamil yang menderita Preeklampsiasebenarnya tidak perlu terlalu khawatir untuk itu, karena penyakit ini masih bisa diatasi / diobati dengan cepat.

Jika ibu hamil mengalami Preeklampsia sedang, sementara bayi belum berkembang secara penuh maka dokter akan menyarankan Ibu melakukan beberapa hal seperti:

  • Mengurangi makan garam.
  • Minum 8 gelas air putih perhari.
  • Sering melakukan pemeriksaan sebelum kelahiran.
  • Istirahat, berbaring pada sisi kiri tubuh agar janin tidak menindih urat darah.

Sementara itu penanganan Preeklampsia lainnya yang dikatakan secara holistik modern, biasanya dilakukan oleh dokter dengan menyarankan Ibu mengambil tindakan preventif dan perawatan seperti berikut:

  • Menghindari stres, karena stres dapat mengacaukan metabolisme tubuh, menurunkan sistem imun dan bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.
  • Perbanyak mengkonsumsi sayuran berdaun hijau, brokoli, wortel, kacang-kacangan dan juga buah-buahan.
  • Minum air putih sebanyak delapan gelas perhari.
  • Menghindari minum susu, kafein, soft drink dan junk food.
  • Ganti garam meja dengan garam laut.
  • Mengkonsumsi supleman dan vitamin.

Jadi semua ibu tentu menginginkan kehamilan yang aman serta nyaman, begitupun dengan keselamatan bayi. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat ya. Untuk lebih jelasnya, Ibu dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter atau bidan Ibu.

Posted by Obat QnC Jelly Gamat Khasiat Alami.

Penyebab Putih Di Lidah Bayi

Merasa cemas ketika dalam lidah bayi Anda terdapat tanda putih? Jika iya, Anda sebagai orangtua harus mengetahui apa sebenarnya yang jadi penyebab lidah putih pada bayi.

Dari terkaan Anda, mungkin akan menyimpulkan bahwa putih di lidah bayi adakah bekas dari susu. Kondisi ini memang jadi penyebab salah satunya, namun yang perlu Anda waspadai adalah lidah putih pada bayi terjadi karena infeksi jamur Candida Albicans yang menyerang mulut bayi, yang dinamakan Oral Trush.

Penyebab Putih Di Lidah Bayi

Oral Trush atau infeksi jamur ini bisa terjadi pada mulut bayi baru lahir, atau bayi-bayi yang kurang berusai dari 2 bulan. Namun biasanya, bercak putih akibat Oral Trush tidak hanya terjadi pada lidah saja, namun bisa terdapat di pipi dalam, bibir bagian dalam juga langit-langit mulut.

Bercak akibat Oral Trush ini tidak dapat dihilangkan hanya dengan membersihkannya dengan kain atau tissue, justru dengan melakukan hal tersebut bisa-bisa lidah bayi akan berdarah. Ciri yang paling mudah dikenali jika bayi menderita Oral Trush adalah, mereka rewel (merasa tidak nyaman) saat menyusu.

Seperti yang dijelaskan diatas jika Oral Trush terjadi akibat infeksi jamur, maka pengobatan infeksi dilakukan dengan pemberian antibiotik, serta ibu menyusui yang harus melakukan pengobatan jika puting susunya juga terinfeksi jamur.

Apakah Oral Trush dapat hilang dengan sendirinya?

Khusus dalam kasus yang lebih ringan, Oral Trush dapat sembuh dengan sendirinya. Namun berbeda jika kasusnya lebih berat. Diperlukan pengobatan dna penanganan obat antijamur.

Jika masalah jamur ini berasal dari puting ibu menyusui, maka pengobatan juga harus dilakukan pada ibu. Rekomendasi kami untuk ibu menyusui yang mengalami luka di puting, peradangan di puting susu hingga lecet dan menjadi sulit untuk menyusui buah hati, Anda bisa mengoleskan QnC Jelly Gamat pada luka puting tersebut. Secara alami, penggunaan QnC Jelly Gamat dengan dioleskan pada luka radang di puting susu membantu mengatasi luka cepat sembuh, meredakan rasa sakit, dan memperbaiki jaringan rusak (lecet pada puting) secara alami.

Semoga bermanfaat, salam sehat untuk Bunda dan keluarga.

Posted by Obat QnC Jelly Gamat Khasiat Alami.

Baca juga :

Obat Untuk Jari Tangan Bengkak Akibat Reumatoid Arthritis
Tanda-tanda Menstruasi Anda Tidak Normal