Mengenal Penyakit Infeksi Kulit Tinea Fasialis

Anda mungkin masih asing untuk mengenal istilah medis untuk Tinea Fasialis. Namun Tinea Fasialis, biasanya terdiagnosis sebagai kondisi penyakit lain yang lebih umum seperti Dermatitis atopik. Padahal kenyataanya, Tinea Fasialis lebih mungkin terjadi di daerah-daerah dengan iklim tropis di seluruh dunia serta lebih sering terjadi pada kaum wanita ketimbang kaum pria.

Mengenal Penyakit Infeksi Kulit Tinea Fasialis

Tinea Fasialis adalah jenis penyakit infeksi jamur dermatofit (tinea) yang bergantung pada inangnya (bisa hewan dan manusia), untuk tempat tinggalnya. Seperti yang dilansir dari laman alodokter, jika penyakit infeksi akibat spora jamur dermatofit ini bisa hidup di kulit manusia hingga satu tahun lamanya. Jamur ini dapat berpindah-pindah dari tempat (inang) satu ke tempat lainnya sebagai cara pertahanan hidupnya. Walaupun memang sebenarnya jamur ini bisa hidup di tanah sekalipun. Biasanya Tinea Fasialis menyerang kulit tubuh yang tidak berambut seperti pada dahi, wajah, pipi, juga antara hidung dan mata.

Mengenal Penyakit Infeksi Kulit Tinea Fasialis

Tinea Fasialis jarang sekali terjadi pada anak-anak dan bayi. Berdasarkan penelitian, dalam kasus Tinea Fasialis pada bayi baru muncul jika kedua orang tuanya sama-sama terinfeksi jamur tinea. Berbeda dengan orang dewasa, infeksi jamur Tinea Fasialis dapat mengenai bagian wajah maupun pada anak.

Tinea Fasialis biasanya terjadi akibat infeksi dari beberapa jenis jamur, termasuk Trichophyton rubrum yang merupakan jamur yang dapat hidup pada tubuh manusia, jamur Microsporum canis dari kucing dan anjing, serta T. verrucosum dari hewan ternak. Pada Tinea fasialis yang disebabkan oleh jamur dengan inang manusia biasanya berasal dari infeksi jamur yang terjadi pada kaki (tinea pedis) atau kuku (tinea unguium).

Jamur penyakit Tinea hidup subur di daerah yang lembap dan basah seperti kamar mandi. Iklim hangat dan lembap seperti di negara kita, juga merupakan daerah yang ideal bagi pertumbuhan jamur tersebut. Faktor risiko utama terkena penyakit ini adalah melalui kontak fisik langsung dengan jamur yang hidup di kulit penderita Tinea. Selain itu, jamur ini dapat menular melalui pemakaian peralatan pribadi secara bersamaan, seperti handuk atau lap yang telah terkontaminasi jamur.

Bagaimana gejala Tinea Fasialis terlihat?

Infeksi Tinea Fasialis dapat dilihat dengan kemunculan sebidang bercak yang bentuknya oval/bulat, dengan kemerahan di kulit wajah dengan permukaan kulit yang bersisik dan bersih di tengahnya.

Bercak yang muncul juga menyebabkan gatal. Terlebih dengan terkena paparan sinar matahari, kondisi ini dapat semakin parah. Bercak akan terlihat seperti penyakit kulit Psoriasis, Dermatitis seboroik, eksim atopik, dll.

Penanganan Tinea Fasialis akan diberikan obat tertentu oleh dokter, bisa berupa salep dll.

Baca juga : Obat Penghilang Gatal-gatal Di Kulit Terampuh

Untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi, sebaiknya berhenti dalam kebiasaan berbagi pemakaian peralatan pribadi seperti pakaian, sisir, alat cukur, handuk atau lap. Gunakan alas kaki ketika berada di lingkungan yang lembap seperti di sekitar kolam renang atau di tempat sauna. Hindari kontak dengan binatang yang terkena infeksi jamur.

Posted by Obat QnC Jelly Gamat Khasiat Alami.

Bahaya Dibalik Jinaknya Mioma

Mioma adalah tumbuhnya sel tumor pada rahim dan daerah sekitarnya. Walaupun Mioma dikatakan termasuk tumor jinak, namun bukan berarti tidak berbahaya.

Bahaya Dibalik Jinaknya Mioma

Mioma umumnya lebih banyak ditemukan pada wanita usia reproduktif, yaitu antara 20 hingga 40 tahun, atau usia-usia rentang sebelum memasuki masa menopause. Kebanyakan Mioma ini tidak menimbulkan gejala yang kontras sehingga terkadang tidak dapat terdeteksi. Akan tetapi, beberapa wanita yang mengeluhkan kondisi cukup serius jika dilihat dari jumlah, letak, serta ukuran mioma itu sendiri.

Seperti yang dikatakan tadi, walaupun Mioma termasuk tumor jinak namun bukan berarti tidak berbahaya kan? Berikut ini adalah beberapa bahaya kesehatan yang terjadi karena Mioma.

— Mengalami masalah selama kehamilan.

Sebagian besar studi mengatakan jika Miom atau Mioma dapat meningkatkan resiko terjadinya kelahiran prematur, terhambatnya pertumbuhan janin, hingga lepasnya plasenta secara tiba-tiba.

— Terjadi masalah infertilitas.

Sebagian pasangan yang kesulitan untuk memiliki anak, diketahui memiliki Mioma saat dilakukan pemeriksaan USG. Walaupun tidak selalu berkaitan dengan kemandulan. Meski begitu, Mioma sedikit banyak menyebabkan masalah infertilitas dan keguguran.

— Perdarahan masif.

Sebagian Mioma juga dapat menyebabkan perdarahan dari dalam rahim. Perdarahan tersebut terjadi secara terus-menerus, dalam jumlah yang banyak dan dapat berujung pada Anemia.

— Angkat rahim.

Meskipun dalam kasusnya jarang terjadi, akan tetapi Mioma dengan jumlah banyak dan mengganggu dapat diindikasikan sebagai alasan pengangkatan rahim. Hal ini tentu saja akan berdampak kekecewaan pada wanita yang masih ingin memiliki anak.

Baca juga :

Efek Samping Yang Terjadi Akibat Operasi Miom
Cara Mengobati Tumor Mioma Selain Operasi

Semoga bermanfaat, salam Obat QnC Jelly Gamat Khasiat Alami.

Apakah Keloid Berbahaya Bagi Penderitanya?

Waspadai jika Anda memiliki luka yang sudah sembuh, namun ternyata setelahnya malah tumbuh daging di bekas luka tersebut. Tumbuhnya daging ini dinamakan Keloid.

Apakah Keloid Berbahaya Bagi Penderitanya

Menurut pengertian medis sendiri Keloid berarti pertumbuan jaringan fibroblas berlebih pada kulit akibat trauma. Pada umumnya Keloid ini tidak berbahaya, namun kehadirannya bisa muncul kembali di tempat yang sama, atau bahkan di beberapa bagian tubuh lain saat mengalami trauma (luka) kembali.

Penanganan yang dilakukan medis untuk mengatasi Keloid adalah melalui operasi pemotongan daging Keloid tersebut. Namun, bukan berarti Anda bisa terbebas sepenuhnya. Ada kemungkinan besar yang dapat menyebabkan Keloid muncul kembali bahkan setelah Anda melakukan operasi untuk menghilangkannya.

Bahkan sampai saat ini, Keloid masih menjadi masalah kulit yang sangat pelik dan sering kali membuat dokter maupun pasien frustrasi. Hal ini disebabkan karena Keloid adalah kelainan yang sering kambuh kembali walaupun telah berhasil dihilangkan.

Perlu Anda ketahui jika Keloid juga bisa menurun. Maka dari itu, Anda yang memiliki bakat (keturunan) Keloid sebisa mungkin mencegah luka dengan berhati-hati saat melakukan tindakan dan kegiatan jangan sampai membuat diri sendiri tersayat, tergores, atau apapun yang menyebabkan luka terbuka lainnya.

Apakah Keloid Berbahaya Bagi Penderitanya?

REKOMENDASI : Penanganan Keloid selain operasi, dengan konsumsi obat QnC Jelly Gamat. Bagaimana hasilnya?

Baca selengkapnya disini : Obat Untuk Menghilangkan Keloid Baru Dan Lama.

Benjolan Dibawah Dagu Apakah Kelenjar Getah Bening?

Benjolan termasuk keluhan yang banyak terjadi di masyarakat, namun sayangnya sebagian besar dari mereka yang mengeluhkan benjolan, hanya mengabaikannya.

Benjolan Dibawah Dagu Apakah Kelenjar Getah Bening?

Benjolan Dibawah Dagu Apakah Kelenjar Getah Bening?

Salah satu jenis benjolan yang menganggu penampilan, adalah benjolan dibawah dagu. Benjolan yang tumbuh dibawah dagu ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya :

  • Abses seperti jerawat.
  • Penumpukan lemak yang terjadi di bawah kulit / benjolan lemak (lipoma).
  • Infeksi kelenjar air liur.
  • Kelenjar getah bening membengkak.
  • Dan masih banyak lagi.

Tanda benjolan kelenjar getah bening biasanya terasa keras saat benjolan tersebut ditekan. Penderitanya juga mengalami tanda-tanda seperti demam yang tidak mereda, berkeringat saat malam hari, mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, juga sakit tenggorokan.

Pada dasarnya, kelenjar getah bening tidak hanya ada pada tenggorokan, namun menyebar di seluruh tubuh. Namun pada pembengkakan, selain di bawah dagu juga terjadi di leher, ketiak dan pangkal paha.

Baca artikel lainnya terkait benjolan

Mengenal Cholangitis, Infeksi Pada Saluran Empedu

Kita mungkin hanya mengetahui jika gangguan kesehatan / penyakit yang berkaitan dengan empedu, adalah batu empedu. Namun ternyata, saluran empedu juga bisa menjadi masalah kesehatan jika terkena infeksi. Adapun infeksi pada saluran empedu, dinamakan Cholangitis

Baca : Cara Menghilangkan Batu Empedu Selain Operasi?

Tentang Cholangitis.

Mengenal Cholangitis, Infeksi Pada Saluran Empedu

Dijelaskan diatas jika Cholangitis termasuk penyakit infeksi pada saluran empedu yakni sebuah saluran yang dilewati oleh cairan empedu dari hati, menuju kandung empedu dan usus. Cairan empedu ini bagaimanapun sangat dibutuhkan, sebab cairan yang diproduksi hati ini berguna dalam membantu proses pencernaan. Dalam kondisi normal, cairan empedu bersifat steril. Namun, saat terjadi penyumbatan di saluran empedu, maka tumpukan cairan ini kemudian bisa menimbulkan infeksi.

Gejala Cholangitis.

Penderita Cholangitis, biasanya merasakan tanda-tanda dan gejala seperti :

  • Merasakan sakit di perut bagian tengah atau bagian kanan.
  • Warna feses cokelat tua (serupa tanah liat)
  • Warna urin menjadi lebih gelap.
  • Mual dan muntah.
  • Demam.
  • Badan menggigil.
  • Kulit menguning yang hilang timbul.
Penyebab Cholangitis terjadi.

Selain infeksi bakteri dan saluran empedu yang tersumbat, penyebab Cholangitis juga terjadi akibat beberapa faktor diantaranya adalah memiliki riwayat sakit batu empedu, penderita sclerosing cholangitis, penderita penyempitan saluran empedu, penderita HIV / AIDS, dan mereka yang mengunjungi wilayah rawan infeksi parasit.

Cholangitis dapat terjadi pada siapa saja, namun sebagian besar terjadi pada mereka yang berusia 50 – 60 tahun. Pada kondisi yang sudah parah, Cholangitis dapat menyebabkan kematian jika tidak segera mendapat penanganan.

Mengenal Cholangitis, Infeksi Pada Saluran Empedu |

Posted by Obat QnC Jelly Gamat Khasiat Alami

Urin Berbau Menyengat, Berbahayakah?

Urin manusia umumnya memiliki bau yang khas, seperti aroma amonia. Akan tetapi, dalam kondisi tertentu aroma ini bisa berbeda atau menjadi lebih kuat. Jika kondisi ini terjadi, sebaiknya tidak dihiraukan karena bisa jadi tanda bahwa tubuh mengidap penyakit tertentu.

Urin Berbau Menyengat, Berbahayakah

Sebagian besar dari urin terdiri antara air, dan zat sisa dari ginjal. Saat zat sisa tersebut semakin banyak dan kandungan air justru semakin rendah, maka kondisi ini kerap menyebabkan urin berbau lebih menyengat.

Tidak hanya itu, urin berbau juga bisa terjadi akibat konsumsi makanan tertentu, seperti jengkol dan petai yang memiliki senyawa sulfur alami hingga mempengaruhi aroma urin. Akan tetapi, urin yang berbau akibat makanan, biasanya akan cepat menghilang. Beberapa obat dan Vitamin juga dapat berpengaruh pada aroma urin. Untuk itu, sebaiknya Anda lebih waspada saat mengalami kondisi urin berbau menyengat, tanpa konsumsi makanan dan obat yang berpotensi menyebabkan bau.

Urin Berbau Menyengat, Berbahayakah?

Beberapa maslaah kesehatan yang ditandai dengan tanda-tanda urin berbau menyengat, diantaranya :

  • Infeksi saluran kencing.

Bakteri pada urin bisa menyebabkan infeksi saluran kencing. Kondisi ini umumnya ditandai dengan urin yang berbau menyengat, lalu disertai dengan rasa ingin buang air kecil terus-menerus dan nyeri saat buang air kecil.

  • Penyakit liver.

Masalah pada liver (hati) seringkali ditandai melalui urin yang berwarna lebih gelap menyerupai warna teh dan bau yang menyengat. Segera periksakan diri ke dokter, terutama jika urin mulai berbau menyengat diikuti dengan gejala kembung, badan lemah, sakit pada perut, berat badan turun dan kulit yang menjadi kuning. Penyakit liver membutuhkan penanganan yang tepat agar tidak berlanjut menjadi kondisi berbahaya.

  • Fistula vesikointestinal.

Adalah sebutan untuk sebuah kondisi di mana terdapat lubang atau jalur antara kandung kemih dan usus, yang memungkinkan untuk bakteri dapat berpindah dari usus ke kandung kemih. Penyebabnya bisa terjadi akibat luka pada saat pembedahan, radang usus, atau penyakit Crohn.

  • Diabetes.

Diabetes yang dikenal dengan nama lain yaitu penyakit kencing manis. Kadar gula tinggi pada tubuh penderita Diabetes menyebabkan urin memiliki kandungan gula. Pada penderita Diabetes, urin mereka cenderung berbau manis layaknya cairan yang mengandung gula. Jika Anda menyadari urin lebih berbau manis, segerakan untuk memeriksakan diri agar mendapatkan pengobatan.

  • Fenilketonuria.

Fenilketonuria adalah kondisi tubuh yang tidak dapat memecah asam amino fenilalanin.Dampaknya yang terjadi adalah urin akan menumpuk dan mengeluarkan bau khas “mousey” yaitu seperti bau tikus. Penyakit ini biasanya sudah ada sejak lahir karena merupakan penyakit genetik dan tidak dapat disembuhkan.

  • Penyakit kencing sirup mapel.

Urin beraroma manis ternyata tidak hanya terjadi pada penderita Diabetes saja, namun juga terjadi akibat penyakit urin sirup mapel. Penyakit ini terjadi akibat faktor genetik dan tergolong penyakit langka yang dipengaruhi oleh ketidakmampuan tubuh dalam memecah asupan asam amino leusin, isoleusin dan valin. Walaupun penyakit ini tidak dapat disembuhkan, namun dengan perawatan yang benar, penderita dapat mencegah penderita dari konflikasi berbahaya.

  • Dehidrasi.

Dehidrasi merupakan kondisi saat tubuh mengalami kekeringan (kekurangan cairan) yang akhirnya menyebabkan urin berbau menyengat. Gejala lainnya yang bisa dikenali saat Anda dehidrasi adalah urin berwarna keruh seperti kuning tua menuju oranye. Untuk itu, segera minum air putih lebih banyak agar tubuh tidak dehidrasi. Jika dehidrasi tergolong berat, mungkin diikuti dengan rasa lelah yang amat sangat, lemas, gelisah, hingga penurunan kesadaran.

Posted by Obat QnC Jelly Gamat Khasiat Alami.

Mengenal Cystic Fibrosis ( Fibrosis Kistik ) Pada Bayi

Penyakit Cystic fibrosis (CF) atau Fibrosis Kistik merupakan penyakit genetika yang berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa. Pada penderita Fibrosis Kistik anak-anak, berarti mereka memiliki gen cacat tunggal, yang dapat berpengaruh pada perpindahan sodium chloride (garam) keluar masuk sel tertentu.

Mengenal Cystic Fibrosis ( Fibrosis Kistik ) Pada Bayi

Saat bayi menderita Fibrosis Kistik, hal ini dikarenakan ada lendir dalam saluran percernaannya, yang menebal dan juga lengket. Cairan tebal ini kemudian dapat menyumbat paru-paru hingga menyebabkan sulit bernafas. Disamping itu, bayi yang menderita Fibrosis Kistik, juga rentan terkena infeksi paru-paru karena bakteri akan merasa nyaman dalam ‘suasana lendir’ dan akhirnya menyebabkan kerusakan di paru-paru.

Akibat penebalan ini, tubuh si kecil terutama usus halus, tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan yang dia konsumsi. Selain itu, akibatnya juga berdampak pada gangguan pencernaan dan pertumbuhan. Hampir 15 sampai 20% bayi yang lahir dengan Fibrosis Kistik memiliki sesuatu yang disebut meconium ileus (ileus mekonium) saat lahir. Itu berarti usus halus mereka terhalang oleh mekonium, yakni zat berwarna hijau rumput laut yang keluar dalam feses pertama bayi. Karenya terkadang usus menjadi terbelit dan tidak berkembang dengan sempurna. Mekonium juga dapat menghalangi usus besar, di mana bayi tidak dapat buang air besar selama 1-2 hari setelah lahir.

Bayi lain dengan kondisi mengalami Cystic Fibrosis, mungkin akan terlihat baik-baik saja saat lahir. Namun seiring perkembangan gangguan pernapasan pun muncul, atau ada masalah berat badan selama 4-6 minggu pertama setelah lahir. Perkembangan yang buruk termasuk tanda-tanda awal dari Fibrosis Kistik. Anda mungkin juga akan sering melihat si kecil batuk-batuk atau mengi.

Akan tetapi, cukup sulit jika mendeteksi dan menyimpulkan apakah batuk dan mengi pada bayi disebabkan FIbrosis Kistik. Terlebih terdapat 2 hal yang bisa menandakan kondisi masalah kesehatan tersebut, yaitu yang disebabkan oleh virus bronchiolitis (peradangan pada saluran pernapasan halus), asma, pneumonia, atau bahkan karena lingkungan yang berdebu dan berasap. Kondisi-kondisi tersebut jauh lebih umum dibandingkan penyakit genetika apapun.

Mengenal Cystic Fibrosis ( Fibrosis Kistik ) Pada Bayi

Tanda-tanda lain Fibrosis Kistik adalah
  • Kulit terasa asin.
  • Nafsu makan besar namun berat badan rendah.
  • Feses cenderung besar dan berminyak.

Untuk memastikan apakah bayi menderita Fibrosis Kistik atau tidak, biasanya di beberapa tempat dirumah sakit bisa dilakukan tes CF / Cystic Fibrosis, sebagai bagian dari prosedur screening rutin bayi baru lahir. Tes ini dilakukan lewat tes darah yang diambil dari tumit bayi. Meski ketika tes semuanya tampak normal, bisa jadi di kemudian hari baru terdeteksi adanya Cystic Fibrosis.

Baca lainnya :

Ibu Hamil Yang Terkena Paparan Herpes

Herpes, adalah jenis penykait infeksi yang disebabkan oleh virus Herpes simpleks. DImana, jika seseorang sekali saja terinfeksi virus ini, virus Herpes tersebut akan menetap berada di dalam tubuh. Namun untungnya, virus Herpes yang menetap ini tidak selalu dalam mode aktif, dan saat kambuh juga tidak akan separah saat pertama kali terinfeksi.

Ibu Hamil Yang Terkena Paparan Herpes

Virus Herpes ini, berada pada lesi aktif / cairan di lentingan Vagina saat muncul keluhan. Penyakit Herpes biasanya ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita dari kulit ke kulit, hingga berhubungan seksual.

Herpes yang terjadi pada wanita hamil dapat memengaruhi perkembangan serta kesehatan janin dalam kandungan.

Penyakit Herpes pada ibu hamil juga mudah menular kepada anak di dalam kandungannya. Tentang bahaya atau tidaknya penularan Herpes ini tergantung pada kapan pertama kali sang ibu terinfeksi virus Herpes.

Gejala Herpes yang muncul umumnya berupa demam, nyeri otot, mual, lelah, dan muncul luka atau lentingan yang terasa nyeri pada mukosa mulut atau vagina. Luka inilah yang kemudian dapat menyebabkan keluhan nyeri saat berkemih.

Jika Ibu sudah terinfeksi Herpes sebelum mengandung.

Jika ibu hamil sebelumnya pernah terinfeksi Herpes sebelum dia mengandung, kecil kemungkina akan berbahaya bagi janin didalam kandungan. Hal ini dikarenakan antibodi pelindung tubuh dengan sendirinya akan diturunkan dari ibu kepada anak untuk melawan virus Herpes. Akan tetapi, jika penyakit Herpes pada wanita hamil yang diderita sang ibu termasuk sering kambuh, bisa jadi di dalam tubuh ibu terdapat kelemahan sistem kekebalan tubuh. Jika ibu ingin bayi di dalam kandungannya mendapat perlindungan tambahan, disarankan untuk menemui dokter untuk berkonsultasi guna mendapatkan pengobatan yang tepat.

Jika Ibu sudah terinfeksi Herpes saat hamil / tengah mengandung.

Seperti yang dijelaskan di atas, jika ibu hamil sebelumnya memang telah menedrita Herpes, lalu saat hamil menderita Herpes kembali, tidak akna membawa dampak terlalu buruk bagi kehamilannya. Namun, jka ibu pertama kali terinfeksi penyakit Herpes, dan terjadi saat hamil trimester pertama atau kedua (diperkirakan sampai minggu ke-26), maka ibu berisiko tinggi mengalami keguguran.

Selain itu, jika Herpes yang terjadi saat kehamilan tetap berlanjut, tidak ada risiko lebih lanjut dalam pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil. Kemungkinan pada bayi dalam kandungan tertular penyakit Herpes pun kurang dari 3%. Namun dokter bisa saja memberikan ibu obat antivirus.

Resiko penularan Herpes pada bayi saat kehamilan mencapai trimester ketiga jauh lebih tinggi lagi. Hal ini disebabkan tubuh ibu yang tidak punya cukup waktu dalam membentu antibodi sendiri. Si kecil dalam kandungan pun, tidak bisa mendapatkan antibodi dari ibu untuk melawan virus Herpes tersebut.

Untuk mencegah penylaran Herpes dari ibu ke bayi di dalam kandungan, disarankan untuk ibu hamil mengkonsumsi obat antivirus dan menjalani persalianan dengan operasi Caesar sesuai anjuran dokter. Karena, jika melahirkan dengan proses normal, ada kemungkinan bayi ketika lahir dapat terkena virus dengan mudah melalui kontak degan luka terbuka di Vagina ibu. Pencegahan yang tepat untuk menghindari infeksi Herpes ini tidak lain adalah dengan menghindari kontak fisik dengan penderita.

Baca artikel terkait :

Macam-macam Penyakit Kelamin Yang Menyerang Wanita

Sebelumnya mungkin kita lebih mengenal tentang penyakit kelamin yang menyerang kaum pria. Namun belakangan, dan cukup sering ditemukan jika penyakit kelamin juga menyerang pada kaum wanita bahkan penyakit kelamin pada wanita lebih sering tidak disadari keberadaannya, dan akhirnya membawa dampak pada kesuburan wanita.

Menurut website Alodokter, penyakit kelamin yang menyerang pada wanita lebih sering bersifat asimtomatis, artinya kehadirannya tanpa kemunculan gejala. Namun, dapat diketahui perkembangannya dengan kemunculan keputihan tidak normal, benjolan, memiliki luka yang disertai gatal serta adanya rasa nyeri di area organ intim. Pada kasus yang lebih sering, penyakit kelamin pada wanita terjadi akibat infeksi menular seksual, dermatitis yang disebabkan oleh alergi atau iritasi.

Macam-macam Penyakit Kelamin Yang Menyerang Wanita

Penyakit kelamin yang menyerang wanita juga tidak hanya satu jenis, berikut ini adalah Macam-macam Penyakit Kelamin Yang Menyerang Wanita, diantaranya :

1. Herpes.

Wanita terbilang lebih rentan untuk terjangkit penyakit menular seksual (PMS) jenis Herpes. Awalnya mungkin penderita tidak merasakan tanda-tanda apapun jika dirinya terkena infeksi Herpes. Jika seseorang sudah terinfeksi virus ini, maka virus akan menetap hidup di dalam tubuh, meskipun mungkin virus tersebut dalam keadaan tidak aktif.

Pada wanita sendiri, virus Herpes dapat menular dan masuk melalui mulut, labia, vagina, dan jaringan kulit yang terluka. Penularan penyakit ini juga dapat terjadi jika adanya kontak kulit secara langsung, termasuk aktivitas seksual dengan penderita herpes.

Tanda-tanda wanita terinfeksi virus Herpes diantaranya : mengalami gejala seperti flu dan demam diikuti dengan nyeri pada otot dan sendi, permukaan kulit pada area yang terinfeksi akan terasa gatal kemudian menjadi panas seperti terbakar disertai nyeri, mengalami keputihan abnormal, dapat disertai sakit kepala serta buang air kecil terasa menyakitkan. Kemudian diikuti munculnya lenting kemerahan berisi cairan, atau luka di sekitar vagina, bokong, selangkangan dan/atau pada area sekitar bibir dan mulut yang tumbuh berkelompok.

2. Keputihan abnormal.

Cairan keputihan normal bermanfaat untuk melembapkan, membersihkan, serta mencegah terjadinya infeksi pada vagina. Normalnya, cairan keputihan akan berwarna jernih atau putih serta tekstur sedikit encer, agak tebal, dan lengket.

Akan tetapi, jika cairan keputihan kemudian berwarna kehijauan, keabu-abuan, atau kuning (seperti nanah), bahkan bercampur bercak darah, bisa saja ini adalah pertanda adanya masalah kesehatan pada vagina. Keputihan yang abnormal ini biasanya juga disertai dengan bau yang tidak sedap, bengkak atau kemerahan, gatal hingga rasa terbakar, nyeri sekitar perut bawah, maupun nyeri saat berhubungan seksual.

Saat mengalami keputihan yang tidak normal, gejala lain yang bisa mengikuti diantaranya demam, kelelahan, nyeri perut, sering buang air kecil dan penurunan berat badan tanpa sebab segeralah berkonsultasi kepada dokter.

Penyebab dari keputihan abnormal ini beragam, bahkan seringkali merupakan pertanda terjadinya peradangan pada vagina (vaginitis) maupun mulut serviks (servisitis), yang bisa dipengaruhi oleh infeksi bakteri, protozoa, dan jamur. Dapat berkaitan dengan kondisi yang dikenal sebagai vaginosis bakterialis, kandidiasis vaginalis, maupun infeksi menular seksual seperti klamidia, gonore, dan trikomoniasis.

3. Kutil Kelamin.

Sesuai dengan namanya, penyakit yang menular secara seksual ini menimbulkan mengganggu gejala berupa tumbuhnya kutil pada area kelamin. Penyebab penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus human papilloma (HPV) yang menular saat terjadi kontak langsung, terutama secara seksual.

Jangan lewatkan, Obat Kutil Kelamin Terbaik Baca Disini!

Kutil kelamin biasanya berukuran sangat kecil dan datar, sehingga tidak disadari keberadaannya. Namun kemudian berkembang, semakin menonjol di atas permukaan kulit, dan membesar. Pada wanita, kutil dapat tumbuh bukan hanya pada permukaan organ kelamin atau anus, namun juga dapat menyebar hingga ke bagian dalamnya, dan kondisi serius ini lebih membutuhkan penanganan khusus dari dokter untuk bisa mengobati gejalanya. Walaupun begitu HPV penyebab kutil kelamin dapat menetap dalam tubuh seumur hidup, sekalipun sudah tidak lagi menimbulkan gejala dan sewaktu-waktu dapat berulang, terutama saat daya tahan tubuh menurun.

4. Salpingitis.

Salpingitis adalah penyakit yang ditandai dengan adanya peradangan di saluran tuba. Hampir dari sebagian besar kasus Salpingitis disebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk penyakit menular seksual Gonore dan Klamidia. Peradangan yang terjadi menyebabkan kerusakan permanen pada saluran tuba, hingga dapat menyebabkan infertilitas pada wanita. Pada kasus Salpingitis ringan, gejala yang ditimbulkan mungkin tidak dapat dirasakan sendiri oleh penderita. Namun, tanda-tanda yang harus dicurigai biasanya ditandai dengan keputihan tidak normal dan bau, munculnya bercak, hingga sakit pada perut dan punggung bawah, mengalami dismenorea atau rasa sakit saat menstruasi, sakit saat masa subur, sakit saat berhubungan seksual, demam, sering buang air kecil, serta mengalami mual dan muntah.

5. Kanker Serviks.

Hampir semua kasus penyakit Kanker Serviks disebabkan oleh HPV. Gejalanya yang berkaitan dengan siklus menstruasi, infeksi jamur, dan infeksi saluran kemih kebanyakan tidak disadari sebagai gejala Kanker Serviks hingga akhirnya berada pada stadium lanjut. Adapun gejala yang terjadi pada organ kelamin wanita yang berhubungan dengan Kanker Serviks diantaranya adanya gangguan menstruasi seperti menstruasi dengan jumlah perdarahan yang berlebih, perdarahan yang tidak normal diluar siklus menstruasi, nyeri maupun perdarahan saat berhubungan seksual, keputihan yang tidak normal disertai bau, juga sering buang air kecil dan terasa sakit.

Cara pencegahan yang tepat untuk terhindar dari beragam jenis penyakit kelamin diatas, adalah dengan memastikan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan vagina dengan pola hidup sehat seperti berolahraga rutin, mengkonsumsi makanan sehat, menghindari penggunaan sabun wangi dan antiseptik berlebihan saat mencuci vagina, serta melakukan seks yang aman serta setia terhadap pasangan.

Baca juga :

Mengetahui Apa Itu Penyakit Divertikulitis

Mengetahui Apa Itu Penyakit Divertikulitis,- Divertikulitis, atau Diverticulitis mungkin masih asing untuk diketahui oleh orang awam. Namun yang jelas, penyakit yang satu ini dapat terjadi pada siapapun, dan menyebabkan penderitanya mengalami gejala sakit perut pada sebelah kiri.

Divertikulitis terjadi ketika satu atau lebih Divertikula yang terdapat dalam saluran pencernaan mengalami peradangan atau terinfeksi. Divertikula kecil, kantong menggembung yang dapat membentuk di mana saja di sistem pencernaan termasuk pada lambung, kerongkongan hingga usus kecil. Namun, kondisi ini lebih sering ditemukan dalam usus besar.

Divertikula umum terjadi para orang-orang yang telah menginjak usia 40. Jika seseorang memiliki Divertikula, kondisi ini dikenal sebagai Diverticulosis.

Mengetahui Apa Itu Penyakit Divertikulitis

Gejala Divertikulitis.

Dijelaskan diatas, jika salah satu gejala dari Divertikulitis adalah mengalam isakit perut di bagian kiri. Selain itu, gejala akan semakin jelas dengan diiringi beberapa tanda lainnya, diantaranya :

  • Mengalami nyeri, sensitif, atau kram pada bagian perut, umumnya kiri bawah perut dan lebih terasa saat tubuh digerakkan.
  • Demam dan menggigil.
  • Kembung atau perut terasa dipenuhi gas.
  • Diare atau sembelit.
  • Mual dan muntah.
  • Penurunan / kehilangan nafsu makan.

Adapun seseorang bisa mengalami peningkatan dalam resiko mengalami Divertikulitis akibat beberapa faktor berikut ini.

  • Faktor genetik.
  • Usia, semakin bertambah usia, resiko Divertikulitis semakin besar.
  • Konsumsi obat-obatan anti peradangan non steroid / aspirin.
  • Kebiasaan buruk seperti merokok.
  • Obesitas.
  • Diet.
  • Kurang berolahraga.

Pengobatan Divertikulitis.

Cara penanganan Divertikulitis umumnya tergantung pada tingkat keparahan pada penderita. Jika Divertikulitis ringan, penderita hanya akan diresepkan obat antibiotik, obat pereda rasa sakit, serta diet tinggi cairan yang rendah serat. Langkah ini dilakukan hingga rasa nyeri menghilang. Namun jika yang diidap penderita adalah termasuk kategori Divertikulitis akut atau sudah berkomplikasi, maka penderita perlu melakukan rawat inap di rumah sakit.

Komplikasi serta Pencegahan Divertikulitis.

Adapun beberapa komplikasi yang dialami para penderita Divertikulitis akut, diantaranya :

  • Peritonitis, yang dapat muncul karena pecahnya kantung usus yang terinfeksi dan menumpahkan isinya ke rongga perut.
  • Munculnya abses pada rongga usus ketika nanah mengumpul di dalam kantung usus (Divertikula).
  • Usus besar atau usus kecil mengalami penyumbatan karena kemunculan jaringan parut.
  • Munculnya saluran tidak normal (fistula) antar bagian dari usus atau antara usus dengan kandung kemih.
  • Mengalami gangguan buang air kecil. Salah satu dampak dari penyakit
  • Divertikulitis adalah munculnya meradangnya bagian usus yang bersentuhan dengan kandung kemih. Karena kondisi inilah yang pada akhirnya menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil, frekuensi buang air kecil lebih sering, dan masuknya udara dalam urin.

Pencegahan Divertikulitis, dapat dilakukan dengan beberapa hal seperti :

  • Mengonsumsi banyak cairan.
  • Memperbanyak konsumsi makanan berserat tinggi namun rendah lemak atau mengonsumsi daging merah.
  • Berolahraga dengan rutin.

Semoga bermanfaat. Salam!

Posted by Obat QnC Jelly Gamat Khasiat Alami.