Efek Samping Yang Terjadi Akibat Operasi Miom

Anda pasti sudah mengetahui tentang Miom kan? Jika belum, mari simak sedikit ulasan dari kami tentang penyakit ini, dan tepatnya efek samping yang bisa terjadi ketika seseorang selesai menjalani operasi Miom.

Efek Samping Yang Terjadi Akibat Operasi Miom

Miom termasuk salah satu gangguan semacam tumor (tumor jinak) yang tumbuh dan berkembang di rahim. Jenis miom ini dapat berkembang dengan cepat di rahim, meskipun termasuk kedalam golongan tumor yang tidak berbahaya jika terjadi pada wanita hamil hal tersebut akan menganggu. Wanita hamil yang memiliki miom beresiko melahirkan dengan tingkat keselamatannya yang rendah.

Lalu apa yang membuat miom menjadi berbahaya?

Menurut situs hamil.co.id, dimanapun posisi miom akan sangat berbahaya. Ditambah lagi jika dalam kondisi hamil, keberadaaannya yang menghadap ke arah rahim, janin tidak dapat berkembang secara normal sehingga menyebabkan resiko keguguran yang cukup tinggi. Jika posisi miom tersebut berada di atas, kemungkinan lainnya yang terjadi pada janin adalah kepala bayi nantinya harus menyamping dan posisi bayi kemudian akan melintang.

Jika diharuskan, jalan medis yang biasanya ditempuh untuk mengatasi miom ini adalah operasi. Namun berdasarkan data yang ada, operasi miom yang dilakukan dapat memiliki beberapa efek samping, yang diantaranya adalah :

  • Menyebabkan penuaan dini dan Osteoporosis lebih cepat.
  • Kecanduan obat-obatan tertentu.
  • Gangguan pencernaan.
  • Terdapat masalah di pembuluh darah jantung.
  • Mengalami gangguan pada kelenjar tiroid.
  • Menurunkan gairah seksual.
  • Menopause lebih cepat.
  • Terjadi masalah di organ kewanitaan.
  • Berisiko terhadap penyakit jantung hipertensif atau pembengkakan pada jantung.
  • Mengalami tekanan darah tinggi.
  • Depresi.

Jika melihat beberapa risiko atau dampak yang berasal dari selesai dilakukannya operasi miom, tentu saja sangat-sangat merugikan kesehatan ya. Kembali tergantung kebutuhan pasien sendiri, jika operasi adalah jalan tepat tinggal dilakukan saja.

Nah untuk Anda yang tidak ingin memiliki risiko besar selesai melakukan operasi miom, kami rekomendasikan pengobatan lain dengan obat herbal QnC Jelly Gamat, salah satu obat herbal yang telah terbukti ampuh dalam mengatasi berbagai masalah tumor seperti miom. Ingin tau bagaimana khasiat selengkapnya mengenai QnC Jelly Gamat? Simak disini selengkapnya : QnC Jelly Gamat

Efek Samping Yang Terjadi Akibat Operasi Miom |

Ulasan Singkat Mengenai Penyebab Dan Gejala TBC Tulang Belakang

Taukah Anda bahwa penyakit TBC tidak hanya terjadi para paru-paru namun juga pada tulang belakang. Mari simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Ulasan Singkat Mengenai Penyebab Dan Gejala TBC Tulang Belakang
TBC atau Tuberculosis/Tuberkulosis sendiri merupakan kondisi dimana paru-paru termasuki bakteri yang disebut dengan Mycobacterium tuberculosis. Dalam kondisi tertentu bakteri tersebut bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui aliran darah termasuk tulang belakang. Dan dari sinilah awal mula TBC Tulang belakang berasal.

Bakteri yang menyerang tulang belakang ini menyerang pada tulang belakang yang berada di bagian atas setinggi iga dada pada bagian rendah. Jika bakteri tersebut menyebar ke bagian 2 vertebra yang berdekatan, maka bisa dipastikan dapat terjadi intervertebralis atau infeksi pada bantalan diantara dua vertebra.

Pada dasarnya, bantalan tersebut tidak memiliki pembuluh darah yang dapat dialiri nutrisi. Akan tetapi berbeda cerita jika bantalan tersebut kemudian terinfeksi dan secara perlahan makan kematian sel-sel diskus terjadi dan akhirnya bantalan mengempis. Setelah ini terjadi maka kedua bantalan tersebut saling menempel satu sama lain dan menyebabkan tulang belakang kehilangan kelenturannya hingga menyebabkan kerusakan. Kejadian seperti ini akan membuat orang tersebut mengalami kesulitan dalam bergerak.

Seseorang yang menderita TBC Tulang akan mengalami beberapa gejala, seperti merasakan sakit punggung di bagian tertentu, mengalami kelainan saraf, mengalami penurunan berat badan yang drastis atau Anoreksia, menyebabkan penderitanya Kifosis atau bungkuk disertai pembengkakan paravertebral, lalu tubuh kaku dan tegang, mengalami demam dan tubuh berkeringat saat malam hari dan sampai memunculkan benjolan pada bagian selangkangan yang terkadang dikira sebagai penyakit Hernia.

Jika kondisi tersebut muncul pada siapapun, Anda ataupun keluarga sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter atau rumah sakit untuk memperjelas apakah gejala yang dialami termasuk kedalam gejala penyakit TBC Tulang atau tidak.

Ulasan Singkat Mengenai Penyebab Dan Gejala TBC Tulang Belakang |

Gejala Demam Rematik Yang Terjadi Akibat Radang Tenggorokan

Demam rematik ternyata merupakan salah satu komplikasi yang terjadi akibat radang tenggorokan. Demam rematik sendiri termasuk salah satu penyakit yang cukup fatal karena dapat menyebabkan rusaknya katup jantung, serangan stroke bahkan yang terburuk adalah kematian. Untuk itu, mengetahui gejala dari demam rematik sangat-sangat wajib untuk Anda ketahui.

Gejala Demam Rematik Yang Terjadi Akibat Radang Tenggorokan

Demam rematik termasuk kedalam jenis penyakit langka, semua orang bisa terkena penyakit satu ini namun demam rematik lebih banyak dialami oleh anak-anak yang berusia 5 hingga 15 tahun.

Mungkin Anda, atau siapapun tidak menyangka, dengan radang tenggorokan saja bisa menimbulkan efek terhadap penyakit lainnya yaitu demam rematik. Untuk mengetahui bagaimana gejala dari penyakit tersebut, berikut ini adalah 5 gejala dari demam rematik yang terjadi akibat radang tenggorokan, diantaranya :

  • Nyeri persendian (artritis).
  • Ruam kulit.
  • Nyeri dada atau palpitasi (jantung berdebar) karena karditis.
  • Kedutan di luar kesadaran (corea Sydenham), dan
  • Benjolan kecil di bawah kulit (nodul).

Gejala-gejala tersebut bisa menghilang dengan sendirinya dalam kurun waktu sebulan, tapi juga kadang pada beberapa pasien bertahan hingga beberapa bulan. Umumnya penanganan dilakukan dirumah sakit, tergantung kebutuhan pasien dan dokter biasanya akan memberikan obat-obatan anti peradangan untuk menghentikan radang dan menurunkan gejala yang dirasakan penderitanya. Sayangnya, menurut catatan medis belum ada obat penyembuh untuk penyakit ini, seseorang yang sudah pernah mengalami penyakit ini dapat mengalaminya kembali di masa yang akan datang. Jika kembali terulang, maka dampaknya dapat mempertinggi risiko terjadinya kerusakan jantung permanen, cukup berbahaya.

Itu dia sekilas ulasan mengenai gejala dari Demam Rematik yang bisa terjadi karena diawali dengan radang tenggorokan yang tidak menerima pengobatan semestinya. Untuk itu, jika Anda mengalami sakit apapun, termasuk sepele sebaiknya periksakan kondisi kesehatan Anda dengan baik, agar tidak terjadi komplikasi berbahaya lainnya.

Semoga bermanfaat!

Gejala Demam Rematik Yang Terjadi Akibat Radang Tenggorokan |

Cara Membedakan Gejala Sakit Demam Berdarah Dan Tipes

Sepertinya bukan hal baru mengetahui fakta bahwa gejala dari kedua penyakit ini, Demam Berdarah dan Tipes yang memiliki sedikit kemiripan sehingga terkadang orang-orang menjadi keliru.

Cara Membedakan Gejala Sakit Demam Berdarah Dan Tipes

Demam Berdarah dan tipes ini memiliki gejala yang dapat dikatakan hampir sama. Kedua penyakit ini ditandai oleh gejala berupa demam yang cukup tinggi. Jika alah menduga jenis penyakit yang diderita, maka bisa-bisa dapat menyebabkan kesalahan penanganan yang justru akan berakibat fatal bagi penderita. Lalu sebenarnya apa saja yang menjadi perbedaan antara penyakit demam berdarah dan tipes tersebut?

Pertama-tama dilihat dari penyebab. Penyebab dari penyakit Demam Berdarah atau DBD ini sudah jelas berbeda dengan tipes. Demam berdarah yang kita tau disebabkan oleh virus dengue yang berasal dari nyamuk Aides Aegypti. Ada sekitar 4 virus Demam Berdarah yang bisa menyerang manusia, makanya terkadang pada tiap-tiap penderita Demam Berdarah memiliki gejala yang berbeda-beda. Nyamuk Aedes Aegypti yang sebelumnya mengisap darah pada  penderita DBD, jika  kemudian menggigit orang lain yang sehat maka virus demam berdarah akan berpindah ke orang sehat tersebut dan orang tersebut akan menderita Demam Berdarah.

Berbeda dengan demam berdarah, justru penyakit tifus disebabkan oleh bakteri yang bernama Salmonella typhi. Bakteri ini berkembang dengan cepat pada tempat-tempat yang kotor. Penyebaran bakteri ini dibantu oleh serangga pembawa bakteri, salah satunya adalah lalat. Oleh lalat, bakteri ini kemudian dibawa ke makanan atau minuman dan seterusnya akan masuk ke dalam tubuh orang yang mengkonsumsinya, dan inilah yang menyebabkan orang tersebut terjangkit penyakit tipes.

Dan ini dia, gejala dari penyakit demam berdarah dan tipes, mari kita lihat apa perbedaannya.

Gejala Demam Berdarah adalah :

  • Mendadak mengalami demam selama 2 – 7 hari, tampak lemah lesu suhu badan antara 38ºC sampai 40ºC atau lebih.
  • Tampak bintik-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah tersebut tidak hilang.
  • Kadang-kadang terjadi perdarahan di hidung ( mimisan)
  • Penderita mengalami muntah darah atau bab berdarah (Hematemesis).
  • Tes Torniquet positif.
  • Jika sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin berkeringat.

Gejala Tipes, adalah :

  • Badan mengalami pegal-pegal dan kepala pusing.
  • Tidak ada demam tinggi, hanya badan terasa hangat saja.
  • Tidak memiliki nafsu makan, jika makan lidah terasa pahit.
  • Berkeringat dingin, dan sering berkeringat bahkan di ruangan ber-AC sekalipun.
  • Merasa lemah, mudah lelah.
  • Perut terasa mual.
  • Sedikit mengalami batuk-batuk kering.

Cara yang baik untuk mengetahui sebenarnya gejala apa yang muncul adalah dilakukannya pemeriksaan kedokter. Hal ini dilakukan agar dapat mempermudah pasien mendapatkan kesembuhan lebih cepat dan tidak terlambat.

Sudah tau kan sekarang bagaimana perbedaan gejala keduanya, antara Demam Berdarah atau DBD serta penyakit Tipes/Tifus ini? Jadi, jangan salah lagi dan jangan sekali-kali memutuskan sendiri apa yang terjadi pada tubuh Anda. Lakukan pemeriksaan dengan benar kedokter atau rumah sakit langsung.

Semoga bermanfaat!

Cara Membedakan Gejala Sakit Demam Berdarah Dan Tipes |

Kenali Lebih Dekat Penyakit Pengapuran Sendi Osteoarthritis

Pengapuran sendi atau Osteoartritis atau OA merupakan suatu penyakit sendi menahun yang ditandai dengan penipisan atau pengikisan pada tulang rawan sendi yang mengakibatkan bantalan sendi semakin lama semakin menipis yang akhirnya akan hilang atau gundul, sehingga sendi akan terasa nyeri jika dilakukan gerakan sedikit saja.

Kenali Lebih Dekat Penyakit Pengapuran Sendi Osteoarthritis

Pada umumnya tubuh manusia terdiri dari susunan 206 tulang dan 230 sendi, parahnya, pengapuran bisa terjadi hampir di semua sendi. Pengapuran sendi biasanya terjadi pada sendi yang sering digunakan dalam menahan beban berat serta sendi yang sering digunakan seperti sendi pada lutut, pinggung, punggung dan tulang belakang, serta sendi pada tangan hingga kaki. Sendi lutut merupakan sendi dengan beban kerja yang cukup berat. Pasalnya, saat berdiri tegak, sendi itu dalam posisi mengunci agar posisi tubuh stabil. Sedangkan saat berjalan, sendi ini berperan layaknya engsel, sehingga gerakan kaki lebih fleksibel.

Seiring dengan bertambahnya usia, biasanya orang-orang lanjut usia lah yang mengalami pengapuran sendi. Namun, tidak berarti ini tidak terjadi pada anak muda, atau orang dewasa lainnya juga jauh dari resiko ini. Beberapa penyebab selain faktor usia, pengapuran sendi bisa terjadi pada mereka yang terkena infeksi, trauma, aktifitas yang tinggi atau berat badan berlebih. Jika terjadi kerusakan, maka tulang rawan menjadi tipis dan permukaannya tidak rata, akibatnya terjadi gesekan antara tulang dengan tulang sehingga menimbulkan nyeri.

Menurut Dokter M Rizal Chaidir SpOT K, seorang pakar Osteoarthritis menyatakan bahwa Osteoarthritis dapat menyerang sekujur tubuh, terutama lutut, jari tangan, bahu, tungkai pinggul dan pergelangan kaki. Salah satu tipe arthritis yang paling sering terjadi karena keausan sendi yang menyebabkan kerusakan tulang rawan sendi. “Beberapa gejala Osteoarthritis adalah rasa sakit setelah gerakan berlebihan, kaku dan pembengkakan pada sendi, krepitasi (bunyi gemeretak), serta kehilangan fleksibilitas. Sendi yang paling sering mengalami Osteoarthritis adalah sendi lutut dan sendi panggul karena kedua sendi tersebut bekerja paling berat menopang bobot tubuh. Semakin berat badannya, semakin besar resiko terkena kerusakan sendi,” tuturnya.

Sebenarnya ada banyak  referensi yang menunjukkan bahwasannya gejala Osteoarthritis mengalami perbaikan yang jelas pada pasien yang melakukan progam latihan aerobik, karena latihan olahraga tersebut terbukti baik dalam hal pengurangan nyeri. Akan tetapi efek ini tidak akan bertahan lama jika program latihan tidak dilakukan secara terus menerus.

Maka dari itu, motivasi kepada pasien penderita Osteoarthritis untuk melakukan latihan sangatlah penting. Banyak pasien yang menderita Osteoarthritis menolak untuk melakukan olahraga dikarenakan sakit pada persendiannya. Sehingga dalam hal ini penggunaan obat penghilang rasa sakit selama minggu pertama dari program latihan dapat membantu untuk pergerakan sendi saat berolah raga karena rasa sakit yang timbul.

Untuk kasus penyakit yang mengalami nyeri yang parah karena pasien obesitas, dapat dilakukan pada awal latihan dengan olahraga yang berbasis air,  seperti berenang atau jogging dalam air untuk dapat melatih otot tanpa sendi mengalami beban yang berat, sehingga nyeri karena Osteoarthritis dapat dikurangi.

Baca artikel lainnya : Kebiasaan Makan Yang Menyebabkan Anda Berisiko Diabetes

Kenali Lebih Dekat Penyakit Pengapuran Sendi Osteoarthritis |