Penyakit Yang Gejalanya Berawal Dari Nyeri Ulu Hati

Masalah di pencernaan, termasuk gangguan kesehatan yang umum dialami oleh kebanyakan orang. Salah satu dari sekian banyaknya keluhan, adalah nyeri ulu hati. Dimana nyeri ulu hati adalah gejala yang dikenal sebagai tanda dari sakit maag yang merupakan gangguan pada lambung. Selain nyeri di ulu hati, gejala lainnya yang turut dirasakan adalah munculnya rasa sakit, dan kadang-kadang merasa seperti terbakar dari perut ke bagian atas tubuh.

Penyakit Yang Gejalanya Berawal Dari Nyeri Ulu Hati

Kondisi tersebut dalam istilah medis dinamakan Epigastrium. Epigastrium merupakan salah satu bagian dari lokasi perut yang total jumlahnya sembilan. Ulu hati terletak diantara ujung tulang dada bagian bawah, dan tepat dibawah lengkungan tulang iga. Saat rasa tidak nyaman dan sakit terjadi pada bagian ini, maka kondisi tersebut dinamakan Epigastric Pain atau nyeri ulu hati.

Penyakit Yang Gejalanya Berawal Dari Nyeri Ulu Hati

Namun nyatanya, nyeri ulu hati bukan hanya tanda dari penyakit maag saja. Berikut ini adalah ke-8 penyakit lainnya yang gejalanya diawali dengan nyeri di ulu hati.

— Tukak lambung.

Selain Maag, Tukak lambung juga menjadi penyebab umum dari nyeri ulu hati. Tukak atau ulkus yang merupakan luka pada lapisan lambung terjadi akibat infeksi dari bakteri Helicobacter pylori. Dalam kasus gangguan ulkus peptikum, gejala khas yang muncul adalah nyeri ulu hati sesaat setelah makan. Selain itu, nyeri ulu hati juga disertai dengan gangguan perut terasa penuh dan kembung serta muntah darah kehitaman (Hematemesis). Tukak atau ulkus ini tidak hanya terjadi di bagian lambung, namun pada usus dua belas jari. Perbedaan tukak di lambung dan usus ini terletak pada nyeri ulu hati yang terjadi setelah makan yang memiliki jeda antara 2-3 jam setelah makan.

— Refluks asam lambung.

Asam lambung atau GERD (Gastroesophageal reflux), termasuk penyakit lambung yang ditandai dengan sensasi seperti terbakar dibelakang tulang dada. Rasa terbakar ini juga sampai di daerah ulu hati. Kondisi tersebut terjadi akibat dari naiknya asam lambung ke esofagus / kerongkongan. Biasanya keluhannya muncul disertai mual dan seperti ada makanan yang tersangkut di belakang dada.

— Heartburn.

Serupa dengan GERD tadi, namun pada Heartburn sensasi seperti terbakar dan nyeri ulu hati lebih dominan. Asam tersebut disekresikan oleh lambung dan kemudian mengalir kembali ke kerongkongan. Umumnya, medis juga menyebut kondisi ini dengan istilah cardialgia atau pyrosis.

— Karsinoma lambung.

Penyakit yang berbahaya seperti Kanker lambung juga bisa menyebabkan nyeri di ulu hati kronis. Tidak hanya itu, gangguan lainnya yang muncul adalah gejala seperti penurunan berat badan, serta sakit perut di lokasi lain.

— Gastroenteritis.

Lebih familiar dengan nama Diare, adalah jenis penyakit inflamasi (peradangan) yang terjadi pada lambung dan usus yang disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun virus. Gejala utamanya berupa nyeri di bagian perut, demam, mual dan mencret.

— Radang Pankreas.

Pankreas yang mengalami peradangan juga memiliki gejala nyeri ulu hati. Radang pankreas atau Pankretitis bisa terjadi secara akut dan kronis. Pada radang Pankreas akut, ditandai dengan sakit ulu hati parah menjalar ke arah belakang. Sedangkan radang Pankreas kronis ditandai dengan nyeri ringan di epigastrium.

— Batu empedu.

Penyakit Batu empedu atau peradangan pada kandung empedu biasanya menyebabkan nyeri di daerah perut kanan yang juga menyebar ke area epigastrium. Ciri yang khas dari batu empedu adalah rasa sakit biasanya terasa seperti menggerogoti.

— Penyakit hati.

Hepatitis adalah salah satu penyakit hati yang ditandai dengan terjadinya peradangan pada hati. Hepatitis juga menyebabkan gejala rasa sakit yang juga dapat dirasakan di daerah ulu hati. Peradangan hati umu terjadi akibat dari infeksi virus. Selain sakit di perut, gejala lainnya dari penyakit Hati adalah perubahan warna kuning pada kulit dan sklera mata, badan lemas hingga demam.

Demikianlah sedikit ulasan tentang beberapa Penyakit Yang Gejalanya Berawal Dari Nyeri Ulu Hati. Semoga Anda tidak salah mendiagnosa lagi ya, lebih baik memang konsultasikan ke dokter dan rumah sakit agar gejalanya diketahui secara pasti. Semoga bermanfaat, salam!

Penyakit Yang Muncul Saat Banjir Melanda

Di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta dan sekitarnya sekarang ini sedang musim banjir. Biasanya saat musim penghujan, banjir lebih sering terjadi. Padahal, jika kita melihat saluran air yang tidak tersumbat sampah, sungai-sungai yang tidak tercemar sampah, tentu banjir tidak akan terjadi dan sungai tidak akan meluap hingga air-air menggenang sampai ke pemukiman warga.

Penyakit Yang Muncul Saat Banjir Melanda
Saat banjir terjadi, ada banyak kesulitan yang terjadi. Anak-anak tidak bisa sekolah, orang dewasa tidak bisa bekerja, pakaian, makanan semuanya lenyap terbawa banjir. Selain itu, penyakit juga menghantui mereka yang mengalami musibah ini. Beberapa penyakit mudah terjadi saat banjir dan setelahnya. Hal ini dipicu akibat air dari banjir yang tercemar sampah, virus dan bakteri dari hewan-hewan seperti tikus dan lainnya.

Diantara beberapa penyakit yang biasanya terjadi saat banjir yang harus diwaspadai diantaranya :

1. Penyakit kulit.

Kulit termasuk bagian tubuh luar yang bersentuhan langsung dengan air banjir, itulah sebabnya penyakit kulit menjadi nomor pertama sebagai penyakit yang rentan terjadi saat banjir. Jika tidak menggunakan alas kaki yang menutup dan kuat sebagai pelindung dari air banjir, kulit bisa mengalami gatal-gatal, iritasi dan akhirnya infeksi.  Infeksi pada kulit yang ditularkan melalui perantara air adalah hot tub rash yang disebabkan bakteri Pseudomonas. Penyakit kulit lainnya adalah cercarial dermatitis.  Gejalanya dari gangguan penyakit kulit diantaranya kulit yang terasa panas terbakar, gatal, pada kulit  tampak bintil seperti jerawat kecil kemerah-merahan, sampai terkadang disertai melepuh.

2. Infeksi mata.

Yang kedua adalah infeksi mata. Penyakit ini bisa terjadi karena tertular melalui air, yaitu penyakit moluskum kontagiosum, dan konjungtivis. Ciri-ciri orang yang menderita infeksi di mata tersebut adalah kondisi mata mereka yang memerah. Sebaiknya tidak dulu memegang dan mengucek mata jika infeksi terjadi. Segera obati jika merah-merah di mata ini disertai gatal dan sebisa mungkin berjauhan dari air percikan banjir.

3. Infeksi saluran pernafasan atas.

Karena banjir menyebabkan lingkungan menjadi lebih lembab, dingin dan basah, maka rentan sekali orang-orang dalam lingkungan banjir mengalami gangguan saluran pernafasan dan yang parah sampai mengalami infeksi saluran pernafasan atas. Penyakit infeksi saluran pernafasan yang dapat tertular melalui air banjir adalah Faringokonjungtiva atau infeksi tenggorok. Gejalanya seperti demam, pilek dan juga batuk. Jika kondisi penderita sangat lemah, berpotensi menyebabkan radang paru atau Pneumonia.

4. Infeksi saluran pencernaan.

Selanjutnya adalah infeksi saluran pencernaan, biasanya mereka yang terkena gangguan saluran pencernaan akibat banjir mengalami gejala demam, muntah, diare, disentri, kolera, hingga tifus.

5. Leptospirosis.

Leptospirosis adalah penyakit banjir yang sempat menggemparkan walaupun jumlah penderitanya tidak banyak. Pada tahun 2002 silam, Leptospirosis terjadi di Jakarta dan banyak penderitanya yang mengalami gejala seperti demam tinggi, muntah, diare hingga nyeri tulang. Akibat penanganan Leptospirosis yang tidak disegerakan, penderita bisa mengalami gangguan kesehatan seperti masalah pada otak (meningitis), juga gangguan ginjal.

6. Hepatitis A.

Penyakit infeksi lainnya yang dapat terjadi pada korban banji adalah Hepatitis A atau lever. Gejala yang dapat dilihat cukup mudah, yaitu kulit dan mata tampak kuning,  mual, muntah, demam dan badan lemas.

7. Demam berdarah.

Saat awal-awal minggu hujan lebat dan aliran air banjir masih deras, menyebabkan jentik nyamuk menghilang. Namun setelah bulan pertama banjir, kasus penyakit Demam berdarah mulai bertambah. Hal ini dikarenakan genangan air banjir yang masih tersisa kemudian menjadi tempat berkembang biak nyamuk aedes aegyipti, penyebab asal mulanya penyakit tersebut.

8. Campak dan cacar air.

Penyakit Campak yang ditandai dengan batuk, demam berhari-hari, dan beberapa hari setelahnya kemudian muncul bercak kemerahan. Sedangkan pada gejala cacar air yaitu demam tinggi selama beberapa hari yang lalu disertai munculnya bintik-bintik.

Itu dia ke-8 jenis Penyakit Yang Muncul Saat Banjir Melanda. Semoga Anda bisa mengantisipasi kondisi apapun yang terjadi, dimanapun dan kapanpun, tetap jalani gaya hidup sehat adalah kuncinya. Semoga bermanfaat!

Penyebab Keputihan Berbau Busuk Menyengat

Akhir-akhir ini di forum kesehatan dokter, banyak yang mempertanyakan tentang kondisi keputihan yang dialami mereka para kaum hawa. Keputihan yang mereka alami rata-rata memiliki ciri menyebabkan gatal dan berbau busuk yang menyengat. Lalu apa sebenarnya yang menjadi penyebab keputihan bisa berbau busuk?

Keputihan berbau busuk?

Penyebab Keputihan Berbau Busuk Menyengat

Pada umumnya kita tahu bahwa keputihan normal, adalah keputihan dengan lendir bening, tidak berbau dan tidak menyebabkan gatal, dan nyeri. Keputihan juga termasuk kondisi normal yang terjadi pada setiap wanita, dimana keputihan tersebut berfungsi sebagai pembersih alami dan pelindung Miss V, dari infeksi.

Namun saat terjadi keputihan yang tidak biasa dengan lendir keputihan kental, keputihan berwarna hijau, coklat gelap (seperti flek), keputihan susu dan menyebabkan bau busuk, ada beberapa penyebab yang menjadi pemicu keputihan tersebut antara lain adalah bakteri, virus maupun kuman yang tertumpuk di dalam vagina, dan akhirnya menyebabkan infeksi dan keputihan menjadi lebih bau dari biasananya. Kadang-kadang keputihan tersebut juga menyebabkan sakit di perut bawah wanita, bahkan sampai di area panggul. Jika sudah seperti ini, mungkin infeksi telah menyebar ke bagian dalam dan menyerang organ dalam lainnya yang berdekatan.

Berikut adalah jenis-jenis keputihan, antara lain :

  • Keputihan lendir merah muda adalah normal pada wanita pasca melahirkan.
  • Keputihan berbau amis disertai lendir putih atau abu-abu akibat infeksi vaginosis bakteri.
  • Keputihan coklat kemerahan  ada kemungkian kanker serviks.
  • Keputihan disertai rasa gatal dengan lendir cair atau berwarna keputihan penyebabnya infeksi jamur.
  • Keputihan menyebabkan nyeri atau dan berdarah  bisa terjadi akibat infeksi Gonore atau Chlamydia.
  • Keputihan berbau, nyeri, berbuih, berwarna hijau atau kuning biasanya akibat infeksi Trikomoniasis.
  • Keputihan dengan luka melepuh pada sekitar Miss V akibat infeksi Herpes.

Waspadai jika keputihan yang Anda alami sudah berbau busuk dan menyengat, tidak boleh ditunda untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Baca juga : Mengatasi Flek Dan Bau Tidak Sedap Pada Miss V?

Semoga bermanfaat, salam Obat QnC Jelly Gamat.

Tentang Kencing Batu, Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Tentang Kencing Batu, Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Penyakit kencing batu umumnya terjadi pada mereka yang sedang dalam pertengahan usia, dan lanjut usia. Rata-rata penderitanya adalah laki-laki, walaupun perempuan juga bisa mengalaminya.

Istilah penyakit ini dinamakan kencing batu, adalah karena penderita yang mengalaminya ketika mereka sedang buang air kecil. Saat buang air kecil, penderita kencing batu ini agak kesulitan sebab batu-batu kecil yang berada didalam kandung kemih menghambat keluarnya urin. Selain kesulitan, rasa sakit juga terjadi dan hal inilah yang membuat penderitanya semakin tidak nyaman.

Proses terjadinya kencing batu.

Seperti yang dijelaskan tadi, jika kencing batu terjadi karena adanya element batu yang terdapat di bagian kandung kemih. Kondisi iniawalnya terjadi saat kandung kemih tidak sedang kosong dan masih berisi sisa-sisa dari urin. Sementara urin merupakan hasil akhir dari pencucian limbah, racun dan lainnya oleh ginjal harus segera dikeluarkan dari dalam tubuh. Jenis limbah yang dihasilkan oleh tubuh berupa karbon dan nitrogen. Jika kandung kemih tidak dapat kosong dengan segera, maka sisa-sisa dari limbah dan kotoran akan terus menumpuk. Dengan terus menumpuknya limbah dan kotoran tersebut, maka lama-kelamaan akan menghasilkan kristal-kristal kecil yang membentuk batuan.

Penyebab kencing batu terdiri dari beragam faktor pemicu, antara lain :

  • Tubuh kekurangan Vitamin A dan kelebihan Vitamin B
  • Dalam urin terdapat kandungan kalsium, sistin, oksalat, asam urat dan natrium dalam jumlah yang besar.
  • Infeksi pada saluran kemih.
  • Memiliki riwayat penyakit Hipertensi.
  • Pola hidup yang buruk.
  • Kelebihan berat badan.
  • Bermasalah dengan kolesterol.
  • Kekurangan cairan.

Cara mengatasi kencing batu.

Sejauh ini, ada 3 cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kencing batu, diantaranya dengan minum banyak air putih, melakukan prosedur medis untuk menghancurkan batu pada kandung kemih dengan Cystolitholapaxy, atau dengan bedah operasi untuk mengeluarkan batu tersebut.

Tentang Kencing Batu, Penyebab Dan Cara Mengatasinya |

Pertolongan Pertama Ketika Mengatasi Pendarahan

Apa yang terpikir tentang tiba-tiba saja salah satu keluarga kita mengalami pendarahan. Umumnya pendarahan terbagi kedalam 2 golongan, yaitu pendarahan yang berasal dari pembuluh darah vena, dan pendarahan yang berasal dari pembuluh darah arteri.

Pertolongan Pertama Ketika Mengatasi Pendarahan

Perbedaan keduanya bisa terlihat dari ciri darah yang keluar. Jika pendarahan yang diakibatkan pembulu hdarah vena, maka darah yang akan mengalir berwarna gelap, dan mengalir secara spontan. Sedangkan, pada pendarahan yang berasal dari pembuluh arteri, pendarahan yang terjadi biasanya akibat kondisi yang kritis. Hal ini karena darah yang terpompa keluar dengan kecepatan melebihi rata-rata dan menyebabkan pasien kehilangan banyak darah.

Seperti yang dilansir dari laman doktersehat menyatakan bahwa dalam buku yang bertajuk ‘First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat’, dikatakan jika cara Pertolongan Pertama Ketika Mengatasi Pendarahan adalah melakukan penekanan langsung pada daerah yang terluka. Hal tersebut adalah pertolongan pertama yang harus dilakukan untuk menghentikan pendarahan, walaupun menyebabkan rasa sakit yang luar biasa pada bagian tersebut.

Agar tidak salah, Anda dapat mengetahui tentang tata cara melakukan penekanan pada pendarahan dan perhatikan hal-hal berikut ini.

  • Gunakan kain tebal yang bersih atau steril seperti saputangan, potongan handuk atau lembaran kain langsung pada area yang terluka. Lalu tekan secara perlahan dengan telapak tangan Anda. Jika kain tidak ada, gunakan tangan atau jari untuk menekan luka pendarahan.
  • Teruskan menekan dengan tekanan konstan.
  • Jangan sampai melepaskan kain atau tangan Anda yang sedang digunakan untuk menekan luka.
  • Jika darah telah memenuhi kain, sebaiknya tidak dilepas, namun segera tambahkan dengan kain baru dan letakkan di atasnya. Kemudian lanjutkan lagi menahannya dengan menggunakan tangan.
  • Jika perdarahan mulai berkurang, gunakan perban untuk diikatkan pada kain penutup luka.
  • Untuk mengikat perban jangan terlalu kencang untuk menghindari aliran darah arteri terhenti.
  • Usahakan luka pada posisi di atas organ jantung.

Baca juga :

Mengenal Penyebab Pembengkakan Pada Ginjal

Pembengkakan Pada Ginjal

Pembengkakan pada ginjal atau dalam istilah medis dinamakan Hidronefrosis, adalah kondisi masalah kesehatan dimana terjadi penumpukan urin pada salah satu atau kedua organ ginjal. Hal ini terjadi karena urin yang tidak bisa terus melaju menuju kandung kemih.

Mengenal Penyebab Pembengkakan Pada Ginjal

Normalnya ginjal akan bekerja dalam fungsinya sebagai penyaring sisa-sisa kotoran dari dalam darah, lalu kemudian membuangnya kembali bersama sisa dari cairan tubuh dalam bentuk urin. Urin kemudian disalurkan kembali melalui ureter dan membuangnya nenuju kandung kemih, lalu ditampung hingga kita merasa ingin berkemih (ingin buang air kecil). Akan tetapi, proses tersebut dapat mengalami penghambatan akibat terjadi penyumbatan di saluran ureter. Urin yang tidak dapat keluar, dan tidak bisa naik kembali ke ginjal, menyebabkan ginjal terisi penuh dan akhirnya membengkak.

Seperti yang dijelaskan tadi diatas, jika Hidronefronis, atau pembengkakan ginjal dapat terjadi pada salah satu ginjal, dan bahkan keduanya. Kondisi ini dapat terjadi pada siapapun bahkan pada bayi sekalipun. Untuk bayi, gijala ginjal mengalami pembengkan dapat terlihat melalui hasil pemeriksaan USG yang dilakukan sebelum bayi lahir.

Tanda-tanda dan gejala yang muncul akibat pembengkakan ginjal yang ringan, dapat ditandai dengan meningkatnya rasa ingin buang air kecil dan seringnya Anda buang air kecil. Jika hal tersebut dibiarkan, gejala yang terjadi akan semakin parah dan kemungkinan akan bertambah dengan mual dan muntah, demam, urin tidak keluar semuanya, nyeri di perut dan panggul juga nyeri saat berkemih.

Mengenali Penyebab Dari Pembengkakan Pada Ginjal.

Mengenal Penyebab Pembengkakan Pada Ginjal

Penyebab ginjal membengkak ternyata berbeda pada setiap orang dan usia. Misalnya saja saat ginjal bengkak yang terjadi pada orang dewasa. Umumnya, orang dewasa yang menderita pembengkakan pada ginjal disebabkan oleh penyakit lainnya yaitu batu ginjal. Batu ginjal ini ikut mengalur dengan urin dan akhirnya malah menyumbat saluran ureter. Penyebab lainnya pembengkakan ginjal yang terjadi pada orang dewasa dipengaruhi oleh prolaps organ panggul,  kehamilan, pembesaran prostat jinak, ureter yang mengalami penyempitan, terdapat sel kanker di sekitar atau di dalam saluran urin, serta saraf yang mengontrol kinerja kandung kemih rusak.

Sedangkan, untuk penyebab ginjal bengkak yang terjadi pada bayi yang belum lahir, sayangnya sampai saat ini masih belum diketahui penyebab pastinya. Namun para ahli telah memperkirakan jika karena pada masa akhir kehamilanlah, bayi memproduksi lebih banyak urin yang mengakibatkan ginjalnya membengkak. Selain itu, ginjal bengkak yang terjadi bayi juga dapat dipengaruhi oleh refluks Vesikoureteral,  yaitu kondisi dimana katup yang mengontrol aliran urin dari ureter ke kandung kemih tidak berfungsi. Kondisi ini juga bisa menyebabkan urin bayi mengalir kembali ke ginjal.

Kondisi ini bagaimanapun tidak boleh dibiarkan, karena jelas dapat membahayakan ginjal yang utama, lalu bisa saja menganggu fungsi lain dari organ-organ dalam tubuh yang berkaitan dengan ginjal. Makanya terkadang, orang-orang bisa menderita komplikasi penyakit.

Dengan Mengenal Penyebab Pembengkakan Pada Ginjal, semoga dapat membuat Anda lebih waspada dan tetap menjaga kesehatan serta menjaga pola hidup tetap sehat.

Semoga bermanfaat, salam!

Perubahan Pada Tubuh Akibat Kenaikan Asam Lambung

Asam lambung, adalah masalah kesehatan yang berasal dari lambung dan sering disalah artikan sebagai penyakit maag. Walaupun keduanya memang berasak dari tempat yang sama, namun keduanya memiliki gejala dan tingkat keparahan yang berbeda.

Seperti pada asam lambung, disebut-sebut penyakit asam lambung bisa menyebabkan kematian. Hal ini memang benar terjadi, akibat asam lambung yang sudah kronis, lambung di dalam tubuh akan terkikis dengan sendirinya hingga menyebabkan tukak (luka) di lambung dan akhirnya menganggu fungsi lambung.

Perubahan Pada Tubuh Akibat Kenaikan Asam Lambung

Sebenarnya, tidak sulit jika kita mengetahui lebih banyak dari gangguan asam lambung ini. Salah satunya mungkin adalah beberapa tanda perubahan pada tubuh yang terjadi, ketika asam lambung sedang tinggi. Apa saja perubahan tersebut? Yang mungkin sebagian dari kita tidak merasakannya sehingga sangat jarang diketahui bahwa dirinya menderita asam lambung. Ini dia selengkapnya.

1. Lidah pahit.

Kadang-kadang kita pasti mengalami kondisi seperti lidah tiba-tiba pahit. Ya, benar hal ini penyebabnya adalah cairan asam dari lambung terus naik menuju esophagus dan meninggalkan rasa masam atau pahit pada bagian belakang tenggorokan.

2. Kesulitan menelan.

Asam lambung menyebabkan penyempitan pada tenggorokan. Oleh sebab itu, sebagian besar mereka yang mengalami asam lambung akan merasakan kesulitan dalam menelan makanan dan diikuti dengan rasa sakit.

3. Produksi air liur yang meningkat.

Jika mulut tiba-tiba berliur setelah makan atau ngemil, kondisi ini sebenarnya adalah hal yang normal-normal saja. Namun bagi mereka yang memiliki masalah dengan asam lambung, kelenjar ludah akan memproduksi air liur dalam jumlah banyak dikarenakan adanya iritasi pada esphagus. Ini adalah langkah awal yang dilakukan tubuh untuk mengeluarkan apapun yang ada di dalam isi perut Anda.

4. Sesak napas.

Jika Anda mengalami kesulitan bernapas dan cenderung memburuk pada saat di malam hari ketika Anda justru sedang beristirahat di tempat tidur, penyebabnya adalah asam lambung. Asam lambung yang menggelembung menuju saluran pernapasan dapat menyebabkan iritasi langsung, menyebabkan tersedak dan juga batuk-batuk.

5. Pneumonia.

Ternyata asam lambung juga dapat berakibat Pneumonia. Hal ini dikarenakan saat asam yang keluar dari dalam lambung, kemudian meluas ke beberapa organ lainnya dan yang terdekat adalah paru-paru. Ketika hal ini terjadi, ditakutkan akan menyebabkan Pneumonia, atau radang paru-paru.

Sudah mengerti tentang Perubahan Pada Tubuh Akibat Kenaikan Asam Lambung? Nah, jika Anda mempunyai gangguan asam lambung sebaiknya segera lakukan pengobatan dan Anda harus mulai mengganti pola hidup Anda menjadi lebih sehat dari sebelumnya.

Sudah berkenalan dengan QnC Jelly Gamat? Ternyata Obat QnC Jelly Gamat salah satu khasiatnya adalah membantu menyembuhkan asam lambung lho! Tidak percaya? Yuk simak selengkapnya disini QnC Jelly Gamat Membantu Penyembuhan Sakit Asam Lambung Anda.

Penyebab Batuk Yang Jarang Diketahui

Batuk umumnya terjadi akibat infeksi virus yang terjadi pada seseorang dan biasanya akan reda dengan sendirinya. Batuk juga dikelompokkan sebagaimana berdasarkan lama dari batuk tersebut terjadi.

Penyebab Batuk Yang Jarang Diketahui

Pertama adalah batuk akut.

Batuk akut adalah jenis batuk yang umum terjadi pada orang-orang dan disebabkan oleh infeksi vieus di saluran pernafasan atas atau bawah. Jika infeksi di saluran atas biasanya terjadi akibat flu, laringitis, sinusitis dan batuk rejan. Infeksi tersebut menyerang tenggorokan, batang tenggorokan dan sinus (rongga di hidung). Sedangkan infeksi saluran pernafasan bawah adalah bronkitis dan pneumonia.

Selain infeksi, penyebab dari batuk akut juga dipicu oleh penyakit kronis seperti asma, PPOK atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik dan bronkitis kronis, rhinitis alergi, debu dan asap.

Kedua adalah batuk kronis.

Batuk kronis termasuk jenis batuk yang jarang terjadi pada banyak orang, namun jika seseorang menderita jenis batuk ini bisa dipastikan kondisi kesehatannya lebih serius. Penyebab seseorang mengalami batuk kronis diantaranya adalah embolisme pulmonal, TB atau Tuberkulosis, kanker paru-paru bahkan gagal jantung.

Batuk kronis lebih sering terjadi pada orang dewasa, dan batuk yang berkepanjangan pada orang dewasa ini diketahui penyebabnya yaitu :

  • Efek dari konsumsi obat-obatan penurun hipertensi dan jantung.
  • Kebiasaan merokok, apalagi mereka yang merokok juga bisa mengalami gejala PPOK.
  • Akibat dari naiknya asam lambung yang mengiritasi di tenggorokan.
  • Infeksi saluran pernafasan jangka panjang; bronkitis krois.
  • Asma kronis, serta.
  • Postnasal drip, yaitu lendir yang menetes dari bagian belakang hidung ke tenggorokan yang disebabkan alergi seperti Rhinitis.

Baca juga : Mengatasi Mual Pada Penderita Tipes

6 Tanda-tanda Pada Penderita Kencing Manis

Kencing manis, atau diabetes melitus merupakan kondisi yang dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menggunakan energi dari makanan. Terdapat 3 jenis Diabetes yang utama, diantaranya tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional.

Semua jenis dari penyakit Diabetes memiliki kesamaan. Biasanya tubuh secara alami akan memecah gula juga karbohidrat yang dimakan dari makanan menjadi gula khusus yang disebut glukosa. Akan tetapi, sel-sel yang membutuhkan insulin, hormon dalam aliran darah Anda kemudian mengambil glukosa dan menggunakannya sebagai energi.

6 Tanda-tanda Pada Penderita Kencing Manis

Secara umum penyebab dari terjadinya diabetes melitus terbagi kedalam beberapa faktor, diantaranya :

  • Keturunan.
  • Terlalu sering mengkonsumsi pemanis buatan.
  • Kurang tidur.
  • Malas melakukan aktifitas fisik.
  • Sering mengalami stress.
  • Pecandu rokok.
  • Pola makan yang buruk.

Dan berikut ini adalah 6 Tanda-tanda Penderita Kencing Manis.

1. Mengalami Infeksi Saluran Kemih.

Tanda yang pertama, penderita kencing manis akan sering mengalami infeksi. Dengan kadar gula darah yang tinggi membuat berbagai bakteri mudah berkembang. Itu alasan mengapa penderita diabetes mengalami gejala infeksi. Khusus pada wanita, biasanya ditandai dengan infeksi saluran kemih yang terjadi akibat ketidakteraturan kadar glukosa pada tubuh.

2. Hasrat seksual menurun.

Wanita yang berpotensi terkena diabetes cenderung tidak mempunyai hasrat untuk berhubungan intim. Pada pria, ini berkaitan dengan disfungsi ereksi.

3. Seringnya buang air kecil.

Tanda klasik dari diabetes dan cukup banyak diketahui orang-orang yaitu sering buang air kecil. Anda harus memeriksakan diri segera.

4. Berat badan turun.

Penderita kencing manisi ini juga mengalami kondisi yang terus lapar dan haus, namun meskipun begitu, mereka justru mengalami penurunan berat badan secara signifikan.

5. Luka menjadi lebih lama untuk sembuh.

Gejala umum pada penderita kencing manis adalah ketika mereka memiliki luka, luka tersebut justrutidak kunjung sembuh dan memakan waktu lebih lama dari biasanya untuk sembuh. Jika hal ini terjadi, itu adalah isyarat diabetes.

Baca juga : Cara Mengobati Luka Kencing Manis Agar Cepat Kering.

6. Penyakit kulit.

Infeksi kulit, ditambah dengan kesemutan di tangan dan kaki juga bisa jadi tanda-tanda kencing manis. Perhatikan tanda-tanda tubuh yang membuat Anda harus memeriksakan diri ke dokter.

Semoga bermanfaat, salam!

Awal Dari Terbentuknya Batu Empedu

Kemunculan batu empedu di dalam tubuh tidak bisa dianggap sepele begitu saja, mengingat ada banyak dampak yang terjadi pada kondisi kesehatan. Selama ini kita mengenal batu-batu yang tumbuh dalam tubuh terdapat pada ginjal yang dikenal dengan sebutan batu ginjal. Namun organ lainnya yang dapat menghasilkan batu di dalam tubuh adalah empedu, tepatnya pada kandung / kantung empedu yang kemudian disebut sebagai batu empedu.

Letak dari kandung empedu tepat dibawah organ hati, di perut bagian kanan atas. Kandung empedu memiliki bentuk seperti buah pir, yang memiliki saluran untuk langsung terhubung dengan hati. Saluran tersebut dinamakan duktus biliaris.

Di dalam duktus biliaris, disanalah awal mula batu empedu terbentuk. Batu muncul akibat cairan empedu yang terdiri dari kolesterol, bilirubin dan garam empedu dihasilkan hati berubah menjadi partikel keras, berupa potongan-potongan berbentuk batu yang padat dan kecil-kecil seperti halnya kerikil.

Bentuknya pun beragam, ada yang oval dan lingkaran. Jika dilakukan penelitian di  laboratorium, akan ditemukan beberapa kandungan dalam batu empedu tersebut, yaitu terdapat kalsium bikarbonat, kalsium bilirubinat, kolesterol dan elemen-elemen serupa. Ukurannya juga beragam, dari yang kecil seperti butiran pasir dan ada juga yang sangat besar hingga seukuran bola golf. Bahkan dalam beberapa kasus batu empedu, ditemukan jenis batu yang berukuran kecil dan terdiri dari ratusan batu, ada juga yang terdiri dari batuan kecil dan besar.

Awal Dari Terbentuknya Batu Empedu
Pembentukan Batu Empedu

Untuk dapat mengetahui bagaimana terbentuknya batu empedu dalam tubuh, kita bisa melihat dari bahan pembentuknya. Dan dalam pembentukan batu empedu dapat dilihat dalam 2 jenis.

Pertama, batu empedu kolesterol, ciri batu ini berwarna hijau atau kuning. Penyebab munculnya batu kolesterol adalah kolesterol yang berlebih dalam kandung empedu dan akhirnya mengeras. Biasanya timbul akibat terlalu banyak konsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh. Proses pembentukannya juga sederhana, Kolesterol ini tidak dapat larut dalam empedu yang akhirnya menempel dan membentuk partikel-partikel kolesterol. Lama kelamaan jadilah batu empedu yang semakin membesar.

Lalu kemudian ada batu empedu dengan warna gelap, biasanya coklat dan hitam. Batu ini disebut juga batu empedu hitam dan terbentuk akibat jumlah dari bilirubin yang terlampau banyak dalam empedu.

Jadi, sudah mengerti kan bagaimana Awal Dari Terbentuknya Batu Empedu? Nah semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda. Salam!

Baca juga : Cara Mengobati Radang Empedu Secara Tradisional