Cara Mencegah Penyakit Demam Tifoid Saat Musim Hujan

Di musim hujan beberapa penyakit dapat menyerang lebih banyak pada beberapa orang dengan kondisi tubuh yang lemah. Salah satu penyakit yang cukup sering terjadi adalah demam tifoid.

Demam tifoid, merupakan salah satu penyakit infeksi yang terjadi di berbagai belahan negara di dunia, terutama di negara berkembang. Infeksi ini terjadi akibat bakteri yang disebut Salmonella typhi.

Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan bahwa sekitar 22 juta kasus baru terjadi akibat demam tifoid. Dan 200.000 diantaranya tidak terselamatkan. Kasusnya lebih banyak terjadi di wilayah Asia, terutama Asia Tenggara.

Demam tifoid selain menyebabkan demam tinggi, penyakit ini juga memiliki gejala seperti sakit kepala, diare hingga konstipasi, lemas, nafsu makan berkurang dan merasakan pegal-pegal pada otot dan persendian.

Cara Mencegah Penyakit Demam Tifoid Saat Musim Hujan

Pencegahan Demam Tifoid

Untuk pencegahan penyakit demam tifoid saat musim hujan tiba, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Diantaranya :

1. Membiasakan anak-anak (karena mereka sangat rentan terhadap penyakit demam tifoid) untuk mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air.
2. Memperhatikan apa yang menjadi jajanan si kecil. Jangan biarkan anak jajan sembarangan atau memakan jajanan yan gberasal dari tempat yang kurang terjaga kebersihannya. Bila perlu buatkan dia bekal agar anak tidak jajan sembarangan.
3. Jika musim hujan tiba, jangan biarkan anak berlama-lama bermain dalam genangan air / banjir.
4. Selalu memastikan peralatan makan selalu bersih, mencucinya dengan air bersih.
5. Tidak menggunakan air sumur untuk diminum, pastikan supaya air tanah yang digunakan tidak terkontaminasi apapun, termasuk bakteri dll. Jika kurang yakin, beralih saja pada air minum kemasan.

Cara lainnya untuk mencegah demam tifoid adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi demam tifoid umumnya dilakukan pada anak-anak usia dua tahun ke atas. Jadi, jika sudah dewasa dia menjaga kebersihan dan pola hidupnya, maka demam tifoid tidak akan pernah menyerang.

Baca juga : Cara Mengobati Demam Tifoid Pada Ibu Hamil

4 Tips Untuk Mengatasi Tipes Secara Alami

Tipes merupakan salah satu jenis penyakit yang lumayan berbahaya jika tidak mendapat penanganan yang benar. Ciri dari penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya demam tinggi pada si penderita, lalu demam ini biasanya semakin meningkat ketika di malam hari. Penyebabnya juga beragam, diantaranya dari makanan, bakteri yang masuk kedalam tubuh dan cacing.

Baca juga : Inilah Bahaya Dari Penyakit Tipes Parah

4 Tips Untuk Mengatasi Tipes Secara Alami

Selain mengatasi dengan obat, sebenarnya masih ada cara alami yang dapat membantu mengobati dan mengatasi penyakit tipes. Dan berikut adalah 4 Tips Untuk Mengatasi Tipes Secara Alami yang tidak ada salahnya kan untuk Anda ketahui. Diantaranya :

1. Dengan Mentimun

Mentimun ternyata bisa lho digunakan untuk mengatasi tipes. Caranya juga gampang, Anda tinggal menggunakan mentimun secukupnya, kemudian jangan lupa dibersihkan lebih dulu. Kemudian parutlah mentimun tersebut dan ambil perasan air yang dihasilkan. Jangan lupa di minum dengan rutin. Setelah beberapa hari, akan terlihat hasilnya!

2. Dengan buah Pepaya.

Cara kedua sebagai tips alami dalam mengatasi penyakit tipesyaitu dengan menggunakan buah pepaya. Pepaya adalah buah yang dipercaya dapat membantu mengatasi masalah pencernaan, termasuk penyakit seperti tipes. Caranya sama dengan mentimun, Anda tinggal memarut buah pepaya muda secukupnya, peras dan ambil airnya dan minum secara rutin.

3. Dengan daun Keji Beling.

Tips yang ketiga untuk mengatasi penyakit tipes yaitu dengan menggunakan daun Keji Beling. Untuk mengobati penyakit tipes, Anda bisa menggunakannya dengan merebus 15 lembar daun Keji Beling yang sudah dibersihkan terlebih dahulu. Setelah itu, rebus daun tunggu sampai airnya mendidih hingga menyisakan setengah saja.

4. Menjaga kebersihan.

Tips yang terakhir untuk mengatasi tipes adalah hal dasar, yaitu menjaga kebersihan lingkungan. Jika lingkungan bersih maka tidak hanya penyakit tipes yang akan jauh-jauh dari Anda, penyakit lainnya pun sama. Sebisa mungkin rawatlah diri Anda sendiri dan tempat tinggal serta lingkungan yang Anda tinggali supaya terhindar dari ancaman bakteri penyebab tipes.

Itu dia beberapa tips rekomendasi dari saya untuk Anda mengenai cara menangani penyakit Tipes. Selain cara-cara diatas, Anda juga kami rekomendasikan untuk mengobati penyakit tipes dengan Obat QnC Jelly Gamat.

Baca juga : Penyebab Gangguan Penglihatan Pada Penderita Diabetes

Penyebab Gangguan Penglihatan Pada Penderita Diabetes

Diabetes adalah penyakit sistemik, dimana akan terjadi komplikasi serius dikarenakan penyakit tersebut. Salah satu komplikasi yang terjadi akibat tubuh yang kehilangan kontrol untuk mengatasi gula darahnya adalah pada penglihatan penderita Diabetes. Ya, akibat penyakit Diabetes banyak diantara para penderitanya yang mengalami kondisi tersebut.

Salah satu dokter spesialis mata konsultan vitreo-retina mengatakan jika telah banyak pasien yang sudah lama terkena penyaki Diabetes dan mengalami gangguan pada retina mata yang disebut Retinopati Diabetik. Gangguan pada retina tersebut terjadi akibat gula darah yang tidak terkontrol tadi mulai merusak pembuluh darah mata. Selain itu, dengan gangguan pada kolesterol dan tekanan darah tinggi bisa memicu proses terjadinya gangguan tersebut.

Penyebab Gangguan Penglihatan Pada Penderita Diabetes

Artikel terkait Diabetes : Daftar Makanan Yang Aman Untuk Dikonsumsi Penderita Diabetes

Pembuluh darah retina bisa mengalami kebocoran atau tersumbat sehingga menyebabkan kekurangan oksigen. Akibatnya, kerusakan retina terjadi dan sampai ke makula. Makula adalah daerah dekat pusat retina mata yang peka terhadap cahaya dan menjadi kunci ketajaman penglihatan. Adapun penyakit mata yang terjadi diakibatkan mokula yang rusak / terjadi masalah disebut dengan edema makula diabetik, atau diabetic macular edema. Jika sudah terjadi biasanya gejala yang berdampak pada penderitanya selain penglihatan yang kurang tajam, juga muncul bercak gelap pada penglihatan penderitanya. Jika tidak segera ditangani, kebutaan bisa saja terjadi.

Baca juga : QnC Jelly Gamat Rekomendasi Obat Rematik Lansia

Obat Sakit Perut Melilit Anjuran Dokter?

Dalam artikel sebelumnya mengenai Sakit Perut Melilit Pada Anak Dan Dewasa dijelaskan jika rasa sakit yang terjadi seperti ‘melilit’ sangat membuat tidak nyaman dan terganggu bahkan terkadang karena terlalu merasakan sakit, bisa sampai kehilangan kesadaran. Selain membuat khawatir, sakit perut melilit yang tidak kunjung sembuh juga sudah seharusnya mendapatkan penanganan. Lalu, apakah ada obat anjuran dokter yang bisa menyembukan sakit perut melilit?

Obat Sakit Perut Melilit Anjuran Dokter?
Jenis obat yang biasa digunakan yaitu jenis obat pereda nyeri seperti naproxen atau ibuprofen. Obat-obatan jenis tersebut memang biasa digunakan dalam mengatasi sakit perut melilit pada kasus yang ringan. Tidak hanya itu, obat ini juga meringankan gejala serta peradangan jika kolik (sakit perut melilit) disebabkan oleh diare atau didiagnosis kolitis ulserativa atau penyakit radang usus. Namun The University of Maryland Medical Center memperingatkan jika penggunakan ibuprofen terutama harus diperhatikan, terlebih dalam penyebab sakit perut melilit tersebut.

Dikarenakan penyebab sakit perut yang terlalu beragam, sebaiknya jika Anda melakukan pemeriksaan secara langsung dengan dokter terdekat untuk mengetahui penyebab pastinya sehingga dapat melakukan cara terbaik untuk mengatasinya.

Semoga bermanfaat!

Obat Sakit Perut Melilit Anjuran Dokter? |

Tips Mengobati Varises Dengan Bawang Putih

Permasalahan Varises, yang lebih banyak menyerang pada wanita terjadi tidak mengenal usia. Usia muda dan tuapun bisa mengalami gangguan kesehatan yang satu ini. Varises adalah masalah yang kerapkali terjadi pada pria maupun wanita ini terjadi akibat dari melebarnya pembuluh darah dan biasanya hal tersebut terjadi karena kurangnya aktifitas bergerak dan olahraga, konsumsi makanan yang tidak sehat, duduk dan bahkan berdiri terlalu lama. Biasanya bagian tubuh yang mengalami Varises umumnya tepat berada di kaki. Penampakan Varises akan menganggu penampilan Anda, itulah sebabnya Anda tidak boleh membiarkan hal ini terlalu lama.

Varises bukanlah penyakit yang tidak ada obatnya, tentu ada. Dan salah satu alternatif pengobatan untuk Varises bahkan sangat-sangat mudah didapatkan. Disini saya akan berbagi informasi tentang pengobatan Varises dengan cara tradisional dalam Tips Mengobati Varises Dengan Bawang Putih.

Bawang putih memang tidak banyak diketahui orang-orang tentang manfaatnya. Hal ini karena jarang sekali bawang putih disebutkan sebagai salah satu bahan obat. Padahal, bahan yang biasa digunakan sebagai pelengkap bumbu masakan ini memiliki manfaat yang luar biasa lho bagi kesehatan, termasuk dalam menyembuhkan Varises. Nah, ingin tau bagaimana khasiat dan cara menggunakan bahan obat tradisional untuk Varises dari bawang putih? Berikut selengkapnya.

Tips Mengobati Varises Dengan Bawang Putih

Bahan bahan yang diperlukan bawang putih sebanyak 5 siung yang kemudian cincang halus. Tambahkan 3 buah jeruk nipis dan 2 sendok minyak zaitun.

Untuk membuatnya, masukan bawang putih yang sudah dicincang sebelumnya tadi kedalam toples yang bersih, tambahkan perasan jeruk nipis dan 2 sendok minyak zaitun yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah itu biarkan campuran tersebut kurang lebih sampai 12 jam.

Cara menggunakan ramuan : Setelah 12 jam telah berlalu, gunakan ramuan minyak yang telah dibuat tadi untuk kemudian digosok pada kaki yang memiliki varises searah jarum jam dengan menggunakan handuk atau plastik (pastikan merata di bagian Varises). Jangan lupa kocok terlebih dahulu supaya larut, dan sebaiknya gunakan ramuan ini di malam hari.

Itu dia cara mengobati Varises dengan ramuan bawang putih, semoga dapat bermanfaat untuk Anda.

Baca juga : 5 Hal Yang Dapat Membuat Perut Anda Kembung

5 Hal Yang Dapat Membuat Perut Anda Kembung

Apakah Anda termasuk orang-orang yang sering mengalami gangguan perut kembung dan sakit maag? Jika iya, Anda harus berhati-hati terhadap kedua gejala penyakit tersebut. Ya, keduanya bisa saling berhubungan dan menjadi tanda bahwa sistem pencernaan di dalam sedang bermasalah, terutama pada bagia lambung. Untuk itu Anda juga harus mengetahui hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan Anda merasakan terutama pada perut kembung.

5 Hal Yang Dapat Membuat Perut Anda Kembung

Dan berikut adalah beberapa hal yang ternyata dapat menyebabkan Anda mengalami perut kembung seperti yang dilansir oleh Boldsky, antara lain :

1. Kopi.

Menurut sebuah penelitian, dengan meminum kopi di pagi hari dalam kondisi perut kosong dapat membuat asam lambung menjadi semakin buruk. Hal tersebutlah yang akhirnya menyebabkan Anda merasakan perut kembung.

2. Akibat makan terlalu cepat.

Terkadang Anda juga pasti pernah makan dengan terburu-buru karena berbagai macam alasan. Sebenarnya kebiasan ini termasuk buruk, hal ini dikarenakan makan dengan terlalu cepat dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam perut sehingga membuat asam lambung bereaksi.

3. Ikan

Penyebab lain yang bisa membuat asam dalam perut meningkat dan memicu perut kembung tak lain adalah konsumsi ikan dan suplemen ikan. Kebiasaan ini ternyata bisa memicu kenaikan asam lambung dan perut kembung di beberapa orang.

4. Rokok.

Merokok jadi poin nomor 4 yang merupakan penyebab perut kembung akibat dari asam lambung. Asap rokok yang mengalir ke dalam saluran pencernaan dan menyebabkan asam dalam perut meningkat.

5. Permen karet.

Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa mengunyah permen karet terutama peppermint dapat meningkatkan kadar asam dalam perut yang memicu perut kembung dan asam lambung.

Demikianlah 5 Hal Yang Dapat Membuat Perut Anda Kembung, pastikan Anda menghindari atau minimal mengurangi beberapa kebiasaan diatas jika Anda sering mengalami gangguan perut kembung. Semoga bermanfaat!

Baca juga : Reseller Obat QnC Jelly Gamat Dari Depok

Penyebab Mengantuk Dan Lelah Sepanjang Hari

Apakah Anda merasa seharian ini mengantuk terus padahal tidur pada jam biasa dan tidak begadang! Biasanya kan orang-orang yang begadang sepanjang malam, paginya berlanjut siang masih wajar kalau mengantuk terus.

Nah ternyata, mengantuk sepanjang hari tidak hanya disebabkan oleh begadang saja lho, ada faktor lain yang mempengaruhi Anda terus-terusan mengantuk sepanjang hari selain faktor begadang tadi. Apa saja?

Penyebab Mengantuk Dan Lelah Sepanjang Hari
1. Anemia.

Penyebab Anda merasa mengantuk sepanjang hari selain begadang semalaman ternyata disebabkan oleh Anemia. Anemia adalah kekurangan darah yang biasanya menjadi penyebab ngantuk berlebihan. Biasanya kondisi ini lebih banyak terjadi pada wanita yang sedang menstruasi. Pada saat menstruasi inilah para waniat akan kekurangan zat besi yang berguna sebagai ‘pengantar’ oksigen keseluruh tubuh. Karena kurangnya zat besi tersebut, tubuh akhirnya kekurangan banyak tenaga dan berdampak pada mengantuk berlebihan saat menstruasi.

2. Kekurangan cairan tubuh / Dehidrasi.

Anda bisa mengalami Dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan tubuh. Biasanya hal ini biasa terjadi pada mereka yang selesai berolahraga. Tapi tidak jarang terjadi bahkan pada mereka yang hanya duduk diam di depan komputer sembari bekerja, belajar dan lainnya. Selain membuat tubuh menjadi terasa lemah dan lesu, akibat Dehidrasi ini terkadang akan membuat kita mengantuk sepanjang hari. Jadi, pastikan kita memperoleh asupan cairan dan air minum yang cukup.

3. Depresi.

Penyebab yang ketiga mengapa Anda mengantuk seharian adalah karena depresi. Depresi dianggap sebagai salah satu gangguan emosi yang berpengaruh besar terhadap kebugaran tubuh. Depresi juga menyebabkan semangat dalam diri seseorang menurun dan akhirnya tercipta rasa malas dalam melakukan banyak hal seperti malas pergi sekolah/kerja, malas berfikir bahkan malas makan. Selain itu rasa ngantuk yang lebih sering terjadi akibat malas tadi cukup sulit dihilangkan.

3. Alergi.

Sebagian dokter menyatakan jika Alergi termasuk salah satu reaksi yang berakibat pada perasaan mengantuk yang berlebihan.

4. Mengantuk setelah makan.

Terkadang setelah makan tubuh tiba-tiba saja lemas dan mengantuk. Hal ini bisa saja terjadi pada Anda yang terlalu makan dalam porsi terlalu banyak. Jadi, jika masih punya aktifivitas yang harus dikerjakan lagi sebaiknya makan secukupnya ya, agar tidak jadi mengantuk.

5. Penyakit Jantung.

Perasaan ngantuk yang terjadi bahkan ketika Anda sedang dalam aktivitas terjadi akibat jantung bermasalah. Jika tidak yakin atau ingin mengetahui penyebab dari mengapa akhir-akhir ini Anda merasa mengantuk bahkan karena tidak memiliki aktivitas yang berat segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

Dari kami hanya terkumpul 5 poin tentang Penyebab Mengantuk Dan Lelah Sepanjang Hari. Jika Anda merasakan hal demikian, alangkah baiknya segera lakukan pemeriksaan pada dokter terdekat. Dan semoga artikel diatas dapat berguna untuk Anda, salam!

Baca juga : Efek Samping Setelah Konsumsi QnC Jelly Gamat

Ini Ternyata Perbedaan Antara Penyakit Hepatitis Dan Liver

Terkadang banyak orang yang mempertanyaan tentang bagaimana melihat Perbedaan Antara Penyakit Hepatitis Dan Liver. Keduanya bisa dikatakan penyakit yang memiliki kemiripan, karena sama-sama penyakit yang menyerang organ hati. Lalu bagaimana cara yang tepat dalam membedakan keduanya? Langsung saja, berikut ulasannya.

Mengetahui apa yang menjadi pembeda antara penyakit Hepatitis dan Liver, antara lain.

Perbedaan Antara Penyakit Hepatitis Dan Liver

Berdasarkan pengertiannya, penyakit Hepatitis adalah sebuah penyakit yang terjadi akibat peradangan pada hati yang timbul karena adanya infeksi bakteri maupun infeksi virus. Sedangkan Liver adalah penyakit peradangan pada hati yang terjadi tanpa disertai infeksi virus, bakteri dan lainnya. Penyebab dari liver cukup beragam, diantaranya pola hidup yang tidak sehat, pekerja malam atau orang yang sering begadang, kecanduan alkohol, konsumsi obat-obatan tertentu, kelainan bawaan sejak lahir, kurang gizi, serta kurang memperhatikan kebersihan alat-alat makan dan minum.

Gejala dari penyakit keduanyapun cukup terlihat perbedaannya, yang mana jika Hepatitis memiliki gejala-gejala seperti merasakan rasa sakit pada bagian perut kanan, badan lemas, mual, demam hingga diare. Gejala tersebut bisa semakin parah jika Hepatitis tidak segera mendapat penanganan.

Sedangkan pada gejala Liver, beberapa gejala dapat hadir seiring kondisi Liver meningkat, diantaranya :

  • Terjadi perubahan warna kulit menjadi kekuningan.
  • Urin juga mengalami perubahan warna menjadi seperti teh, lebih gelap.
  • Warna feses agak terang (pucat).
  • Mengalami mual dan mudah lelah.
  • Mengalami penurunan nafsu makan.
  • Kehilangan berat badan yang cukup drastis.
  • Mengalami gatal-gatal.
  • Terjadi pembesaran pada pembuluh darah.

Memang pada dasarnya, kedua penyakit tersebut yaitu Hepatitis dan Liver akan cukup sulit dibedakan. Namun artikel diatas hanya sebuah gambaran. Untuk memastikan sebaiknya Anda tetap melakukan pemeriksaan pada dokter agar mengetahui lebih jelas tentang keduanya.

Baca juga : Mengetahui Gejala Sakit Maag Pada Bayi

Mengetahui Gejala Sakit Maag Pada Bayi

Sakit maag tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, tapi bayi juga bisa mengalaminya.

Terkadang orangtua tidak mengerti apa yang dirasakan anaknya yang masih bayi. Bagaimana tidak? Bayi masih kesulitan dalam mengekspresikan rasa sakit yang dia alami, kecuali dengan menangis. Tapi tentu, menangisnya bayi tidak selalu karena rasa sakit yang terjadi.

Untuk Anda sebagai orngtua, wajib memperhatikan beberapa gejala yang diperlihatkan bayi secara alami. Dalam hal ini adalah gejala sakit maag. Bayi akan terlihat sedikit berbeda dari segi tertentu, dan berikut adalah beberapa poin penting yang harus Anda ketahui jika bayi mungkin saja sedang mengalami sakit maag.

Berikut adalah gejala sakit maag pada bayi, diantaranya :

Mengetahui Gejala Sakit Maag Pada Bayi

1. Terjadi gejala menyerupai gejala kolik.

Terkadang gejala ulkus pada bayi menyerupai gejala kolik. Gejala tersebut termasuk menangis lama yang akan semakin memburuk di sore hari dan malam hari. Jika terjadi seperti itu, Anda bisa mengangkat kepalanya serta rendahkan kakinya untuk membantu melepaskan gas.

2. Gejala selama dan sesudah makan.

Bayi yang menderita maag biasanya menolak makan, bahkan ketika mereka lapar sekalipun. Gejala lain dari bayi yang menderita sakit maag termasuk sering bersendawa dan muntah.

3. Waspadai gejala tak biasa.

Seringkali beberapa gejala maag pada bayi tidak diasumsikan sebagai sakit pada perut mereka, seperti infeksi telinga dan radang sinus atau sakit tenggorokan dan pilek.

4. Gejala tidur.

Gejala refluks asam biasanya akan membuat bayi tidak merasa nyaman karena asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat mengiritasi tenggorokan bayi. Dengan terjadinya kondisi tersebut, biasanya semakin memburuk ketika bayi justru dibaringkan. Anda bisa melihatnya merasa tidak nyaman mulai dari gejala saat tidur, seperti sering bangun, menangis sambil bergumam pada malam hari yang terkadang diselingi batuk, tersedak, atau tercekik saat berbaring.

5. Gejala yang semakin parah.

Gangguan sakit maag yang semakin buruk membuat gejala menjadi lebih parah serta membuat bayi membungkam dirinya dengan tangannya. Selain itu, maag yang terjadi pada anak tanpa penanganan akan membuat berat badan anak yang turun, ngiler berlebihan, dan mungkin kesulitan bernapas sampai kesulitan menelan.

Dengan Mengetahui Gejala Sakit Maag Pada Bayi diharapkan sebagai orangtua Anda lebih memperhatikan lagi buah hati Anda. Meskipun terlihat sepele, tapi tetap tidak boleh dibiarkan begitu saja. Nah, semoga bisa bermanfaat untuk Anda, salam sehat!

Baca juga : Benjolan Non Kanker Yang Tetap Harus Diwaspadai

Benjolan Non Kanker Yang Tetap Harus Diwaspadai

Setiap orang pasti akan mulai terganggu dan mulai risau jika terdapat benjolan di tubuhnya yang secara tiba-tiba muncul begitu saja. Entah menyadari sebelumnya atau tidak, kemunculan benjolan-benjolan ditubuh terkadang bisa sangat berbahaya dan bahkan tidak sama sekali. Benjolan yang muncul juga bervariasi letaknya, ada yang di leher, payudara, paha, area genital dll. Jenisnya pun tidak kalah beragam, ada yang lunak dan hanya ada satu benjolan, atau ada yang keras dan tumbuh di berbagai area tubuh. Hati-hati jika kondisi benjolan tidak hilang dalam 1 atau 2 minggu dan malah membuat area tubuh sekitar benjolan terasa sakit karena bisa saja itu kanker.

Namun jangan terlalu khawatir, ada beberapa penyakit yang diawali dengan ciri tumbuhnya benjolan. Berikut ini adalah 6 penyakit yang menyebabkan tumbuhnya Benjolan Non Kanker Yang Tetap Harus Diwaspadai.

Benjolan Non Kanker Yang Tetap Harus Diwaspadai

1. Nodul tiroid.

Nodul tiroid muncul dengan tanda benjolan kecil sedikit keras di bagian leher bagian bawah. Selama benjolan in itidak menyebabkan sakit atau berpindah, maka Anda tidak perlu mengkhawatirkannya karena umumnya memang jenis benjolan akibat Nodul tiroid adalah jinak. Sayangnya penyebab dari kemunculan Nodul tiroid belum diketahui secara pasti dikarenakan aktivitas kelenjar tiroid.

2. Lipoma.

Lipoma juga termasuk benjolan seperti bola cincin yang dapat bergerak dengan mudah. Benjolan ini berisi timbunan lemak yang muncul terutama pada bagian tubuh di kaki, dan lengan. Penyebab munculnya Lipoma adalah genetik atau turunan dari keluarga dan untungnya tidak berbahaya. Jika benjolan Lipoma terasa menyakitkan karena telah berdekatan dengan pembuluh saraf atau darah, mungkin diperlukan tindakan operasi ringan untuk menghapuskan benjolan tersebut.

3. Kista.

Benjolan Kista berbentuk serupa buah anggur dengan tekstur yang sangat lembut dengan berupa kantung yang berisi cairan. Kista biasanya tumbuh di sekitar payudara dan area genital. Benjolan lembut di area genital mungkin terjadi akibat terblokirnya saluran minyak hingga dapat memunculkan kista Epidermoid.

Jika Anda merasakan memiliki benjolan pada area tersebut dan terasa sensitif, kompreslah dengan air hangat dan gunakan krim antibiotik. Tidak perlu khawatir jika benjolan tidak menyebabkan rasa sakit, tetapi jika benjolan bertahan hingga lebih dari sebulan lamanya sebaiknya segera lakukan periksakan ke dokter.

4. Pembengkakan kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening di dalam tubuh kita terletak pada area ketiak dan leher. Terutama di bawah rahang, belakang telinga dan di dasar tengkorak serta di selangkangan. Jika muncul benjolan di area tersebut, mungkin penyebabnya adalah pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Kondisi seperti ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun virus. Pembengkakan bisa menghilang dalam waktu sekitar 3 minggu. Jika lebih dari waktu tersebut, periksakan kembali kondisi Anda ke dokter.

5. Kista Ganglion.

Kista Ganglion merupakan jenis kista yang tak bergerak, kenyal dan menyakitkan. Benjolan akibat kista ini terbentuk pada bagian atas kaki, bagian atas pergelangan tangan juga punggung tangan. Ukuran benjolan umumnya hanya sebesar kacang atau buah plum.

6. Fibroadenoma.

Fibroadenoma adalah benjolan berbentuk bulat yang sangat mudah bergerak di dalam jaringan payudara. Penyebabnya belum diketahui, hanya biasanya sering terjadi pada wanita berusia 20-30 tahun. Dokter mungkin akan menyarankan untuk segera melakukan biopsi atau aspirasi jarum halus untuk melihat apakah Fibroadenoma tersebut tidak berbahaya.

Namun yang pasti benjolan ini biasanya tidak berbahaya, tetapi jika Fibroadenoma semakin besar dan membuat Anda merasa cemas, dokter dapat menghapusnya melalui proses operasi ringan.

Baca juga : Mengatasi Benjolan Pada Anak Dengan Obat QnC Jelly Gamat