Sindrom Gilbert Muncul Akibat Bilirubin Tinggi

Jika Anda atau siapapun pernah mengalami sakit tertentu, misalnya cacar bagian tubuh luar yaitu kulit biasanya akan muncul bintik-bintik cacar. Salam seperti hal tersebut, akibat kelainan dari Sindrom Gilbert mata seseorang dapat berwarna kuning akibat dari kadar bilirubin yang tinggi, seperti Hepatitis A.

Sindrom Gilbert Muncul Akibat Bilirubin Tinggi

Dilansir lama mayo clinic, gangguan pada hati yang mungkin belum Anda ketahui adalah Sindrom Gilbert. Sindrom tersebut muncul saat hati tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Terutama pada saat hati memproses zat yang disebut bilirubin.

Bilirubin merupakan zat yang berupa pigmen kekuningan, dan dibuat dari organ hati ketika tubuh secara alami melakukan penghancuran sel darah merah yang telah menua. Dengan sendirinya bilirubin berjalan melalui aliran darah menuju organ hati. Biasanya bilirubin ini dipecah oleh enzim yang ada di sel hati dan kemudia hilang dari aliran darah. Setelahnya baru dieksresikan dalam tinja.

Anda bisa mengetahui tanda dari adanya Sindrom Gilbert, harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Biasanya pemeriksaan akan dilakukan lewat tes darah, dan jika tes darah menunjukkan bahwa kadar bilirubin tinggi, bisa jadi itu adalah tanda dari Anda mengalami sindrom ini.

Namun tidak perlu khawatir, Sindrom Gilbert tidak berbahaya dan bahkan bisa hilang dengan sendirinya.

Berikut adalah cara yang bermanfaat dilakukan untuk megurangi resiko dari Sindrom Gilbert, diantaranya :

— Mengkonsumsi makanan yang sehat dengan banyak makan buah dan sayuran. Hindari melewatkan makan, makanlah secara rutin dan hindari diet rendah kalori.
— Pandai dalam mengelola stress, Sindrom gilbert bisa muncul ketika Anda stress, belajarlah untuk menenangkan diri.

Baca lainnya : Ketahui Penyebab Tenggorokan Sakit Saat Menelan

Ketahui Penyebab Tenggorokan Sakit Saat Menelan

Saat kita sedang sakit tenggorokan, hal yang sudah pasti akan mengganggu adalah sakit saat menelan. Sakit tenggorokan yang menyebabkan sakit menelan umumnya terjadi akibat radang yang terjadi di tenggorokan. Namun ternyata tidak hanya berasal dari radang tenggorokan, beberapa masalah kesehatan lainnya yang terjadi juga dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan sakit saat menelan.

Tenggorokan juga dapat terkena infeksi yang akhirnya menyebabkan sakit saat menelan. Infeksi dibagian tenggorokan terjadi oleh alergi, dan rasa yang cukup menyakitkan dapat berasal dari bagian atas leher hingga ke pangkal tenggorokandan dibelakang tulang dada. Jelas saja kondisi ini menyebabkan tidak nyaman karena turut menimbulkan sensasi seperti terbakar dan perih, serta seperti mendapat tekanan yang kuat di tenggorokan.

Maka dari itu, yuk lebih mengenali apa saja yang menjadi penyebab tenggorokan sakit saat menelan.

Ketahui Penyebab Tenggorokan Sakit Saat Menelan
— Radang tenggorokan.

Penyebab yang pertama sudah dijelaskan di awal bahwa Radang Tenggorokan adalah salah satu penyebab pasti Anda mengalami sakit tenggorokan sehingga kesulitan dalam menelan baik makanan maupun minuman.

Sakit tenggorokan terjadi disebabkan oleh infeksi virus, bakteri serta reaksi alergi terhadap alergen dari lingkungan sekitar termasuk udara kering, debu, merokok, serbuk sari tanaman dll. Jenis bakteri yang menyebabkan sakit menelan adalah bakteri streptococcal yang berada di amandel dan tenggorokan. Namun kondisi serupa juga dapat terjadi akibat virus. Bakteri maupun virus dapat menimbulkan peradangan dan iritasi di tenggorokan. Salah satu tandanya adalah pembengkakan amandel, kelenjar getah bening, demam hingga sakit menelan.

— Asam lambung.

Asam lambung kronis, salah satu dampak yang terjadi pada penderitanya adalah kesulitan dalam menelan. Kondisi ini yerjadi akibat cairan asam lambung yang bersifat asam, mengiritasi esofagus (kerongkongan). Inilah yang menyebabkan Anda merasa sakit saat menelan serta mengalami sedikit masalah pada pernafasan.

— Sakit amandel.

Amandel akan menyebabkan rasa sakit di tenggorokan, dan kesulitan dalam menelan. Dan ya, selain menyebabkan sakit menelan, amandel juga memperlihatkan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, amandel bengkak, bercak putih kekuningan di tenggirikan dalam. Biasanya anak-anak lah yang mengeluh sakit saat menelan terjadi akibat amandelnya yang membengkak.

— Difteri.

Difteri, mungkin belum banyak yang mengenal nama penyakit yang satu ini. Difteri merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae. Racun yang terdapat dalam bakteri tersebut mempengaruhi selaput lendir di hidung dan tenggorokan, sehingga membentuk selaput putih baru yang tebal yangdapat terlihat di lidah, dan terjadi juga pada bagian tubuh seperti tenggorokan, bagian dalam hidung hingga saluran pernafasan lain.

Gejala dari Difteri diantaranya menggigil, demam, bercak abu-abu yang lumayan tebak di amandel dan tenggorokan, bengkak di leher, batuk, kulit kebiruan, rasa tidak nyaman di tenggorokan, sakit menelan dan mulut yang terus mengeluarkan liur.

Baca juga : Awal Dari Terbentuknya Batu Empedu

By— Obat QnC Jelly Gamat

Perhatikan Posisi Tidur Ini Untuk Mencegah Asam Lambung

Siapa yang menyangka jika posisi tidur adalah salah satu dari sekian banyak cara dalam mengatasi asam lambung. Tidur memang memberikan manfaat, selain untuk mengistirahatkan badan, pikiran juga akan tenang akibat rutinitas keseharian yang berat. Tidur juga membantu kinerja organ dalam menjadi lebih optimal. Salah satunya adalah lambung.

Baca juga : Macam-macam Penyakit Yang Terjadi Di Lambung

Perhatikan Posisi Tidur Ini Untuk Mencegah Asam Lambung

Berdasarkan sebuah penelitian terungkap jika ada posisi tidur yang bisa dicoba untuk mencegah naiknya asam lambung saat pagi hari. Lalu bagaimana posisi tidur yang baik untuk mencegah asam lambung?

1. Menggunakan bantal.

Gunakan bantal disetiap tidur Anda untuk mencegah sakit kepala dan naiknya asam lambung. Pastikan bantal yang Anda gunakan empuk dan nyaman.

2. Tidur telentang.

Dr Decontee Jimmeh adalah seorang Ahli Saraf dari Norwood Clinic di Birmingham, menjelaskan bahwa posisi tidur telentang dapat membantu mencegah dari masalah pencernaan. Lebih dari itu, posisi tidur ini juga akan membuat Anda benar-benar rileks dengan meringankan otot yang kaku.

“Tidur telentang dapat mencegah penuaan. Begitu juga Anda dapat mencegah kenaikan asam lambung saat bangun pagi,” tutur Dr Decontee.

3. Posisi tidur miring ke kiri.

Naiknya asam lambung dapat dicegah dengan mengatur posisi tidur miring ke kiri. Khusus untuk wanita hamil, posisi ini juga dianjurkan karena akan sangat baik membuat aliran darah menjadi lebih lancar. Dengan begitu tidak akan merasakan kram pada kaki dan tangan.

Perhatikan Posisi Tidur Ini Untuk Mencegah Asam Lambung |

Macam-macam Penyakit Yang Menyerang Paru-paru

Paru-paru tubuh manusia termasuk salah satu dari organ pernafasan yang sangat penting. Tidak hanya itu, paru-paru juga berhubungan dengan sistem peredarah darah, serta tempat bertukarnya oksigen dan karbondioksida dalam darah. Namun sayangnya, paru-paru juga rentan terkena gangguan kesehatan dan penyakit jika kita tidak menjaganya dengan baik.

Ada banyak sekali Macam-macam Penyakit Yang Menyerang Paru-paru, dan berikut adalah contoh penyakit berbahaya yang menyerang paru-paru.

Macam-macam Penyakit Yang Menyerang Paru-paru
1. TBC atau Tuberkulosis.

TBC atau Tuberkulosis menjadi salah satu penyakit yang menular dengan mudah di masyarakat. Penyakit ini juga berbahaya karena sewaktu-waktu dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. Penyebab dari penyakit TBC adalah serangan bakteri yang bernama Mycobacterium tuberculosis.

Gejala : Batuk berdahak yang terjadi lebih dari 3 minggu, batuk berdarah, demam pagi dan sore hari, berkeringat di malam hari dan nafsu makan menurun.

2. Kanker paru-paru.

Mendengar kata kanker saja, kita sudah tau kalau ini adalah penyakit yang mematikan. Kanker juga dapat menyerang paru-paru dan sama bahayanya dengan penyakit kanker lainnya. Penyebab dari kanker paru-paru terjadi dari kebiasaan merokok yang mana rokok memiliki kandungan zat beracun. Tidak hanya menghisapnya saja, para perokok pasif yang tidak sengaja menghirup asapnya pun akan kendadampaknya. Bahkan pasien rumah sakit lebih banyak dialami oleh para perokok pasif dibanding dengan perokok pasif.

Gejala : Batuk berdarah, sesak nafas, sesak dada, berat badan menurut dratsis, dan mudah merasa lelah.

3. Emfisema.

Emfisema disebabkan oleh kehilangan keelasitasan dari Alveolus. Alveolus merupakan gelembung-gelembung yang terdapat di paru-paru. Mereka yang menderita Emfisema, memiliki volume paru-paru lebih besar dari normalnya. Penyebab utama dari penyakit paru yang satu ini masih berhubungan dengan asam rokok, serta kekurangan enzim Alfa-1.

Gejala : Sesak nafas dalam waktu lama, nafsu makan menurut dan berat badan menurun.

4. Bronkitis.

Penyakit Bronkitis, adalah penyakit peradangan yang terjadi di saluran bernama bronkus, yaitu saluran yang membawa udara ke paru-paru. Penyebab dari Bronkitis terjadi akibat infeksi dari kuman, virus dan bakteri. Penyebab umumnya adalah debu, asap rokok dan polusi udara.

Gejala : Batuk yang disertai demam, memiliki dahak yang berwarna kuning karena infeksi kuman, sesak nafas dalam waktu yang lama.

Baca juga : Obat Batuk Bronkitis Tradisional Untuk Anak

5. Pneumonia.

Pneumonia merupakan penyakit infeksi lainnya yang terjadi para paru-paru, tepatnya di jaringan paru / parenkim, yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan jamur. Namun umumnya terjadi akibat bakteri Mycoplasma pneumoniae dan streptokokus (Streptococcus).

Gejala : Batuk berdarah, dahak berwarna kuning dan kental, sesak nafas dan demam, sakit di dada.

6. Asma.

Asma terjadi karena adanya penyempitan sementara pada saluran pernafasan yang menyebabkan penderitanya kesulitan untuk bernafas. Penyempitan ini terjadi tepat di pembuluh tenggorokan. Asma bisa terjadi karena beberapa faktor, yaitu keturunan, perubahan suhu, debu, kelembaban, ketegangan emosi, dan aktifitas gerak tubuh yang berlebuh. Walaupun serangan sesak nafas pada asma dapat hilang dengan sendirinya, namun waspadai jika terjadi serangan berat dan tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.

Gejala : Sulit bernafas, bernafas dengan diiringi suara mengi.

Obat Batuk Bronkitis Tradisional Untuk Anak

Batuk Bronkitis yang terjadi pada anak disebabkan paru-parunya terinfeksi virus penyebab flu dan batuk yang kemudian terus masuk kedalam tubuh dan bekembang biak di saluran bronkus. Namun tidak hanya virus, penyebab bronkitis pada anak bisa terjadi karena faktor lingkungannya seperti debu, asap polusi dan asap rokok.

Obat Batuk Bronkitis Tradisional Untuk Anak

Gejala yang menandakan anak mengalami Bronkitis ditandai dengan :

  • Batuk yang tidak berhenti sampai 5 berturut-turut/
  • Batuk disertai dahak bening, putih kental, kuning atau hijau.
  • Anak mengalami nyeri dada saat batuk.
  • Tidak sampai demam tinggi, namun hanya demam ringan yang sesekali muncul.

Pengobatan Batuk Bronkitis Pada Anak Dengan Obat Alternatif QnC Jelly Gamat.

Mengobati Batuk Bronkitis pada anak, harus benar-benar sangat diperhatikan. Terlebih dalam jenis obat dan pengobatannya. Jika dengan obat-obatan kimia sudah tidak mempan atau terlalu keseringan, efeknya juga akan berbahaya bagi tubuh. Jika sudah begitu Anda bisa mencari pengobatan lainnya, melalui alternatif. Salah satunya dengan obat herbal, yaitu QnC Jelly Gamat.

Obat Batuk Bronkitis Tradisional Untuk Anak

Seperti apa khasiat QnC Jelly Gamat? Simak disini : QnC Jelly Gamat

Dalam khasiatnya, QnC Jelly Gamat yang berbahan dasar teripang emas mampu mengatasi penyakit Batuk Bronkitis, dan penyakit sejenis. Ini dia testimoninya.

Obat Batuk Bronkitis Tradisional Untuk Anak

Obat Batuk Bronkitis Tradisional Untuk Anak

Baca juga : Berbahayakah Jika Terjadi Flu Yang Tak Kunjung Sembuh?

Jika berminat, silahkan lakukan pemesanan sekarang juga dengan mengirimkan pemesanan melalui sms/bbm dengan format pemesanan yang telah ditentukan. Anda bisa melihat caranya [ DISINI ], lengkap dengan daftar harga dan informasi discount untuk pembelian lebih dari 2 botol!

Kami tunggu pemesanannya, smeoga lekas sembuh! Salam 🙂

Berbahayakah Jika Terjadi Flu Yang Tak Kunjung Sembuh?

Akibat perubahan cuaca yang tidak menentu seperti belakangan ini, tingkat kecenderungan orang-orang yang mengalami sakit flu menjadi lebih mudah. Flu atau influenza sebenarnya merupakan penyakit yang terjadi akibat virus dan dapat menyerang siapapun.

Berbahayakah Jika Terjadi Flu Yang Tak Kunjung Sembuh?

Sayangnya terkadang flu disepelekan, dan tidak mendapatkan penanganan khusus untuk penyembuhannya. Padahal jika Anda lihat, flu terkadang dapat bertahan dalam waktu yang lama, sampai berhari-hari dan kita malah tidak berhenti mengkonsumsi obat warung. Bila sudah begitu, itu namanya adalah flu yang berkepanjangan. Apakah flu yang tidak kunjung sembuh ini bisa diobati? Dan Berbahayakah Jika Terjadi Flu Yang Tak Kunjung Sembuh?

Menurut pakar kesehatan dr. Abrijanto SB, M.Si, beliau menyebutkan jika flu merupakan penyakit yang kerapkali terjadii pada seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun / rendah. Haemoplhylus influenza, adalah virus yang menyerang dan membuat kita terkena flu, baik flu ringan maupun berat. Yang menarik lainnya adalah jika seseorang cenderung menyukai gaya hidup sehat dan menerapkannya, lalu sangat menyukai olahraga, istirahat cukup, menjaga pola makan dengan baik dan mengelola stress, virus ini tidak akan mau dekat-dekat dengan kita.

Pernyataan lainnya tentang flu berkepanjangan atau yang tidak kunjung sembh juga dijelaskan oleh dr Abrijanto. Beliau mengatakan bahwa flu yang terjadi dalam waktu lama perlu diwaspadai. Efeknya bisa jadi infeksi sekunder yang membuat flu tidak mau mereda, dan akhirnya infeksi stapilococus ketika flu berkembang menjadi masalah arthritis atau bahkan myocarditis. Jika sudah begini, sudah dipastikan jika flu tidak juga sembuh, segera lakukan pemeriksaan untuk mengetahui bagaimana kondisi selanjutnya.

Baca juga : Obat Untuk Sakit Flu Yang Tak Kunjung Sembuh

Mengenai obat-obatan yang dijual di warung, dr. Abrijanto menjelaskan jika obat tersebut hanya berfungsi dalam menekan gejala flu, bukan berarti menyembuhkan secara total. Ditambah dengan kondisi sistem imun tubuh yang masih buruk, maka gejala tersebut bisa kambuh lagi. Cara terbaik dalam memperbaiki daya tahan tubuh dengan banyak-banyak istirahat dan mengkonsumsi makanan bergizi, terutama Vitamin C.

Lawan Kolesterol Dengan Minum Teh Pahit

Sebenarnya amat sangat banyak masyarakat Indonesia yang kurang menjalani pola hidup sehat. Itulah makanya banyak dari mereka yang menderita kolesterol tinggi. Khususnya dalam penerapan pola makan, dengan tidak seimbangnya asupan gizi dan nutrisi membuat kolesterol jahat lebih tinggi diderita orang-orang termasuk anak dan remaja sekarang.

Contohnya saja pada makanan kaya lemak, seperti udang dan kepiting. Kedua jenis makanan tersebut dapat meningkatkan kolesterol. Tapi tentu saja bisa diatasi dengan asupan makanan lainnya seperti sayur dan buah, juga berolahraga. Namun karena kesadaran masyarakat yang kurang, penyakit kolesterol pun tidak bisa dicegah.

Lawan Kolesterol Dengan Minum Teh Pahit

Tapi ternyata, kolesterol ini bisa dilawan asal kita mengkonsumsi teh pahit. Hal ini juga dijelaskan oleh seorang pakar kesehatan dari Universitas Indonesia yaitu dr. Saptawati Bardosono. Beliau mengungkapkan jika Anda bisa saja mengkonsumsi makanan yang berkolesterol, untuk menanganinya, silahkan mengkonsumsi teh pahit setelah mengkonsumsi makanan tersebut. Teh pahit hangat dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat bahkan tanpa harus melakukan aktifitas fisik lainnya.

Dokter Saptawati bahkan menjelaskan jika berolahraga memang lebih efektif untuk membersihkan kolesterol jahat dan melancarkan sirkulasi darah dengan baik. Namun banyak dari kita yang memiliki sifat pemalas, sehingga tidak menyediakan waktu untuk berolahraga. Dengan begitu salah satu alternatif jika Anda mengkonsumsi makanan berkolesterol tinggi, minumlah dengan teh pahit.

Artikel terkait : Jenis Makanan Yang Membantu Menurunkan Kolesterol Jahat

Penyebab Batuk Menjadi Lebih Parah Saat Malam Hari

Batuk adalah penyakit yang tidak mengenal musim, namun di Indonesia batuk lebih sering terjadi ketika musim hujan. Memang ketika musim kemarau atau panas di Indonesia yang sangat terasa menyengat kemudian berganti begitu saja dengan hujan, akibat perubahan yang cukup ekstim ini banyak orang bisa mengalami sakit tiba-tiba seperti demam, flu, pilek, batuk dan sakit tenggorokan.

Baca juga : Cara Mencegah Penyakit Demam Tifoid Saat Musim Hujan

Penyebab Batuk Menjadi Lebih Parah Saat Malam Hari

Pada batuk, biasanya penyakit ini membuat kewalahan terlebih ketika di malam hari. Mengapa demikian? Ternyata berdasarkan ahli kesehatan disebutkan jika Penyebab Batuk Menjadi Lebih Parah Saat Malam Hari adalah pengaruh dari gravitasi. Saat kita berbaring, Gastroesofagus secara alami melakukan penolakan yang mengakibatkan banyaknya lendir di area tenggorokan. Gerakan ini sendiri berlangsung secara alami. Karena alasan inilah maka batuk dapat berlangsung lebih sering dan menyiksa hingga membuat penderitanya tersenggal-senggal.

Terlebih pada saat tidur, seringkali ruangan / kamar yang digunakan tertutup dengan sirkulasi udara yang lebih sedikit. Hal ini juga mempengaruhi saluran pernafasan menjadi lebih tersiksa hingga pada akhirnya membuat batuk pada penderitanya semakin parah.

Untuk mengatasi batuk di malam hari, pakar kesehatan menyarankan jika sebaiknya penderita batuk menggunakan bantal yang diletakan cukup tinggi untuk menyangga tubuh. Selain itu, tidak menggunakan AC saat tidur juga diperlukan, terlebih karena penggunaan AC malah akan membuat udara menjadi kering dan hanya berputar-putar di dalam kamar saja.

By—Obat QnC Jelly Gamat

Cara Mencegah Penyakit Demam Tifoid Saat Musim Hujan

Di musim hujan beberapa penyakit dapat menyerang lebih banyak pada beberapa orang dengan kondisi tubuh yang lemah. Salah satu penyakit yang cukup sering terjadi adalah demam tifoid.

Demam tifoid, merupakan salah satu penyakit infeksi yang terjadi di berbagai belahan negara di dunia, terutama di negara berkembang. Infeksi ini terjadi akibat bakteri yang disebut Salmonella typhi.

Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan bahwa sekitar 22 juta kasus baru terjadi akibat demam tifoid. Dan 200.000 diantaranya tidak terselamatkan. Kasusnya lebih banyak terjadi di wilayah Asia, terutama Asia Tenggara.

Demam tifoid selain menyebabkan demam tinggi, penyakit ini juga memiliki gejala seperti sakit kepala, diare hingga konstipasi, lemas, nafsu makan berkurang dan merasakan pegal-pegal pada otot dan persendian.

Cara Mencegah Penyakit Demam Tifoid Saat Musim Hujan

Pencegahan Demam Tifoid

Untuk pencegahan penyakit demam tifoid saat musim hujan tiba, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Diantaranya :

1. Membiasakan anak-anak (karena mereka sangat rentan terhadap penyakit demam tifoid) untuk mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air.
2. Memperhatikan apa yang menjadi jajanan si kecil. Jangan biarkan anak jajan sembarangan atau memakan jajanan yan gberasal dari tempat yang kurang terjaga kebersihannya. Bila perlu buatkan dia bekal agar anak tidak jajan sembarangan.
3. Jika musim hujan tiba, jangan biarkan anak berlama-lama bermain dalam genangan air / banjir.
4. Selalu memastikan peralatan makan selalu bersih, mencucinya dengan air bersih.
5. Tidak menggunakan air sumur untuk diminum, pastikan supaya air tanah yang digunakan tidak terkontaminasi apapun, termasuk bakteri dll. Jika kurang yakin, beralih saja pada air minum kemasan.

Cara lainnya untuk mencegah demam tifoid adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi demam tifoid umumnya dilakukan pada anak-anak usia dua tahun ke atas. Jadi, jika sudah dewasa dia menjaga kebersihan dan pola hidupnya, maka demam tifoid tidak akan pernah menyerang.

Baca juga : Cara Mengobati Demam Tifoid Pada Ibu Hamil

4 Tips Untuk Mengatasi Tipes Secara Alami

Tipes merupakan salah satu jenis penyakit yang lumayan berbahaya jika tidak mendapat penanganan yang benar. Ciri dari penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya demam tinggi pada si penderita, lalu demam ini biasanya semakin meningkat ketika di malam hari. Penyebabnya juga beragam, diantaranya dari makanan, bakteri yang masuk kedalam tubuh dan cacing.

Baca juga : Inilah Bahaya Dari Penyakit Tipes Parah

4 Tips Untuk Mengatasi Tipes Secara Alami

Selain mengatasi dengan obat, sebenarnya masih ada cara alami yang dapat membantu mengobati dan mengatasi penyakit tipes. Dan berikut adalah 4 Tips Untuk Mengatasi Tipes Secara Alami yang tidak ada salahnya kan untuk Anda ketahui. Diantaranya :

1. Dengan Mentimun

Mentimun ternyata bisa lho digunakan untuk mengatasi tipes. Caranya juga gampang, Anda tinggal menggunakan mentimun secukupnya, kemudian jangan lupa dibersihkan lebih dulu. Kemudian parutlah mentimun tersebut dan ambil perasan air yang dihasilkan. Jangan lupa di minum dengan rutin. Setelah beberapa hari, akan terlihat hasilnya!

2. Dengan buah Pepaya.

Cara kedua sebagai tips alami dalam mengatasi penyakit tipesyaitu dengan menggunakan buah pepaya. Pepaya adalah buah yang dipercaya dapat membantu mengatasi masalah pencernaan, termasuk penyakit seperti tipes. Caranya sama dengan mentimun, Anda tinggal memarut buah pepaya muda secukupnya, peras dan ambil airnya dan minum secara rutin.

3. Dengan daun Keji Beling.

Tips yang ketiga untuk mengatasi penyakit tipes yaitu dengan menggunakan daun Keji Beling. Untuk mengobati penyakit tipes, Anda bisa menggunakannya dengan merebus 15 lembar daun Keji Beling yang sudah dibersihkan terlebih dahulu. Setelah itu, rebus daun tunggu sampai airnya mendidih hingga menyisakan setengah saja.

4. Menjaga kebersihan.

Tips yang terakhir untuk mengatasi tipes adalah hal dasar, yaitu menjaga kebersihan lingkungan. Jika lingkungan bersih maka tidak hanya penyakit tipes yang akan jauh-jauh dari Anda, penyakit lainnya pun sama. Sebisa mungkin rawatlah diri Anda sendiri dan tempat tinggal serta lingkungan yang Anda tinggali supaya terhindar dari ancaman bakteri penyebab tipes.

Itu dia beberapa tips rekomendasi dari saya untuk Anda mengenai cara menangani penyakit Tipes. Selain cara-cara diatas, Anda juga kami rekomendasikan untuk mengobati penyakit tipes dengan Obat QnC Jelly Gamat.

Baca juga : Penyebab Gangguan Penglihatan Pada Penderita Diabetes