Metode Alami Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Varises

Varises, termasuk penyakit yang pada umumnya memang bisa ditangani secara medis. Namun, Anda juga harus tau jika setiap pengobatan pasti memiliki jalan pengobatan lainnya. Seperti halnya pada pengobatan penyakit lainnya, dalam pengobatan Varises pun memiliki metode alami yang bisa Anda coba dan praktekan sendiri.

Metode Alami Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Varises

Dan berikut ini adalah Metode Alami Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Varises, diantaranya :

1. Jeruk Nipis.

Cara mengatasi Varises pertama dengan metode menggunakan jeruk nipis. Caranya, Anda hanya membutuhkan 1-2 buah jeruk nipis saja. Cara membuatnya dengan memotong jeruk nipis menjadi 2 bagian, lalu usapkan potongan jeruk tersebut ke kulit bagian tubuh yang terkena varises. Cara ini dilakukan sebanyak 2 kali sehari, pagi dan malam.

2. Kacang hijau.

Salah satu manfaat baik dari kacang hijau adalah untuk menghilangkan varises. Nah, caranya cukup dengan merebus kacang hijau sebanyak segenggam dalam 2 gelas air. Kemudian setelahnya, Anda bisa minum air rebusan kacang hijau tersebut sebanyak 2 kali sehari.

3. Memijat dengan campuran ramuan bahan alami.

Varises bisa diatasi dengan pijatan ditambah beberapa campuran ramuan tradisional. Anda bisa membuat ramuan yang terdiri dari 12 siung bawah putih, 5 buah jeruk nipis dan minyak zaitun secukupnya. Setelahnya Anda bisa mencoba memijat dengan ramuan tersebut selama 15-20 menit.

4. Blackberry dan Ceri.

Di dalam kedua buah tersebut, Blackberry dan Ceri memiliki kandungan antosianin dan proanthocyanidins. Keduanya merupakan sebuah senyawa yang diketahui dapat membantu melancarkan darah juga mengurangi resiko Varises.

5. Diet dan olahraga.

Anda bisa melakukan Diet untuk mengatasi Varises karena sebagian besar faktor penyebab Varises berasal dari Obesitas. Maka dari itu, jaga dan tetap kontrol berat badan Anda menjadi lebih ideal. Lakukan olahraga untuk mendukung diet Anda. Cobalah dengan olahraga yang dapat membantu mengurangi Varises seperti berjalan santai setiap hari selama 15-30 menit. Olahraga ini dapat melancarkan sirkulasi darah Anda asalkan tidak dilakukan dengan berlebihan.

Nah, selain metode diatas pengobatan Varises juga dapat dibantu dengan mengkonsumsi obat herbal QnC Jelly Gamat untuk membantu memperbaiki pembuluh darah melebar karena Varises.

Baca selengkapnya mengenai khasiat dari obat QnC Jelly Gamat untuk mengobati varises, disini => Obat Varises Pada Tangan Dan Kaki Dari QnC Jelly Gamat

Tips Menahan Emosi Amarah Saat Berpuasa

Faktanya, berpuasa tidak hanya membuat kita menahan lapas dan haus, tapi juga amarah.

Tips Menahan Emosi Amarah Saat Berpuasa

Namun, selalu saja ada hal-hal yang tidak diduga dan membuat emosi kita meluap saat berpuasa. Sayangnya, karena hal ini puasa kita tidak akan sempurna. Maka dari itu, ada baiknya untuk tetap bersabar dan sebisa mungkin dapat mengontrol diri agar tidak terbawa nafsu amarah.

Untuk itu, ada baiknya Anda mengenal beberapa Tips Menahan Emosi Amarah Saat Berpuasa berikut ini.

1. Menghindari situasi yang bisa menyulut emosi.

Pastikan Anda tahu benar situasi dan kondisi apa yang membuat Anda cepat meledak, dan hindari situasi yang memicu Anda emosi. Contohnya, jika Anda tahu kalau Anda bakal marah-marah saat sedang terburu-buru (atau diburu-buru), sebaiknya persiapkan dan selesaikan segala sesuatu lebih cepat dari seharusnya.

Contoh lainnya, jika Anda sudah pasti akan dibuat kesal oleh macetnya jalanan ibukota, pastikan Anda keluar rumah 15-30 menit lebih awal dari biasanya untuk menghindari supaya tidak terlambat sampai tujuan. Dengan antisipasi kecil macam hal tersebut, Anda bisa menghindari situasi menyebalkan dan puasa pun berjalan lancar tanpa harus emosi.

2. Jangan terlalu dianggap serius, kaitkan saja dengan humor.

Selama puasa, banyak-banyaklah bercanda dan berhumor ria untuk membantu Anda menghadapi hal-hal yang kemungkinan bisa menyulut emosi. Hindari juga bacaan gosip dan masalah-masalah umum yang berkaitan dengan kebencian, agar ibadah puasa Anda tetap sah tanpa terbakar emosi.

3. Latih diri untuk tetap rileks.

Melatih diri sendiri untuk tetap rileks bisa menjadi salah satu tips menahan emosi saat puasa bagi orang yang temperamental. Ada banyak cara membuat diri sendiri tetap rileks, misalnya dengan teknik pernapasan dalam. Begitu Anda sudah mulai ingin ngomel-ngomel, segera temukan tempat yang sepi dan nyaman untuk duduk atau berbaring. Setelahnya, cobalah kosongkan pikiran sambil tetap bernapas normal seperti biasanya dan letakkan tangan di atas perut.

Ambil napas dengan perlahan lewat hidung, biarkan dada dan perut bawah Anda mengembang sampai Anda merasa tangan Anda ikut naik. Biarkan perut Anda mengembang hingga mencapai kapasitas paling maksimalnya. Tahan napas Anda selama beberapa menit, dan kemudian buang napas perlahan lewat mulut (atau bisa lewat hidung jika Anda merasa ini yang lebih nyaman). Anda seharusnya juga akan merasa tangan Anda ikut perlahan turun. Ulangi selama beberapa menit. Selama bermeditasi, Anda bisa coba pikirkan hal-hal menyenangkan dan kata-kata yang memotivasi. Anda juga bisa mengalihkan emosi dengan tidur, mendengarkan musik, atau jalan kaki santai.

4. Olahraga.

Olahraga nyatanya penting untuk menjaga kebugaran tubuh saat puasa. Selain itu, olahraga saat puasa juga bisa menjadi salah satu cara untuk menahan emosi dan amarah yang keluar karena olahraga dapat membilas hormon stres kortisol dalam tubuh dan menggantikanya dengan hormon bahagia serotonin. Maka, emosi dan amarah saat puasa pun bisa sedikit dikendalikan.

5. Ikhlas memaafkan.

Ketika emosi sudah tidak bisa terbendung lagi, kuncinya adalah melatih diri untuk menjadi orang yang pemaaf, lapang dada, dan sabar.

Jika Anda membiarkan amarah dan perasaan negatif lainnya menang, hal hal positif lainnya akan berkurang. Tidak jarang, sehari-hari atau bahkan di bulan puasa, Anda akan menjadi orang yang moody dan menyebalkan. Tanamkan di pikiran Anda kalau menjadi orang pemaaf lebih baik daripada dikenal menjadi orang yang emosional. Selain bisa menghindari Anda dari dampak buruk tertentu, dengan memaafkan Anda juga bisa menambah pahala ibadah yang terjamin pada bulan penuh rahmat ini. (diambil dari laman hellosehat).

Pentingnya Lakukan Tes Kesehatan Sebelum Puasa

Melakukan cek atau tes kesehatan perlu dilakukan sebagai pantauan jika kondisi kesehatan kita dalam keadaan baik-baik saja, atau sebaliknya. Jika sebaliknya, tentu penanganan juga akan dilakukan lebih cepat.

Pentingnya Lakukan Tes Kesehatan Sebelum Puasa

Karena bulan puasa (Ramadhan) semakin dekat, Anda juga perlu memastikan bagaimana kondisi tubuh Anda sekarang. Dengan melakukan tes kesehatan, nantinya Anda akan mengetahui seberapa sehat diri Anda, khususnya kesiapan dalam menjalani puasa untuk 30 hari kedepan.

Ada beberapa kategori orang yang tidak boleh berpuasa, diantaranya adalah :
  • Pasien dalam perawatan rumah sakit dan dalam keadaan diinfus, baik cairan maupun makanan, serta pasien yang sedang menerima transfusi darah.
  • Seseorang yang tengah mengalami infeksi akut, misalnya radang tenggorokan berat, demam tinggi, diare akut, serta mual dan muntah.
  • Seseorang yang memiliki migrain atau vertigo, dimana kondisi sakitnya akan bertambah buruk jika ia tidak makan atau minum obat.
  • Mereka yang memiliki gangguan pernapasan akut seperti asma atau penyakit paru obstruksi kronis.
  • Pasien gagal jantung.
  • Mereka yang sedang mengalami sakit mag akut, dan bisa muntah hebat dan nyeri hingga mengeluarkan keringat dingin.
  • Pasien kanker yang sedang dalam pengobatan atau yang belum diobati.
  • Pasien dengan gangguan liver kronis lanjut.
  • Pasien dengan gagal ginjal kronis yang sedang menjalani cuci darah atau petroneal dialisis.
  • Pasien penderita Diabetes yang gula darahnya belum terkontrol atau kalaupun terkontrol kebutuhan insulinnya masih tinggi, yaitu lebih dari 30 U per hari.
  • Usia lanjut yang menderita pikun (Alzheimer). (klikdokter).

Dengan melakukan tes / cek kesehatan atau medical check-up memiliki variasi pemeriksaan. Menurut dr. Fiona Amelia, MPH, seperti dikutip dari KlikDokter, hal ini terjadi karena tidak semua jenis penyakit dapat ditemukan dalam satu tes yang bersamaan.

Panel pemeriksaan tes kesehatan dasar biasanya mencakup antara pemeriksaan darah, analisis urine, rekam jantung, dan rontgen dada. Hasil dari keempat pemeriksaan ini biasanya cukup untuk menyaring penyakit-penyakit yang sering ditemui, seperti infeksi tuberkulosis, darah tinggi, diabetes, kolesterol, penyakit hati, ginjal, dan jantung. Jika dari hasil cek kesehatan ada gangguan tertentu, barulah dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh pihak medis. Konsultasikan lagi dengan dokter, apakah Anda masih bisa berpuasa dengan kondisi kesehatan tertentu yang kini sedang dialami.

Pentingnya Lakukan Tes Kesehatan Sebelum Puasa

5 Jenis Makanan Yang Bisa Memicu Sakit Perut

Sakit perut termasuk gangguan kesehatan umum yang dialami hampir oleh semua orang. Adapun kondisi ini menganggu, dan bisa terjadi karena beberapa faktor yang mempengaruhi, namun yang paling umum adalah karena makanan yang dikonsumsi.

5 Jenis Makanan Yang Bisa Memicu Sakit Perut

Tidak bisa dipungkiri, apapun yang masuk ke dalam perut memang turut memengaruhi cara kerja berbagai sel di dalam tubuh. Jika makanan yang masuk dirasa kurang tepat, bukan tidak mungkin jika perut akan menolaknya dengan melontarkan sensasi nyeri.

Terkait sakit perut, pakar kesehatan menyebut jika kondisi demikian bisa merupakan sebuah alarm tubuh atas kondisi yang sedang Anda alami. Biasanya sakit perut muncul ketika ada infeksi virus atau Anda mengonsumsi sesuatu yang dapat merangsang pengeluaran asam lambung berlebih dan mengiritasi saluran cerna. Diantaranya, makanan yang terlalu asam, terlalu pedas, berlemak, kafein, nikotin, atau alkohol. Selain itu, kadar hormon stres dalam tubuh akan meningkat dan salah satu dampak yang terjadi adalah gangguan pada saluran cerna. Hal inilah yang kemudian dapat memicu peningkatan asam lambung dan sakit perut.

Tidak selalu menjadi masalah sepele, sakit perut juga dapat menjadi gejala dari gangguan usus kronis atau dalam istilah medis disebut Irritable Bowel Syndrome (IBS). Dalam kasus ini, sakit perut biasanya datang bersama Diare, Sembelit, perut terasa begah dan sering bersendawa.

Penderita sakit perut akibat kondisi ini juga tidak boleh sembarang mengonsumsi makanan. Berikut adalah 5 Jenis Makanan Yang Bisa Memicu Sakit Perut.

1. Susu dan produk olahannya.

Susu, keju, yoghurt, es krim dan produk olahan susu lainnya dapat mencetuskan keluhan sakit perut parah bila Anda mengidap penyakit IBS. Hal ini terjadi karena adanya kandungan disakarida (sejenis gula) yang sering berada dalam bentuk laktosa.

2. Gula dan pemanis buatan.

IBS tidak membeda-bedakan segala hal yang bersifat manis. Ini berarti, madu hingga pengganti gula seperti sorbitol dan xylitol harus benar-benar dihindari. Pasalnya, pemanis tersebut dikemas dengan karbohidrat yang sulit dicerna, sehingga mereka juga mudah difermentasi oleh bakteri di usus. Ujung-ujungnya, apalagi kalau bukan sakit perut parah.

3. Kafein dan alkohol.

Makanan dan minuman yang mengandung kafein menstimulasi gerakan di dalam usus besar. Kopi adalah salah satu makanan pemicu sakit perut, yang paling sering dilaporkan pada pasien dengan IBS.

Tak hanya kafein, penderita IBS juga sebaiknya menjauhi alkohol. Sebuah studi dalam The American Journal of Gastroenterology menemukan bahwa wanita dengan IBS memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami mual, sakit perut, dan diare setelah mengonsumsi minuman beralkohol.

4. Makanan kemasan.

Mulai sekarang, bacalah label nutrisi dengan saksama. Beberapa makanan kemasan seperti serealia, sup, campuran bumbu, salad atau makanan beku memiliki kandungan yang tidak baik untuk tubuh.

Misalnya, penyedap alami dapat mengandung bawang putih atau bubuk bawang, dimana keduanya tidak dianjurkan untuk penderita IBS.

5. Buah dan sayuran tertentu.

Beberapa buah dan sayur tinggi akan oligosakarida, monosakarida, dan poliol. Senyawa tersebut tidak cocok dengan perut yang sensitif. Daftar buah dan sayuran tersebut meliputi brokoli, kubis, mangga, semangka, ceri, nektarin, apel, buah pir, jamur dan kol. (klikdokter).

Untuk mengurangi efek sakit perut yang luar biasa, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut.

  • Memperbanyak asupan air putih.
  • Kompres hangat pada perut.
  • Minum obat antasida.
  • Imbangi pula dengan penerapan gaya hidup sehat.

Jika setelah dilakukannya tips tersebut keluhan tak kunjung hilang, segera berobat ke dokter.

Apa Yang Membuat Penyebab Telinga Berdengung Terus Menerus?

Mungkin Anda seringkali mengalami telinga berdengung, namun tidak sekalipun mencari tahu apa penyebabnya. Padahal, jika ditemukan gejala-gejala yang tidak biasa pada tubuh, segera mencari tahu apa yang terjadi, atau datangi dokter terdekat untuk melakukan pemeriksaan.

Apa Yang Membuat Penyebab Telinga Berdengung Terus Menerus?

Hal ini dikarenakan kondisi telinga berdengung dapat terjadi karena Tinitus. Tinitus merupakan salah satu bentuk gangguan pendengaran berupa sensasi suara di salah satu, atau kedua telinga tanpa adanya rangsangan dari luar.

Keluhan yang muncul tidak hanya berupa suara berdengung, tapi juga mendesis, menderu, dan berbagai macam jenis bunyi lainnya. Suara yang ditimbulkan juga bervariasi. Ada yang muncul dengan nada tinggi, nada rendah, lembut, ataupun keras. Selain itu, suara berdengung dapat terus-menerus terdengar ataupun hilang timbul.

Karena Tinitus dianggap sangat ringan, orang cenderung mengabaikannya begitu saja karena akan kembali normal dalam waktu cepat. Namun, dalam beberapa kasus yang sangat berat, Tinitus dapat menyebabkan gangguan aktivitas. Inilah yang menjadikan seseorang yang mengalami tinitus harus memeriksakan kondisinya ke dokter spesialis THT.

Mengenal penyebab telinga berdengung.

Telinga kita terdiri atas 3 bagian yaitu telinga luar, tengah dan dalam. Berbagai bagian telinga dapat menimbulkan keluhan Tinitus. Namun, sering kali Tinitus dikaitkan dengan tuli saraf, yaitu tuli akibat adanya gangguan pada organ telinga bagian dalam.

Dan berikut ini adalah beberapa penyebab timbulnya Tinitus seperti dilansir dari laman Klikdokter.
  • Kelainan pada telinga luar, akibat kotoran telinga yang terlalu banyak, terutama hingga menyentuh gendang telinga, dapat menyebabkan penekanan serta perubahan getaran gendang telinga sehingga menimbulkan Tinitus.
  • Kelainan pada telinga tengah, yang terjadi karena infeksi telinga tengah, otosklerosis (penebalan tulang pendengaran), kejang otot gendang telinga dan tulang pendengaran juga dapat menumbulkan tinitus.
  • Kelainan pada telinga dalam, merupakan kerusakan atau hilangnya sel-sel rambut di telinga dalam akibat suara yang terlalu kencang, obat-obatan, ataupun karena usia lanjut.
  • Mengalami kelainan di pusat pendengaran di otak, misalnya Neuroma akustik atau karena kerusakan saraf akibat cedera kepala.
  • Adanya tumor di daerah kepala, leher, atau telinga sehingga menimbulkan keluhan tinitus yang seperti denyut jantung (Tinitus pulsatil).
  • Terjadi gangguan sendi rahang atau temporomandibular joint disorder (TMJ disorder atau TMD), yaitu suatu sindroma dimana penderita merasakan nyeri pada sendi rahang, yang disebabkan oleh beberapa kondisi. Nyeri dapat dirasakan pada bagian tengkuk, leher, wajah, telinga, dan kepala. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan gerakan saat membuka rahang dan mengunyah, dan dapat mengeluarkan suara “klik” atau “pop” saat penderita menggerakkan sendi rahangnya.
  • Depresi, gangguan cemas, insomnia.
  • Kelelahan.

Selain itu, kebiasan seperti mengonsumsi alkohol, merokok, termasuk konsumsi kafein berperan terhadap munculnya keluhan Tinitus. Kondisi tubuh seperti kurang darah (anemia), alergi, tekanan darah tinggi, penyakit Jantung, Diabetes, dan gangguan hormon Tiroid bisa menyebabkan Tinitus.

Jika Anda atau siapapun kerabat/teman dan seseorang yang Anda kenal sering mengalami kondisi tersebut, kami sarankan untuk segera melakukan pemeriksaan untuk dapat ditangani dengan cepat.

Baca lainnya :

Gejala Kanker Ovarium Yang Kerap Kali Terabaikan

Kanker Ovarium menjadi salah satu penyakit yang berbahaya yang terjadi pada wanita. Namun sayangnya, penyakit ini tidak dapat dikenali dari gejala spesifiknya, dan bahkan para wanita cenderung tidak mengetahui bagaimana gejala selengkapnya dari Kanker Ovarium, sehingga terkadang karena ketidaktahuan tersebut, gejalanya terabaikan.

Gejala Kanker Ovarium Yang Kerap Kali Terabaikan

Namun Anda tidak perlu khawatir, berikut ini saya akan berbagi informasi tentang Gejala Kanker Ovarium Yang Kerap Kali Terabaikan, yang semoga saja menjadi sebuah gambaran agar kelak jika Anda mempunya satu atau beberapa gejalanya, dapat segera melakukan pemeriksaan.

  • Sering kembung.

Kebanyakan wanita akan berpikiran jika kembung tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun saat kembung yang dialami terjadi secara terus-menerus serta dibarengi dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, bisa jadi itu menjadi tanda penyakit Kanker Ovarium.

  • Siklus menstruasi abnormal.

Siklus menstruasi yang tidak normal juga bisa dijadikan patokan jika terjadi masalah pada Ovarium, dan bisa saja merupakan gejala dari Kanker Ovarium.

  • Sering mengalami gangguan perut.

Gejala Kanker Ovarium selanjutnya bisa dilihat dari seringnya Anda mengalami masalah kesehatan atau gangguan pada perut.

  • Infertilitas.

Infertilitas dapat terjadi karena berbagai macam alasan. Salah satunya yang paling utama adalah Kanker Ovarium.

  • Ukuran pinggang yang bertambah.

Selain karena faktor naiknya berat badan, hendaknya berhati-hatilah karena Kanker Ovarium yang sedang menjangkiti tubuh juga membuat ukuran pinggang meningkat.

  • Sering buang air kecil.

Saat Anda merasakan dorongan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya, jangan menyepelekan kondisi tersebut. Sebab, hal ini juga menjadi salah satu tanda Kanker Ovarium menyerang tubuhmu.

Baca juga :

Infeksi Yang Disebabkan Luka Operasi

Infeksi yang disebabkan luka setelah operasi bisa terjadi pada siapapun. Kondisi ini dapat diklarifikasikan sebagai nfeksi insisi dangkal, infeksi insisi dalam, atau infeksi organ/ruang.

Infeksi luka operasi biasanya terjadi dengan persentase kurang lebih 17% dari kasus infeksi pada orang yang dirawat di rumah sakit. Sebagian besar kasus, infeksi dapat terjadi dalam kurun waktu 2 minggu setelah operasi. Walaupun infeksi insisi dalam dan infeksi organ/ruang bisa terjadi setelah sekian lama.

Infeksi Yang Disebabkan Luka Operasi

Infeksi luka operasi, dapat terjadi pada orang-orang yang pernah menjalani operasi. Ada sekitar 2-3% dari mereka yang mengalaminya. Nah, untuk meminimalisir kondisi tersebut, silahkan diskusikan lebih lanjut dengan dokter Anda.

Gejala dari luka infeksi luka operasi, meliputi :

  • Bekas luka operasi mengeluarkan nanah.
  • Luka kembali terasa nyeri saat tersentuh/disentuh.
  • Mengalami pembengkakan, kemerahan dan terasa hangat.

Penyebab infeksi luka operasi dikaitkan dengan jenis, dan dibagian tubuh mana operasi dilakukan, berapa lama terjadi, keterampilan dokter bedah, hingga seberapa kuat dan baik sistem kekebalan tubuh seseorang untuk melawan infeksi. Saat pembedahan melibatkan beberapa organ seperti perineum, usus, sistem alat kelamin dan bakteri anaerob yang dapat berkaitan dengan terjadinya infeksi ini.

Apa saja pilihan pengobatan untuk Infeksi luka operasi?

Dilansir dari laman halosehat, jenis pengobatan yang paling penting bagi infeksi luka operasi diantaranya membuka kembali sayatan bedah untuk membersihkan material yang terinfeksi (jaringan mati dan benda asing). Kain kasa pembalut yang digunakan pada luka juga harus diganti beberapa kali dalam sehari.

Hal ini memungkinkan infeksi untuk sembuh dengan tindakan lanjutan. Kondisi ini akan membuat luka yang terbuka pulih dari bawah ke atas dengan membuat jaringan baru. Antibiotik bisa diberikan pada saat luka dibersihkan dan selama beberapa hari setelahnya. Pengobatan dapat diperpanjang jika ada tanda-tanda bahwa infeksi dapat menyebar dan terutama jika terjadi demam.

Penanganan dan pengobatan infeksi luka operasi di rumah, dengan cara :
  • Ikuti anjuran dokter, terutama tentang bagaimana merawat bekas luka operasi.
  • Mencuci tangan adalah cara yang terbaik untuk mencegah infeksi.
  • Minum antibiotik yang diresepkan sampai selesai.
  • Beritahu keluarga dan teman untuk mencuci tangan mereka dengan baik. dengan sabun dan air sebelum mengunjungi Anda.
  • Lakukan pemeriksaan lanjut dengan dokter Anda.
  • Jangan merokok.
  • Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Baca juga :

Cara Mengatasi Cacar Air Saat Terjadi Orang Dewasa

Anda mungkin mengenal cacar air adalah penyakit yang akan terjadi pada anak kecil saja. Namun ternyata, dalam sebagian orang cacar air justru terjadi pada orang dewasa. Yang lebih membahayakan, cacar air yang menyerang orang dewasa akan mengalami gejala yang lebih parah. Maka dari itu, penanganan cacar air orang dewasa dikategorikan sebagai pengobatan yang lebih serius.

Cara Mengatasi Cacar Air Saat Terjadi Orang Dewasa

Cara Mengatasi Cacar Air Saat Terjadi Orang Dewasa

Cacar air yang menyerang di usia dewasa akan membuat penderitanya lebih mudah mengalami komplikasi dibandingkan dengan saat penyakit ini terjadi di saat usia anak-anak. Namun jangan panik, karena cacar air pada orang dewasa, bisa dilakukan penanganan berikut ini.

  • Jika suhu tubuh di atas 37,5 derajat celcius, disarankan untuk segera mengonsumsi paracetamol.
  • Saat terganggu dengan gatal yang menyerang, segera menggunakan lotion atau krim dengan kandungan calamine.
  • Perbanyak asupan makanan yang sehat dan bergizi selama sakit, terutama asupan karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah.
  • Perbanyak minum air putih selama sakit.

Cacar air merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Maka yang penting adalah bagimana caranya meningkatkan kembali daya tubuh. Selain itu, penyakit ini sangat mudah menular. Agar tidak tertular penyakit ini, maka sebaiknya diwajibkan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, istirahat dengan tidur cukup 8 jam sehari, rutin menjaga kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Untuk Anda yang pernah terkena cacar air semasa kecil, Anda tetap perlu selalu menjaga daya tahan tubuh. Tindakan ini berguna sebagai tindakan pencegahan yang dilakukan orang yang belum terkena cacar air sebelumnya.

Semoga bermanfaat, salam 🙂

Membedakan Kulit Kepala Gatal Karena Ketombe dan Psoriasis

Jika Anda memiliki keluhan gatal di kulit kepala karena ketombe, mungkin masih bisa diatasi dengan cara menjaga kebersihan kulit kepala dan memilih shampo yang tepat untuk mengatasi gatal karena ketombe. Namun sebenarnya, kulit kepala gatal juga tidak hanya terjadi akibat ketombe saja. Penyakit kulit yang dapat menyerang kulit kepala (seperti ketombe), dikenal sebagai Psoriasis. Apa sebenarnya Psoriasis tersebut?

Membedakan Kulit Kepala Gatal Karena Ketombe dan Psoriasis

Menurut pengertiannya, Psoriasis merupakan peradangan kulit kronis yang tidak bisa sembuh, namun muncul kambuhan. Gejalanya dapat terjadi di bagian kulit manapun, termasuk pada kulit kepala. Psoriasis di kulit kepala bisa terasa sangat gatal dan kulitnya bisa sangat kering sehingga mudah mengelupas, serupa dengan ketombe. Lalu, bagaimana cara membedakan keduanya?

Perbedaan diantara penyebab dan gejalanya.
Ketombe.

Penyebab umum ketombe tidak lain adalah jamur Malassezia yang hidup di kulit kepala. Jamur akan terus berkembang biak sehingga mengiritasi kulit kepala dan menyebabkan penumpukan sel kulit mati. Jarang mencuci rambut membuat kepala ketombean, karena minyak, kotoran, dan sel kulit mati akhirnya menumpuk dan berkerak hingga mengelupas. Muncullah serpihan ketombe berwarna putih yang biasanya Anda lihat jatuh di bahu. Penyebab lainnya dari munculnya ketombe, yaitu reaksi alergi pada bahan kimia tertentu dalam produk perawatan rambut. Kondisi ini sering disebut dengan dermatitis seboroik. Biasanya, serpihan ketombe akibat dermatitis seboroik berukuran lebih besar dan berwarna kekuningan.

Psoriasis di kulit kepala.

Psoriasis di kulit kepala sama saja dengan psoriasis di tempat lainnya. Psoriasis termasuk gangguan penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem imun tubuh justru berbalik menyerang sel kulit yang sehat. Akibatnya, sel kulit bisa tumbuh terlalu cepat sehingga akhirnya menumpuk. Psoriasis menyebabkan kulit kepala meradang menjadi kemerahan dan memiliki bercak putih keperakan. Gejala lainnya yaitu muncul rasa gatal dan nyeri panas di kulit. Kulit kepala yang menebal kemudian mengeras dan bersisik, sebelum akhirnya mengelupas menjadi serpihan yang mirip ketombe.

Berbeda dengan gejala ketombean, gejala Psoriasis juga bisa menyebabkan kulit kepala berdarah akibat pengelupasan kulit kering tersebut. Namun, ketombe biasa tidak akan sampai membuat berdarah. Gejala psoriasis bisa kambuh dam semakin parah ketika Anda berada di lingkungan yang dingin atau sedang stres. Psoriasis paling umum dialami oleh orang-orang berusia 15-35 tahun.

Perbedaan lainnya yaitu dalam cara mengatasi ketombe dan Psoriasis.

Pada ketombe, cara yang paling umum untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan shampo anti ketombe di pasaran. Jika Anda telah mencoba sampo antiketombe selama lebih dari sebulan dan gejalanya belum membaik, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Untuk gangguan Psoriasis, dikatakan jika penyakit ini cukup sulit dan bahkan tidak bisa disembuhkan. Namun, ada pengobatan yang dapat mengurangi gejala dan memperbaiki penampilan kulit kepala Anda. Maka dari itu pengobatan Psoriasis akan bergantung pada jenis dan tingkat keparahan Psoriasis itu sendiri.

Baca juga :

Jenis Minuman Yang Bisa Mengurangi Gejala Asam Lambung

Asam lambung termasuk masalah kesehatan yang bisa terjadi pada siapa saja. Saat asam lambung terjadi, artinya Anda harus menata ulang kembali bagaimana pola makan yang baik dan sehat. Hal ini dikarenakan gangguan dari gejala asam lambung yang kambuh bisa terjadi akibat konsumsi makanan bahkan minuman tertentu.

Jenis Minuman Yang Bisa Mengurangi Gejala Asam Lambung

Penting bagi penderita asam lambung mengetahui apa saja makanan dan minuman yang boleh juga tidka boleh atau dibatasi konsumsinya agar tidak menyebabkan asam lambung naik. Untuk kali ini, kami akan berbagi informasi seputar Jenis Minuman Yang Bisa Mengurangi Gejala Asam Lambung berikut ini.

1. Teh herbal.

Minuman teh herbal bisa dijadikan sebagai solusi terbaik saat asam lambung Anda sedang naik. Teh herbal akan membantu melancarkan sistem pencernaan dan meredakan rasa mual yang Anda rasakan. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua teh herbal boleh Anda konsumsi. Pilihlah teh herbal yang bebas kafein, seperti teh chamomile dan licorice. Teh licorice alias akar manis akan bermanfaat sebagai meningkatkan lapisan lendir di esofagus sehingga terlindungi dari iritasi akibat asam lambung. Cara membuatnya juga cukup. Seduhlah satu sendok teh herbal ke dalam satu cangkir air panas, lalu diamkan selama 5 sampai 10 menit. Agar mendapatkan hasil yang maksimal, minum sebanyak dua sampai empat cangkir teh herbal setiap hari sambil beristirahat.

Jenis teh herbal yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita asam lambung adalah teh yang berasal dari daun peppermint. Hal ini dikarenakan peppermint memiliki efek dalam memicu refluks asam lambung bagi beberapa orang yang sistem pencernaannya cenderung sensitif.

2. Susu rendah lemak atau susu skim.

Penderita asam lambung pada umumnya tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi susu sapi. Hal ini dikarenakan kandungan lemak tinggi pada susu sapi termasuk kategori yang sulit dicerna. Alasan lainnya adalah karena kandungan lemak pada susu sapi dapat melunakkan katup atau sfingter esofagus dan membuka jalan bagi asam lambung untuk naik ke kerongkongan.

Disarankan, jika Anda ingin tetap minum susu, pilihlah susu rendah lemak atau susu skim agar lebih mudah dicerna. Dengan begitu, katup kerongkongan (sfingter esofagus) akan tetap aman saat menahan asam lambung naik.

3. Jus.

Jenis buah-buahan sitrus seperti jeruk, nanas, atau apel ternyata sangat tidak dianjurkan untuk penderita asam lambung. Hal ini dikarenakan jenis buah-buahan tersebut dapat memicu asam lambung naik. Untuk tetap mendapatkan nutrisi dari buah dan sayur, penderita asam lambung disarankan mengkonsumsi sayur dan buah yang rendah kandungan asamnya, seperti wortel, bayam, mentimun, atau lidah buaya. Selain itu, Anda juga bisa membuat minuman segar dari buah yang aman untuk penyakit asam lambung, seperti buah bit, semangka, dan buah pir.

4. Susu nabati.

Susu nabati termasuk salah satu minuman yang baik diminum oleh penderita asam lambung. Jenis susu nabati yang dapat dipilih di antaranya adalah susu kedelai, susu almond, dan susu kacang mede.

Seperti susu almond, mengandung sifat basa yang dapat membantu menetralkan cairan asam lambung dan meredakan gejalanya. Sementara susu kedelai dinilai sebagai minuman untuk asam lambung yang paling aman. Hal ini dikarenakan kandungan susu kedelai memiliki lebih sedikit lemak dibandingkan jenis susu lainnya sehingga dapat mencegah naiknya asam lambung.

5. Smoothie.

Smoothie juga bisa disebut sebagai minuman yang baik untuk asam lambung. Selain karena mengandung lebih banyak vitamin dan mineral, minuman ini juga tidak membuat asam lambung Anda cepat kambuh.

Saat Anda membuat smoothie, gunakan buah yang tidak mengandung banyak asam, seperti buah pir atau semangka. Anda juga mencampurkannya dengan bayam agar semakin ampuh menjaga kadar asam lambung Anda tetap normal.

6. Air kelapa.

Air kelapa memiliki kandungan tinggi kalium yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan pH dalam tubuh. Dengan begitu, kadar asam lambung Anda menjadi lebih mudah dikendalikan dan mengurangi risiko refluks asam lambung.

7. Air putih.

Rutin minum air putih termasuk cara paling sederhana untuk mencegah asam lambung kambuh. Namun, Anda tetap perlu berhati-hati saat minum air putih. Kebanyakan pH air cenderung netral atau mencapai angka 7. Hal ini karena tidak menutup kemungkinan bahwa air putih dapat meningkatkan kadar pH dari setiap makanan yang Anda konsumsi.

Meski Anda dianjurkan untuk minum air putih, Anda tetap perlu membatasi air putih yang Anda minum. Terlalu banyak minumjuga memiliki efek berbahaya yang dapat mengganggu keseimbangan mineral dalam tubuh dan meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks asam lambung. Jika Anda masih bingung harus seberapa banyak minum air putih, segera tanyakan ke dokter.

Baca juga :