Jenis-jenis Operasi Untuk Mengatasi Wasir

Wasir menurut pengertiannya adalah kondisi dimana pembengkakan yang berisi pembuluh darah yang membesar. Pembuluh darah yang terkena Wasir biasanya berada di area bokong, yaitu didalam rektum atau anus. Wasir pada sebagian orang menjadi masalah serius dan perlu tindakan operasi untuk menanganinya. Selain itu, yang penting untuk diperhatikan tidak lain adalah soal pola makan, menjaga selalu kebersihan, dan mengubah kebiasaan buang air besar atau BAB.

Jenis-jenis Operasi Untuk Mengatasi Wasir

Wasir pun termasuk penyakit yang bisa terjadi pada segala usia. Wasir menyebabkan penderitanya mengalami nyeri dan pendarahan. Jika sudah semakin parah, barulah dilakukan tindakan operasi.

Operasi wasir ternyata memiliki beberapa jenis, apa saja? Berikut ini diantaranya.

1. Hemoroidektomi.

Hemoroidektomi merupakan tindakan operasi wasir dimana dokter akan membuat potongan kecil di sekitar anus untuk mengangkat benjolan wasir. Hemoroidektomi adalah operasi kecil yang memerlukan bius separuh badan dan biasanya pasien bisa pulang setelah operasi selesai.

Operasi hemomroidektomi juga akan membantu menghilangkan nyeri, pembengkakan, dan rasa gatal yang disebabkan wasir. Tapi karena prosedurnya memerlukan jahitan, akan ada rasa tidak nyaman di daerah anus dalam jangka beberapa waktu.

2. PPH (Procedure for Prolapse and Hemorrhoids).

PPH merupakan prosedur minimal invasif untuk mengobati wasir internal yang tidak dapat lagi ditangani oleh terapi non-operatif. Seringkali PPH ini perlu dilakukan pada penderita dengan prolaps wasir internal, yaitu suatu kondisi ketika dimana wasir internal turun dari lubang anus. Selama prosedur ini dilakukan, diperlukan perangkat operasi untuk reposisi wasir dan memotong aliran darahnya. Tanpa darah, wasir akhirnya layu dan mati. Prosedur ini juga membuat sisa wasir berada di dalam anus yang ujung sarafnya lebih sedikit, sehingga mengurangi rasa sakit.

Beberapa keuntungan dari prosedur PPH tidak lain adalah, tidak terlalu sakit saat dilakukan, penyembuhannya lebih cepat, pendarahan sedikit dan gatal, juga minim komplikasi berbahaya.

Selain itu, ada juga beberapa cara dalam penanganan wasir selain operasi, yaitu :

A. Laser.

Sebuah sinar laser khusus ditembakkan ke arah wasir untuk membakar jaringan wasir.

B. Rubber band ligation.

Sebuah karet akan diikatkan di sekitar pangkal wasir untuk menghambat pasokan aliran darah dan memicu kematian jaringan. Prosedur ini dilakukan di daerah yang memiliki jaringan saraf paling sedikit untuk meminimalkan rasa sakit.

C. Skleroterapi.

Sebuah larutan kimiawi nantinya akan disuntikkan di sekitar pembuluh darah yang akan menyusutkan benjolan wasir dan menghancurkannya.

Walaupun dinilai cukup aman, berbagai operasi dan prosedur ini memiliki risiko. Sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu pada dokter untuk meminta saran prosedur yang tepat untuk Anda.

Baca juga :

Penyebab Telapak Kaki Selalu Dingin

Umumnya, reaksi tubuh pada suhu udara yang dingin dan lembab, juga berdampak pada menggigil, dan bagian tubuh yang ikut ‘mendingin’. Salah satu bagian tubuh yang biasanya bereaksi adalah kaki. Namun apa yang terjadi apabila telapak kaki selalu dingin, tanpa dipengaruhi oleh faktor cuaca dan suhu?

Dikutip dari laman alodokter, telapak kaki dingin ini bisa jadi tanda penyakit serius. Kondisi kaki dingin yang merupakan pertanda penyakit bukan terjadi akibat kecemasan akan sesuatu.

Penyebab Telapak Kaki Selalu Dingin

Lebih dari itu, penyebab telapak kaki selalu dingin bisa diketahui dengan melakukan pemeriksaan ke dokter. Dan umumnya jika hal ini sering terjadi, umumnya diakibatkan oleh beberapa penyakit seperti :

  • Diabetes.

Pada penderita Diabetes, kadar gula pada darah serta urin yang tidak normal membuat pembuluh darah arteri dan kapiler menyempit. Akibatnya, pasokan darah menjadi terganggu dan memicu kaki dingin. Kadar gula darah yang tinggi juga menyebabkan kerusakan saraf. Ketika saraf ini kemudian terganggu, bagian kaki yang paling sering terkena efeknya terlebih dulu.

  • Neuropati.

Neuropati berkaitan dengan adanya kerusakan saraf yang mengakibatkan gangguan terhadap fungsinya secara motorik maupun sensorik. Akibat kondisi ini, ada beberapa anggota tubuh yang terasa dingin, termasuk kaki. Kadang, meski tidak terasa dingin, kaki bisa kesemutan hingga mati rasa.

  • Penyakit arteri perifer (PAD).

PAD merupakan sebuah kondisi dimana terjadi penyumbatan pembuluh darah arteri. PAD juga bisa berarti pembengkakan pembuluh darah tersebut. Kondisi ini akhirnya membuat aliran darah terhambat, terutama ke bagian kaki, sehingga menyebabkan kaki dingin bahkan sakit. Rasa sakit mulanya berawal dari betis dan terasa saat Anda berjalan. Lama kelamaan rasa sakit bertambah dan menjalar ke atas. Setelah itu kaki bisa menjadi mati rasa.

  • Hipotiroidisme.

Hipotiroidisme terjadi ketika tubuh kekurangan hormon tiroid. Saat hal ini terjadi, metabolisme tubuh juga ikut terganggu. Karena kondisi ini, aliran darah dan denyut jantung pun ikut terganggu sehingga memengaruhi suhu tubuh dan membuat kaki bisa menjadi lebih dingin dari biasanya.

  • Aterosklerosis.

Aterosklerosis adalah penyempitan pembuluh darah arteri karena lemak sehingga menghambat aliran darah. Selain timbul rasa dingin, kadang diiringi dengan rasa sakit betis saat berjalan. Sementara itu, saat duduk, kaki kemungkinan berwarna biru atau ungu. Kemudian jika berbaring, telapak kaki dapat tampak pucat.

  • Sindrom Raynaud.

Sindrom ini terjadi akibat aliran darah pada tangan dan kaki mendadak berkurang, mengakibatkan jari tangan dan kaki berubah warna dari putih kebiruan saat kedinginan. Kulit juga bisa mati rasa. Tubuh dengan kondisi autoimun dapat menjadi penyebab terjadinya sindrom Raynaud, namun sering kali tidak jelas penyebabnya. Pada wanita, mereka lebih rentan mengalami sindrom Raynaud. Juga orang yang pekerjaannya memegang alat yang bergetar terus menerus. Misalnya, pada pekerja bangunan.

Baca juga :