Gangguan Kesehatan Yang Terjadi Pada Mulut Akibat Diabetes

Diabetes termasuk penyakit yang sekarang ini dapat terjadi pada siapapun tanpa mengenal usia. Bahkan, menurut pernyataan dari Sulta Qaboos dari University Medical Journal menyatakan jika penyakit Diabetes adalah salah satu penyakit yang menjadi penyumbang angka kematian cukup besar di seluruh dunia.

Jika penyakit Diabetes ini tidak segera mendapat penanganan, maka bisa menyebabkan komplikasi serius. Salah satu dari komplikasi Diabetes adalah terjadi gangguan kesehatan di mulut.

Gangguan Kesehatan Yang Terjadi Pada Mulut Akibat Diabetes

Diantara gangguan mulut tersebut, antara lain :
  1. Gingivitis dan periodontitis.

Gingivitis dan periodontitis adalah radang yang terjadi pada jaringan penyangga gigi, yaitu pada gusi dan tulang alveolar. Penyebab radang ini tidak lain adalah bakteri. Gingivitis dan periodontitis merupakan kondisi penyakit yang bisa terjadi dikarenakan adanya komplikasi pada penderita diabetes, terutama pada pasien dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol. Dengan kandungan gula yang tinggi pada penderita Diabetes, kondisi ini dapat merusak struktur kolagen di jaringan lunak serta mengganggu sistem imun yang nantinya menurunkan fungsi dari sel dan jaringan.

Kondisi tersebut semakin membuat bakteri menjadi lebih mudah berkembang biak dan menghasilkan toksin yang menyebabkan perlekatan antara gusi dan gigi terlepas. Jika tidak segera melakukan pembersihan karang gigi atau scaling, maka akan terbentuk saku gusi yang semakin dalam. Lalu saku gusi yang berisi bakteri dan toksin akan merusak perlekatan tulang alveolar atau penyangga gigi. Jaringan periodontal pun akan rusak, lalu tulang alveolar akan terkikis dan hilang, kemudian menyebabkan gigi menjadi goyang.

2. Infeksi bakteri.

Para penderita Diabetes cenderung lebih rentan terhadap infeksi bakteri sebab daya tahan tubuh mereka yang kurang baik. Dalam sebagian penelitian para ahli juga menunjukkan pada penderita Diabetes lebih mudah terkena infeksi bakteri di sekitar area leher. Penyebaran infeksi tersebut dapat menjalar ke rongga rahang bawah.

Para penderita Diabetes harus mendapatkan perawatan di rumah sakit lebih lama, dan membutuhkan waktu lebih lama pula untuk mengontrol kadar gula darah mereka.

3. Gangguan kelenjar air liur.

Kelenjar air liur termasuk bagian mulut yang memiliki peranan penting untuk menjaga kesehatan rongga mulut. Maka, saat ketika terjadi gangguan pada kelenjar air liur tersebut, efeknya bukan hanya terjadi pada rongga mulut, namun juga menyeluruh keseluruh tubuh.

Penderita Diabetes juga rentang mengalami gangguan kelenjar air liur. Jadi, saat penderita Diabetes mulai sering mengalami produksi air liur menurun, sehingga mulut kekurangan volume air liur dan menjadi kering (xerostomia). Pasien yang mengalami xerostomia Mulut yang kering secara terus-menerus dapat memicu iritasi jaringan lunak di dalam mulut. Kemudian, hal itu dapat menyebabkan peradangan dan nyeri.

4. Karies gigi dan kehilangan gigi.

Penderita Diabetes sangat rentan terhadap infeksi bakteri dalam mulut yang dapat menyebabkan karies gigi dan gigi berlubang. Jika ditambah faktor pemicu lain seperti misalnya terjadi gangguan kelenjar air liur, saraf, dan jaringan lunak yang dapat meningkatkan karies gigi dan menyebabkan gigi menjadi goyang.

Gangguan kelenjar air liur dianggap sebagai faktor utama penyebab karies gigi. Sebab, tidak ada produksi air liur yang mampu membersihkan dan menetralkan keasaman rongga mulut.

5. Gangguan saraf sensoris di dalam mulut.

Sindrom mulut terbakar (Burning Mouth Syndrome/BMS) atau gangguan mati rasa adalah salah satu komplikasi yang paling mengganggu. Gangguan ini menyebabkan nyeri hebat di daerah langit-langit, lidah, tenggorokan, dan gusi. Di samping itu, ada gejala tambahan seperti gatal, mati rasa (kebas), kekeringan, atau rasa tidak nyaman yang muncul secara bersamaan.

Baca lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *