Haruskah Usus Buntu Dioperasi?

Penanganan usus buntu pada umumnya dilakukan melalui jalan operasi. Namun, menurut penelitian justru menunjukkan, jika beberapa kasus penyakit tersebut bisa ditangani dengan antibiotik.

Haruskah Usus Buntu Dioperasi?

Seperti dilansir alodokter, usus buntu merupakan organ berbentuk kantung kecil dan tipis dengan ukuran 5-10 cm yang terhubung dengan usus besar. Organ ini dapat mengalami peradangan yang disebut dengan penyakit usus buntu (Apendisitis) dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Bahkan, jika tidak ditangani dengan baik, usus buntu yang meradang dapat pecah. Bakteri dari usus kemudian dapat mencemari organ-organ di rongga perut dan mengakibatkan infeksi yang mengancam nyawa.

Namun ternyata, menurut penelitian menunjukkan jika usus buntu termasuk penyakit yang sebenarnya bisa diatasi dengan antibiotik. Pada tahapan ini, sebaiknya usus buntu belum dalam kondisi pecah sehingga tidak harus dilakukan operasi dalam penanganannya. Operasi usus buntu hanya dilakukan jika penyakit usus buntu sudah mengakibatkan dampak berikut ini.

  • Usus buntu mengalami peradangan dan infeksi yang berat.
  • Usus buntu pecah.
  • Terjadi infeksi di saluran rongga perut (Peritonitis).

Penyakit usus buntu bisa dikenali dengan kemunculan gejala seperti demam tinggi, tidak berselra makan, perut membengkak, mual dan muntah, tidak dapat kentut, susah buang air kecil, kram perut, serta mengalami diare juga konstipasi. Jika kondisi ini terjadi pada Anda, segera datangi unit kesehatan.

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *