Imunisasi Untuk Mencegah Penularan TBC

Saat ini negara kita sedang gencar-gencarnya dalam mempromosikan vaksin imunisasi. Hal ini dikarenakan, penyakit-penyakit menular yang mewabah di masyarakat semakin tidak terkendali, dan jalan satu-satunya sebelum Anda ikut tertular adalah dengan melakukan imunisasi atau pemberian vaksin untuk penyakit-penyakit tertentu.

Imunisasi Untuk Mencegah Penularan TBC

Imunisasi Untuk Mencegah Penularan TBC

Salah satu jenis penyakit yang dapat dicegah dengan melakukan imunisasi, adalah penyakit TB / TBC (Tuberkulosis). Jenis imunisasi untuk mencegah TBC adalah Imunisasi BCG (Bacillus Calmette Guerin). Karena ketahanan tubuh penderita TBC berkaitan dengan keberadaan virus tubercel bacili yang hidup di dalam darah, inilah alasan mengapa imunisasi BCG dibutuhkan.Hal ini dimaksudkan untuk membuat tubuh memiliki kekebalan lebih aktif dengan dimasukannya jenis basil yang tidak membahayakan untuk tubuh.

Imunisasi BCG termasuk jenis vaksin yang wajib diberikan. Karena, seperti diketahui, Indonesia termasuk negara endemis TBC dan salah satu negara dengan penderita TBC tertinggi di dunia.

TBC yang disebabkan kuman Mycrobacterium tuberculosis, dan mudah sekali menular melalui butiran air di udara yang terbawa keluar saat penderita batuk, bernapas ataupun bersin. Gejala yang biasa terjadi pada anak yang menderita TBC biasanya sulit makan, berat badan yang sulit bertambah, gampang sakit, batuk berulang, demam, berkeringat di malam hari hingga diare persisten. Masa inkubasi TBC rata-rata berlangsung dari 8-12 minggu.

Agar dapat mendiagnosis bagaimana anak terkena TBC, perlu dilakukan tes rontgen untuk mengetahui ada tidaknya flek. Lalu tes Martoux yang bisa dilakukan untuk mendeteksi peningkatan kadar sel darah putih, dan tes darah untuk mengetahui ada tidaknya gangguan dalam laju endap darah. Bahkan, dokter bisa saja bertanya sendiri kepada pasien, apakah pasien pernah berkontak secara langsung dengan penderita TBC sebelumnya atau tidak.

Jika memang telah positif terkena TBC, dokter nantinya akan memberikan obat antibiotik khusus TBC yang harus diminum dalam jangka waktu minimal 6 bulan. Lamanya pengobatan ini tidak dapat diperpendek sebab bakteri penyebab TBC termasuk jenis bakteri yang cukup sulit mati, dan bahkan sebagiannya ada yang sedang “tertidur”.

Untuk itu dikatakan sebagaimana pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan imunisasi BCG, diharapkan dapat mencegah penularan TBC dan menurunkan angka penderita TBC di Indonesia. (sumber: posyandu.org).

Baca lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *