Jenis Alergi yang Paling Sering Terjadi

Siapapun dapat menderita alergi. Alergi yaitu reaksi berlebihan dari daya tahan tubuh terhadap suatu zat yang bagi sebagian orang tidak membahayakan.

Tingkat keparahan dari reaksi alergi seseorang juga bervariasi, dari mulai yang terlihat ringan hingga harus diatasi segera mungkin karena dapat membahayakan jiwa penderitanya. Dan organ tubuh yang paling umum mengalami reaksi alergi yaitu kulit dan membrane mukosa.

Jenis Alergi yang Paling Sering Terjadi

Dan berikut ini adalah Jenis Alergi yang Paling Sering Ditemukan.
  • Alergi Makanan.

Alergi makanan dapat terjadi pada saat tubuh Anda mengalami efek samping dari makanan tertentu. Alergi ini dapat terjadi pada awal masa kanak-kanak, tetapi juga dapat terjadi pada usia berapa pun. Beberapa orang bahkan dapat mengalami alergi terhadap makanan yang telah mereka konsumsi selama bertahun-tahun sebelumnya tanpa ada masalah. Sebagian jenis makanan juga dapat menyebabkan syok anafilaktik yang dapat mengancam nyawa. Oleh karena itu, akan lebih baik jika Anda yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu segera memeriksakan diri ke dokter jika kemudian sedang mengalami reaksi yang tidak biasanya setelah mengkonsumsi suatu jenis makanan.

Adapun jenis makanan yang paling sering menyebabkan terjadinya alergi adalah telur, susu, kacang, ikan, kerang, gandum, dan kedelai.

  • Alergi Debu.

Alergi yang satu ini biasanya terjadi di dalam rumah, terutama saat Anda sedang membersihkan debu yang menyebabkan debu pun dapat terhirup dengan mudah. Beberapa gejala alergi debu yang dapat ditemukan tidak lain adalah suara mengi yang muncul saat bernapas, batuk, sesak napas, dan dada terasa berat. Alergi debu juga seringkali juga dapat memicu terjadinya serangan asma pada penderita.

  • Alergi Hewan.

Ada 2 jenis hewan peliharaan yang paling sering menjadi objek alergi yaitu anjing dan kucing. Hal ini dikarenakan pada anjing maupun kucing mereka memiliki bulu. Sama seperti halnya rambut pada manusia, bulu hewan-hewan ini juga akan rontok. Bulu hewan inilah yang biasanya memicu terjadinya reaksi alergi. Selain bulu, sebagian lain dari hewan peliharaan yang dapat memicu terjadinya reaksi alergi yaitu air liur, kulit mati, air kemih, dan minyak yang dihasilkan kulit hewan peliharaan kesayangan Anda.

  • Alergi akibat gigitan serangga.

Gigitan serangga berefek menimbulkan nyeri, bengkak dan benjolan merah pada kulit. Sebagian masyarakat yang alergi terhadap gigitan serangga, yaitu saat terkena sengatan atau gigitan serangga. Dan jenis sengatan yang sering menyebabkan reaksi alergi yaitu sengatan lebah, tawon, juga semut api. Reaksi alergi akibat gigitan atau sengatan serangga dapat bervariasi dari reaksi lokal hingga syok anafilaktik.

  • Alergi Mata.

Alergi mata biasa terjadi saat suatu zat alergen berkontak langsung dengan antibodi yang terdapat di dalam mata. Kondisi ini akhirnya menyebabkan berbagai reaksi alergi seperti mata terasa gatal, merah, berair, bengkak, dan gangguan penglihatan pada kasus yang lebih berat.

  • Alergi Kulit.

Gejala alergi kulit yang biasa ditemukan tidak lain yaitu kulit kemerahan, benjolan, gatal, bercak kemerahan, dan berbagai gangguan kulit lainnya. Memang cukup sulit untuk mengetahui penyebab pasti dari alergi kulit, namun sebagian besar alergi kulit biasanya cukup mudah diatasi.

Reaksi alergi pada kulit terjadi gangguan autoimun yang bersifat diturunkan seperti gangguan penyakit kulit Dermatitis atopik (eksim). Sedangkan Dermatitis iritan terjadi akibat paparan kulit terhadap suatu zat iritan (alergen). Kondisi ini akan membuat penderita menderita bercak kemerahan, lepuhan, rasa seperti terbakar, dan gatal di kulitnya.

  • Rhinitis Alergi.

Merupakan alergi yang umum dikenal sebagai nama alergi jerami. Penyebabnya diketahui karena berbagai jenis alergen yang terdapat di dalam udara. Ada 2 jenis Rhinitis alergi/ Pertama adalah Rhinitis alergi musiman yang biasanya terjadi selama musim semi, musim panas, dan awal musim gugur yang penyebabnya disebabkan oleh serbuk sari dan spora jamur yang berterbangan dari rumput, pohon dan ilalang. Dan yang kedua yaitu Rhinitis alergi perennial, di mana alergi berlangsung sepanjang tahun dan biasanya disebabkan oleh jamur, debu, bulu hewan, hingga serangga.

Gejala Rhinitis alergi yang umum yaitu hidung meler, mata gatal, mulut gatal, atau kulit gatal, sering bersin, hidung tersumbat, dan merasa amat sangat lelah.

  • Alergi Obat.

Beberapa jenis obat dikatakan dapat memicu reaksi alergi. Contohnya adalah Penisilin, Penisilin adalah jenis obat yang paling sering menyebabkan timbulnya reaksi alergi.

  • Alergi Lateks.

Alergi lateks sangat umum terjadi saat seseorang sering terpapar oleh berbagai jenis produk lateks seperti sarung tangan karet, balon, dan berbagai peralatan gigi. Selain itu, lateks juga bisa ditemukan pada pakaian, terutama pada pakaian dalam elastis.

Sebagian dari gejala alergi lateks yang biasanya ditemukan yaitu kemunculan benjolan dan memerah dengan rasa gatal pada kulit yang sering berkontak dengan lateks. Gejala lainnya seperti hidung tersumbat / meler, ada suara mengi saat bernapas, dada terasa sesak, dan kesulitan bernapas.

Gejala-gejala tersebut dapat langsung muncul setelah terpapar, meskipun penderita tidak terpapar secara langsung oleh lateks. Gejala dapat timbul bahkan saat penderita menghirup bubuk lateks yang ada di udara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *