Jenis Pekerjaan Yang Mempengaruhi Kesehatan Paru-paru

Sistem pernapasan manusia sebagaimana kita ketahui sedari kecil saat diajarkan disekolah, yaitu paru-paru. Paru-paru, termasuk organ yang berperan penting dalam sistem kinerja tubuh manusia ini jika fungsinya terganggu, maka akan membuat tubuh berisiko teserang penyakit.

Jenis Pekerjaan Yang Mempengaruhi Kesehatan Paru-paru

Mungkin diantara orang-orang yang kita kenal salah satunya, mereka adalah penderita penyakit paru-paru. Padahal sebelumnya mereka sehat, dan ini terjadi karena resiko dari pekerjaan atau aktivitas yang mereka lakukan sehari-hari.

Sebenarnya, hal ini umum terjadi terutama pada orang-orang yang bekerja / melakukan aktivitas tertentu. Seperti salah satu aktivitas yang menganggu kesehatan paru-paru tidak lain adalah merokok.

Selain itu, ada juga Jenis Pekerjaan Yang Mempengaruhi Kesehatan Paru-paru. Apa saja?

1. Pertambangan.

Bagi mereka yang bekerja di pertambangan, penyakit saluran pernapasan atau paru-paru yang biasa terjadi, yaitu Pneumokoniosis. Pneumokoniosis termasuk kelompok penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh debu di daerah tambang. Dilihat dari penyebabnya, Pneumokoniosis dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu yang disebabkan oleh debu organik (bisinosis), anorganik (silika, asbes, dan timah), dan pneumokoniosis penambang batubara (Coal Worker’s Pneumoconiosis) atau yang lebih dikenal dengan paru-paru hitam.

2. Otomotif.

Asma termasuk salah satu penyakit yang rentan terjadi pada mereka yang bekerja di bidang otomotif. Terutama bagi pekerjaan terkait perbaikan bodi kendaraan. Bahan-bahan yang terkandung pada cat seperti isocyanate dan produk polyurethane, dapat mengiritasi kulit, menimbulkan alergi, dan menyebabkan masalah pernapasan yang parah.

3. Tekstil.

Byssinosis adalah kondisi penyakit paru-paru yang jarang terjadi. Byssinosis juga biasa disebut penyakit paru-paru cokelat. Penyakit Byssinosis sering terjadi pada pekerja tekstil. Para pekerja biasanya menghirup partikel yang dilepaskan dari bahan katun atau bahan lainnya. Debu dalam jumlah besar dapat menyebabkan penyumbatan aliran udara yang signifikan.

4. Pertanian.

Ternyata mereka yang bekerja di sektor pertanian juga memiliki risiko yang sama. Mereka mungkin saja terpapar bahan beracun tingkat tinggi dari amonia atau hidrogen sulfida yang berasal dari pupuk kandang. Terpapar bahan tersebut dalam waktu lama meningkatkan risiko kematian.

5. Manufaktur.

Seperti pekerja konstruksi, orang-orang yang bekerja di manufaktur rawan terpapar debu, bahan kimia, dan gas. Pekerjaan ini menyebabkan risiko asma dan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD), sekumpulan penyakit paru-paru yang menghambat aliran udara ketika menarik napas dan menimbulkan kesulitan bernapas.

6. Konstruksi.

Pekerja konstruksi juga berisiko tinggi menghirup debu lewat pekerjaan di bidang ini. Pada akhirnya, hal ini dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit seperti kanker paru-paru, mesothelioma, atau asbestosis. Mesothelioma termasuk penyakit kanker yang terbentuk pada selaput pembungkus beberapa organ tubuh. Umumnya ditemukan pada pleura (paru-paru), peritoneum (perut), dan jantung. Sedangkan asbestosis adalah penyakit paru-paru kronis karena paparan asbes atau serat asbes dalam waktu lama.

Baca lainnya :

Benarkah Kopi Membantu Menurunkan Berat Badan?

Punya keluhan penyakit paru-paru akut dan kronis? Coba konsumsi Obat QnC Jelly Gamat Khasiat Teripang Alami secara rutin setiap hari.

Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *