Jenis Makanan Masa Kini Yang Ternyata Mengandung Kolesterol

Anda penggemar jajanan dan kuliner? Tren kuliner yang semakin hari semakin inovasi tentu membuat Anda pecinta jajanan kuliner semakin ingin mencoba dan merasakan bagaimana cita rasa dari makanan yang dibuat dengan berbagai inovasi tersebut.

Tentunya, masih ingat Anda dengan tren mi goreng ekstra cabai rawit super pedas yang membuat siapapun merasakan kepedasan luar biasa namun tak suruh orang-orang yang ingin mencobanya bahkan menyukainya. Selain itu, tren makanan juga masih banyak berkembang hingga sekarang ini seperti martabak manis dengan beragam rasa, bola ubi dan lain-lain.

Jenis Makanan Masa Kini Yang Ternyata Mengandung Kolesterol

Belakangan, muncul lagi tren makanan / jajanan lainnya yang disukai masyarakat, diantanya ayam telur asin atau slated egg chicken, teh Thailand, sate taichan, seblak, dan masih banyak lagi. Akan tetapi, dibalik rasanya yang luar baisa lezat mungkin jarang yang memikirkan bagaimana kandungan kolesterol di dalam makanan tersebut. Selain itu, bagaimana kandungan gula serta garam yang terdapat di makanan-makanan tersebut?

1. Sate taichan.

Siapa sih yang tidak familiar dengan jenis sate yang sedang digandrungi saat ini? Sate taichan menjadi sangat populer, terutama di kalangan anak muda. Alasannya, selain karena rasanya yang gurih dan nikmat, harganya lebih terjangkau. Sate taichan dibuat dengan potongan daging ayam, kulit, dan kadang terdapat lemak sapi yang dibakar lalu diberi bumbu minyak, cabai, dan garam. Sate ini disajikan polos tanpa bumbu kecap maupun kacang seperti layaknya sate biasa, dan biasanya dinikmati bersama lontong, juga sambal super pedas.

Walaupun kecil, di dalam kandungan sate taichan mengandung nilai kolesterol yang cukup besar. Pada 5 tusuk sate yang dibakar tanpa menggunakan saus, terkandung sekitar 20 gram lemak jenuh, dan lemak jenuh ini sangat berkontribusi dalam peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Angka tersebut baru berasal dari dagingnya saja dan belum termasuk kulit, lemak, dan minyak yang digunakan.

Pada pertusuk sate taichan, biasanya disisipkan lemak sebagai penyedap rasa. Sebanyak 10 gram lemak mengandung kolesterol sebesar sekitar 10 mg. Jika pada satu tusuk sate menggunakan 10 gram lemak dan Anda mengonsumsi 15 tusuk sate, maka kolesterol yang Anda konsumsi dalam sekali makan kira-kira sebesar 150 mg. Sedangkan, batas konsumsi lemak perhari yang boleh kita konsumsi adalah 70 gram untuk wanita dan 90 gram untuk pria, dan hanya sepertiganya yang diperbolehkan mengandung lemak jenuh.

2. Salted egg chicken.

Jika Anda yang pernah mencoba makanan yang satu ini, pasti Anda familiar dengan rasa gurih dan sensasi meleleh di mulut yang merupakan perpaduan antara potongan daging ayam goreng tepung dengan saus telur asin. Kombinasi dari kedua rasa ini memudahkan Anda melupakan diet, bahkan bikin ketagihan! Namun begitu, Anda harus waspada sebab makanan ini menyimpan kandungan kolesterol yang cukup tinggi.

Dalam kandungan satu kuning telur asin, terdapat sekitar 187 mg kolesterol. Jumlah tersebut sudah melebihi setengah dari batas konsumsi kolesterol harian yang disarankan, yaitu sebanyak 300 mg. Perlu Anda ingat, jumlah tersebut baru berasal dari kuning telurnya saja, belum termasuk dari daging ayam, minyak goreng, atau kulit ayam yang masih menempel pada daging. Jika ditotalkan, jumlah kolesterol yang terkandung dalam satu porsi salted egg chicken mungkin bisa mencapai 200-300 mg.

3. Seblak.

Anda penggemar makanan yang satu ini? Ya, Seblak adalah makanan berasal dari Bandung, seblak yaitu makanan yang terdiri dari kerupuk kenyal yang ditumis dengan kuah bumbu bawang, yang terkadang ditambahkan sosis, telur, irisan sayur, bakso, udang, cumi, dan lain-lain. Lantas, apa yang menjadikan makanan ini memiliki kadar kolesterol tinggi? Mari kita bahas satu persatu bahan-bahan yang terkandung di dalamnya.

Pertama adalah penggunaan minyak goreng, yang biasanya adalah minyak sayur. Untuk menggoreng satu atau beberapa bahan pada seblak. Dalam 100 gram minyak sayur, terdapat kurang lebih 100 gram lemak yang mana hampir 70% nya merupakan lemak jenuh.

Kedua, pada 200 gram daging bakso atau setara dengan 5-6 buah bakso, mengandung kolesterol sekitar 84 mg.

Ketiga, jika ditambah seafood seperti udang, kolesterol yang terkandung di dalamnya bisa semakin menumpuk. Dalam 100 gram udang yang digoreng, kandungan kolesterolnya bisa mencapai sekitar 138 mg.

Keseluruhan dari jumlah diatas, tentu saja sudah mengandung kolesterol yang kurang lebih dari 300 mg. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, jumlah konsumsi kolesterol yang disarankan adalah 300 mg dalam 1 hari. Sungguh angka yang sangat tinggi, apalagi mengingat konsumsi seblak biasanya dianggap hanya sebagai “camilan”.

Bagaimana? Mengkonsumsi makanan diatas boleh-boleh saja kok, asal harus diingat mengkonsumsi makanan tersebut tidak boleh berlebihan.

Baca juga : Apakah Cukup Menurunkan Kolesterol Hanya Dengan Konsumsi Suplemen?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.