Mengenal Atresia Bilier, Gejala, Diagnosa Dan Pengobatannya

Info Penyakit yang akan kami bahas kali ini yaitu tentang Atresia Bilier. Dimana penyakit ini lebih banyak terjadi pada bayi dan anak-anak. Simak Mengenal Atresia Bilier, Gejala, Diagnosa Dan Pengobatannya berikut ini.

Mengenal Atresia Bilier, Gejala, Diagnosa Dan Pengobatannya

Tentang Atresia Bilier.

Adalah sebuah kondisi yang menggambarkan dimana saluran yang harusnya membawa cairan empedu dari Hati ke Kandung Empedu, tidak berkembang. Padahal, fungsi dari sistem empedu sebagai pembuang limbah metabolik dari Hati serta mengangkut garam empedu sangat diperlukan guna mencerna lemak yang terdapat di dalam usus halus. Pada kasus Atresia Bilier, justru terjadi penyumbatan aliran empedu dari Hati ke kandung empedu. Hal tersebut berdampak langsung pada kerusakan Hati (Sirosis hati) yang jika tidak segera diobati bisa berakibat fatal.

Kenali penyebabnya.

Ada beberapa faktor yang memicu terjadinya Atresia Bilier, diantaranya :

  • Akibat infeksi virus ataupun bakteri setelah bayi lahir, misalnya Cytomegalovirus, Reovirus, atau Rotavirus.
  • Mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti serangan sistem kekebalan tubuh pada Hati atau Kandung Empedu tanpa diketahui penyebabnya.
  • Akibat mutasi genetik.
  • Mengalami gangguan perkembangan pada organ Hati dan saluran
  • Empedu pada janin yang terpapar zat-zat toksik.
  • Termasuk kelainan yang diturunkan keluarga. Atresia Bilier ditemukan pada 1 dari sekitar 15.000 kelahiran.

Mengenali gejala Atresia Bilier.

Bayi baru lahir dengan kelaianan Atresia Bilier mungkin akan nampak normal seperti bayi pada umumnya. Namun, warna kuning pada kulit serta membran mukosa (Jaundice) akan muncul pada minggu kedua atau ketiga setelah dilahirkan. Pada bulan pertama, bayi mungkin masih dapat mengalami pertambahan berat badan yang normal, namun kemudian berat badan akan turun dan bayi menjadi rewel. Jaundice juga akan bertambah berat.

Gejala-gejala lainnya yang bisa terlihat antara lain :

  • Mengalami gatal.
  • Gangguan pertumbuhan.
  • Air seni gelap, sedangkan feses pucat dan berbau (busuk).
  • Berat badan tidak mau bertambah.
  • Mengalami pembesaran hati dan limpa.
  • Tekanan darah tinggi di vena porta, yaitu pembuluh darah yang mengangkut darah dari lambung, usus, limpa ke Hati.

Diagnosa Atresia Bilier.

Cara mendiagnosa yang tepat oleh dokter biasanya akan dilakukan dalam beberapa prosedur, seperti :

  • Melakukan pemeriksaan darah.
  • USG perut.
  • Rontgen perut.
  • Kolangiogram.
  • Biopsi hati, untuk menentukan tingkat keparahan sirosis hati atau untuk menyingkirkan penyebab lain Jaundice.
  • Laparotomi (biasanya dilakukan sebelum bayi berumur 2 bulan).

Pengobatan.

Sejauh ini, dalam penanganan serta pengobatan Atresia Bilier adalah dengan mengganti saluran Empedu yang mengalirkan Empedu ke usus. Akan tetapi prosedur penanganan ini hanya bisa dilakukan pada 40-50% penderitanya. Terapi Atresia Bilier biasanya adalah pembedahan yang disebut prosedur Kasai. Pembedahan tersebit dilakukan dengan menghubungkan usus halus langsung ke Hati, sehingga cairan empedu bisa langsung mengalir dari Hati ke dalam usus halus. Metode seperti ini paling baik dikerjakan saat bayi masih kecil, kira-kira bayi masih berusia kurang dari 2 bulan. Tetapi, tindakan ini tidak selalu dapat mengatasi Atresia bilier, meskipun telah dikerjakan sejak dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *