Mengenal Cystic Fibrosis ( Fibrosis Kistik ) Pada Bayi

Penyakit Cystic fibrosis (CF) atau Fibrosis Kistik merupakan penyakit genetika yang berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa. Pada penderita Fibrosis Kistik anak-anak, berarti mereka memiliki gen cacat tunggal, yang dapat berpengaruh pada perpindahan sodium chloride (garam) keluar masuk sel tertentu.

Mengenal Cystic Fibrosis ( Fibrosis Kistik ) Pada Bayi

Saat bayi menderita Fibrosis Kistik, hal ini dikarenakan ada lendir dalam saluran percernaannya, yang menebal dan juga lengket. Cairan tebal ini kemudian dapat menyumbat paru-paru hingga menyebabkan sulit bernafas. Disamping itu, bayi yang menderita Fibrosis Kistik, juga rentan terkena infeksi paru-paru karena bakteri akan merasa nyaman dalam ‘suasana lendir’ dan akhirnya menyebabkan kerusakan di paru-paru.

Akibat penebalan ini, tubuh si kecil terutama usus halus, tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan yang dia konsumsi. Selain itu, akibatnya juga berdampak pada gangguan pencernaan dan pertumbuhan. Hampir 15 sampai 20% bayi yang lahir dengan Fibrosis Kistik memiliki sesuatu yang disebut meconium ileus (ileus mekonium) saat lahir. Itu berarti usus halus mereka terhalang oleh mekonium, yakni zat berwarna hijau rumput laut yang keluar dalam feses pertama bayi. Karenya terkadang usus menjadi terbelit dan tidak berkembang dengan sempurna. Mekonium juga dapat menghalangi usus besar, di mana bayi tidak dapat buang air besar selama 1-2 hari setelah lahir.

Bayi lain dengan kondisi mengalami Cystic Fibrosis, mungkin akan terlihat baik-baik saja saat lahir. Namun seiring perkembangan gangguan pernapasan pun muncul, atau ada masalah berat badan selama 4-6 minggu pertama setelah lahir. Perkembangan yang buruk termasuk tanda-tanda awal dari Fibrosis Kistik. Anda mungkin juga akan sering melihat si kecil batuk-batuk atau mengi.

Akan tetapi, cukup sulit jika mendeteksi dan menyimpulkan apakah batuk dan mengi pada bayi disebabkan FIbrosis Kistik. Terlebih terdapat 2 hal yang bisa menandakan kondisi masalah kesehatan tersebut, yaitu yang disebabkan oleh virus bronchiolitis (peradangan pada saluran pernapasan halus), asma, pneumonia, atau bahkan karena lingkungan yang berdebu dan berasap. Kondisi-kondisi tersebut jauh lebih umum dibandingkan penyakit genetika apapun.

Mengenal Cystic Fibrosis ( Fibrosis Kistik ) Pada Bayi

Tanda-tanda lain Fibrosis Kistik adalah
  • Kulit terasa asin.
  • Nafsu makan besar namun berat badan rendah.
  • Feses cenderung besar dan berminyak.

Untuk memastikan apakah bayi menderita Fibrosis Kistik atau tidak, biasanya di beberapa tempat dirumah sakit bisa dilakukan tes CF / Cystic Fibrosis, sebagai bagian dari prosedur screening rutin bayi baru lahir. Tes ini dilakukan lewat tes darah yang diambil dari tumit bayi. Meski ketika tes semuanya tampak normal, bisa jadi di kemudian hari baru terdeteksi adanya Cystic Fibrosis.

Baca lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *