Penyakit Yang Gejalanya Berawal Dari Nyeri Ulu Hati

Masalah di pencernaan, termasuk gangguan kesehatan yang umum dialami oleh kebanyakan orang. Salah satu dari sekian banyaknya keluhan, adalah nyeri ulu hati. Dimana nyeri ulu hati adalah gejala yang dikenal sebagai tanda dari sakit maag yang merupakan gangguan pada lambung. Selain nyeri di ulu hati, gejala lainnya yang turut dirasakan adalah munculnya rasa sakit, dan kadang-kadang merasa seperti terbakar dari perut ke bagian atas tubuh.

Penyakit Yang Gejalanya Berawal Dari Nyeri Ulu Hati

Kondisi tersebut dalam istilah medis dinamakan Epigastrium. Epigastrium merupakan salah satu bagian dari lokasi perut yang total jumlahnya sembilan. Ulu hati terletak diantara ujung tulang dada bagian bawah, dan tepat dibawah lengkungan tulang iga. Saat rasa tidak nyaman dan sakit terjadi pada bagian ini, maka kondisi tersebut dinamakan Epigastric Pain atau nyeri ulu hati.

Penyakit Yang Gejalanya Berawal Dari Nyeri Ulu Hati

Namun nyatanya, nyeri ulu hati bukan hanya tanda dari penyakit maag saja. Berikut ini adalah ke-8 penyakit lainnya yang gejalanya diawali dengan nyeri di ulu hati.

— Tukak lambung.

Selain Maag, Tukak lambung juga menjadi penyebab umum dari nyeri ulu hati. Tukak atau ulkus yang merupakan luka pada lapisan lambung terjadi akibat infeksi dari bakteri Helicobacter pylori. Dalam kasus gangguan ulkus peptikum, gejala khas yang muncul adalah nyeri ulu hati sesaat setelah makan. Selain itu, nyeri ulu hati juga disertai dengan gangguan perut terasa penuh dan kembung serta muntah darah kehitaman (Hematemesis). Tukak atau ulkus ini tidak hanya terjadi di bagian lambung, namun pada usus dua belas jari. Perbedaan tukak di lambung dan usus ini terletak pada nyeri ulu hati yang terjadi setelah makan yang memiliki jeda antara 2-3 jam setelah makan.

— Refluks asam lambung.

Asam lambung atau GERD (Gastroesophageal reflux), termasuk penyakit lambung yang ditandai dengan sensasi seperti terbakar dibelakang tulang dada. Rasa terbakar ini juga sampai di daerah ulu hati. Kondisi tersebut terjadi akibat dari naiknya asam lambung ke esofagus / kerongkongan. Biasanya keluhannya muncul disertai mual dan seperti ada makanan yang tersangkut di belakang dada.

— Heartburn.

Serupa dengan GERD tadi, namun pada Heartburn sensasi seperti terbakar dan nyeri ulu hati lebih dominan. Asam tersebut disekresikan oleh lambung dan kemudian mengalir kembali ke kerongkongan. Umumnya, medis juga menyebut kondisi ini dengan istilah cardialgia atau pyrosis.

— Karsinoma lambung.

Penyakit yang berbahaya seperti Kanker lambung juga bisa menyebabkan nyeri di ulu hati kronis. Tidak hanya itu, gangguan lainnya yang muncul adalah gejala seperti penurunan berat badan, serta sakit perut di lokasi lain.

— Gastroenteritis.

Lebih familiar dengan nama Diare, adalah jenis penyakit inflamasi (peradangan) yang terjadi pada lambung dan usus yang disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun virus. Gejala utamanya berupa nyeri di bagian perut, demam, mual dan mencret.

— Radang Pankreas.

Pankreas yang mengalami peradangan juga memiliki gejala nyeri ulu hati. Radang pankreas atau Pankretitis bisa terjadi secara akut dan kronis. Pada radang Pankreas akut, ditandai dengan sakit ulu hati parah menjalar ke arah belakang. Sedangkan radang Pankreas kronis ditandai dengan nyeri ringan di epigastrium.

— Batu empedu.

Penyakit Batu empedu atau peradangan pada kandung empedu biasanya menyebabkan nyeri di daerah perut kanan yang juga menyebar ke area epigastrium. Ciri yang khas dari batu empedu adalah rasa sakit biasanya terasa seperti menggerogoti.

— Penyakit hati.

Hepatitis adalah salah satu penyakit hati yang ditandai dengan terjadinya peradangan pada hati. Hepatitis juga menyebabkan gejala rasa sakit yang juga dapat dirasakan di daerah ulu hati. Peradangan hati umu terjadi akibat dari infeksi virus. Selain sakit di perut, gejala lainnya dari penyakit Hati adalah perubahan warna kuning pada kulit dan sklera mata, badan lemas hingga demam.

Demikianlah sedikit ulasan tentang beberapa Penyakit Yang Gejalanya Berawal Dari Nyeri Ulu Hati. Semoga Anda tidak salah mendiagnosa lagi ya, lebih baik memang konsultasikan ke dokter dan rumah sakit agar gejalanya diketahui secara pasti. Semoga bermanfaat, salam!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *