Penyebab Anak Kehilangan Nafsu Makan

Saat anak dihadapkan pada masalah kehilangan nafsu makan, hal ini tentu membuat orangtua menjadi khawatir. Karena hal tersebut, anak-anak bisa menjadi lebih rewel dari biasanya.

Dalam sebagian kasus, anak rewel yang kehilangan nafsu makan biasanya mengalami penurunan berat badan secara drastis. Dampaknya, kondisi ini bisa memicu munculnya gejala penyakit yang harus diwaspadai dan cepat ditangani.

Penyebab Anak Kehilangan Nafsu Makan

Maka dari itu penting bagi Anda sebagai oarngtua mengenali penyebab anak kehilangan nafsu makannya. Berikut ini adalah faktor-faktor yang diduga menjadi penyebabnya.

  • Penyakit.

Dikarenakan adanya penyakit tertentu juga bisa menjadi penyebab hilangnya nafsu makan pada anak. Jika seorang anak menderita sakit tenggorokan, sakit perut, diare, sakit kepala, demam atau gejala lainnya, biasanya kondisi ini berdampak pada kehilangan nafsu makan dan makan lebih sedikit daripada biasanya. Walaupun begitu, biasanya nafsu makan anak akan pulih saat kesehatannya sudah membaik.

  • Stres.

Stres berdampak pada efek negatif jika terjadi pada balita dan anak kecil, salah satu yang termasuk adalah kehilangan nafsu makan. Jika Anda sebagai orangtua mendapati anak kehilangan minat untuk makan atau sulit tidur, maka ia mungkin menderita stres. Untuk mengatasi kondisi ini ada baiknya perlu terlebih dahulu mengidentifikasi penyebab stresnya dan meringankannya. Sebagian besar dari penyebab umum stres selama masa kanak-kanak adalah masalah keluarga seperti kematian dalam keluarga, kematian hewan peliharaan, perundungan (bullying), ketidakmampuan mengatasi tekanan akademis atau alasan lainnya.

  • Lambatnya pertumbuhan.

Perubahan pertumbuhan juga dapat menyebabkan kemerosotan nafsu makan pada anak. Selama tahun pertama, anak-anak akan tumbuh dengan cepat. Namun setelah itu pertumbuhan anak akan melambat, dan ia mungkin bisa makan lebih sedikit. Di usia ini penurunan masih terbilang normal. Menurut dokter, anak sedang dalam fase ‘negativistik’. Fase ini adalah kondisi dimana fase yang normal dimana anak usia 18 bulan hingga 3 tahun belajar untuk menolak dan egonya mulai tumbuh. Karena itu, teruslah menjalin komunikasi yang baik dengannya.

  • Obat.

Sebagian dari efek samping obat-obatan antibiotik juga dapat mengurangi nafsu makan pada anak.

Gejala Anemia.

Anemia termasuk penyebab lain dari penurunan nafsu makan pada anak-anak. Anak-anak yang menderita anemia tampak lebih lemah, lelah dan mudah tersinggung. Jika tidak segera diobati, anemia dapat mengganggu perkembangan anak dan aktivitas belajarnya.

Cacing usus.

Cacing usus juga menjadi penyebab hilangnya nafsu makan pada anak. Cacing yang berada di dalam sistem pencernaan anak seperti parasit sehingga menyebabkan pendarahan usus, kehilangan nafsu makan, dan disentri.

Baca juga : Cara Mengembalikan Nafsu Makan Anak Seperti Semula

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *