Penyebab Muntah Yang Terjadi Pada Anak Kecil Dan Bayi

Anak-anak kecil dan bayi adalah contoh manusia yang masih terlalu rentan terkena penyakit / penularan penyakit. Sistem kekebalan tubuh yang masih lemah, menjadi salah satu penyebabnya. Sama halnya dengan muntah, anak kecil dan bayi terkadang mengalami muntah yang sayangnya jarang diketahui penyebab pastinya oleh orangtua, benar kan? Untuk itu saat ini saya akan berbagi informasi mengenai apa saja yang menjadi penyebab muntah yang terjadi pada anak kecil dan bayi Anda.

Penyebab Muntah Yang Terjadi Pada Anak Kecil Dan Bayi

Siapapun yang memiliki anak kecil dan bayi, ketika mereka sakit tentu orangtua akan menjadi khawatir. Termasuk ketika mereka mengalami muntah, beragam pemikiran tentang penyebab muntah yang terjadi pada anak menjadi salah satu penyebab orangtua ‘mendiamkan” hal tersebut dan terkadang hanya beranggapan bahwa mungkin anak atau bayi mereka mengalami masuk angin biasa. Namun itulah yang seharusnya diwaspadai ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan anak kecil dan bayi mengalami muntah dan seharusnya memang orangtua tidak boleh menganggap sepele. Ini dia beberapa penyebab dari anak dan bayi mengalami muntah, diantaranya :

  • Karena virus (biasanya terjadi pada kasus dimana bayi atau anak muntah secara tiba-tiba).
  • Terjadi gangguan pada sistem pencernaan.
  • Alergi terhadap jenis makanan tertentu.
  • Terlalu banyak udara di lambung.
  • Baru mengenal suatu / jenis tekstur dan rasa makanan yang baru dikenal.
  • Keracunan makanan.
  • Luka di bagian kepala.
  • Mabuk kendaraan (anak-anak yang tidak terbiasa melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan)
  • Pilek dan batuk.

Jika muntah sudah terjadi sebaiknya orangtua tetap tenang dan jangan terlalu panik. Lakukan beberapa cara berikut ini ketika anak dan bayi mengalami muntah.

  • Karena muntah pada umumnya akan berhenti dalam waktu 6-24 jam. Penanganan awal yang dilakukan jika anak dan bayi mengalami  antara lain mencegah terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan).
  • Istirahatkan anak di tempat tidur sampai ia merasa lebih baik.
  • Hentikan pemberian obat yang diduga dapat menyebabkan muntah bertambah dan hindarkan anak dari makanan padat pada 6 jam pertama dan berikan rasa nyaman pada anak ( misalnya menurunkan suhu tubuh).
  • Berikan makanan dengan kalori cukup dan mudah dicerna dan minuman manis seperti jus buah (kecuali jeruk dan anggur karena terlalu asam), sirup, atau madu (untuk anak di atas 1 tahun) secara bertahap setiap 15-20 menit; minuman diberikan dengan jumlah 1-2 sendok makan setiap  15 menit, dinaikkan secara bertahap.
  • Jika muntah kembali terjadi, berikan minuman dalam jumlah lebih sedikit. Setelah 6 jam tidak mengalami muntah, bayi dapat makan buah, sereal, sedangkan anak yang lebih besar dapat makan roti. krakers, kentang,  atau nasi. Jumlah makanan juga diberikan secara bertahap. Diet normal biasanya dapat diberikan setelah 24 jam.
  • Hindarkan anak dari aktivitas setelah makan. Berikan obat anti muntah bila memang benar- benar diperlukan setelah mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya.

Itu dia sedikit ulasan tentang penyebab muntah anak kecil dan bayi, semoga dapat bermanfaat untuk Anda yang membaca artikel ini hingga selesai. Dan salam sehat!

Penyebab Muntah Yang Terjadi Pada Anak Kecil Dan Bayi |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *