Apa Yang Membuat Penyebab Telinga Berdengung Terus Menerus?

Mungkin Anda seringkali mengalami telinga berdengung, namun tidak sekalipun mencari tahu apa penyebabnya. Padahal, jika ditemukan gejala-gejala yang tidak biasa pada tubuh, segera mencari tahu apa yang terjadi, atau datangi dokter terdekat untuk melakukan pemeriksaan.

Apa Yang Membuat Penyebab Telinga Berdengung Terus Menerus?

Hal ini dikarenakan kondisi telinga berdengung dapat terjadi karena Tinitus. Tinitus merupakan salah satu bentuk gangguan pendengaran berupa sensasi suara di salah satu, atau kedua telinga tanpa adanya rangsangan dari luar.

Keluhan yang muncul tidak hanya berupa suara berdengung, tapi juga mendesis, menderu, dan berbagai macam jenis bunyi lainnya. Suara yang ditimbulkan juga bervariasi. Ada yang muncul dengan nada tinggi, nada rendah, lembut, ataupun keras. Selain itu, suara berdengung dapat terus-menerus terdengar ataupun hilang timbul.

Karena Tinitus dianggap sangat ringan, orang cenderung mengabaikannya begitu saja karena akan kembali normal dalam waktu cepat. Namun, dalam beberapa kasus yang sangat berat, Tinitus dapat menyebabkan gangguan aktivitas. Inilah yang menjadikan seseorang yang mengalami tinitus harus memeriksakan kondisinya ke dokter spesialis THT.

Mengenal penyebab telinga berdengung.

Telinga kita terdiri atas 3 bagian yaitu telinga luar, tengah dan dalam. Berbagai bagian telinga dapat menimbulkan keluhan Tinitus. Namun, sering kali Tinitus dikaitkan dengan tuli saraf, yaitu tuli akibat adanya gangguan pada organ telinga bagian dalam.

Dan berikut ini adalah beberapa penyebab timbulnya Tinitus seperti dilansir dari laman Klikdokter.
  • Kelainan pada telinga luar, akibat kotoran telinga yang terlalu banyak, terutama hingga menyentuh gendang telinga, dapat menyebabkan penekanan serta perubahan getaran gendang telinga sehingga menimbulkan Tinitus.
  • Kelainan pada telinga tengah, yang terjadi karena infeksi telinga tengah, otosklerosis (penebalan tulang pendengaran), kejang otot gendang telinga dan tulang pendengaran juga dapat menumbulkan tinitus.
  • Kelainan pada telinga dalam, merupakan kerusakan atau hilangnya sel-sel rambut di telinga dalam akibat suara yang terlalu kencang, obat-obatan, ataupun karena usia lanjut.
  • Mengalami kelainan di pusat pendengaran di otak, misalnya Neuroma akustik atau karena kerusakan saraf akibat cedera kepala.
  • Adanya tumor di daerah kepala, leher, atau telinga sehingga menimbulkan keluhan tinitus yang seperti denyut jantung (Tinitus pulsatil).
  • Terjadi gangguan sendi rahang atau temporomandibular joint disorder (TMJ disorder atau TMD), yaitu suatu sindroma dimana penderita merasakan nyeri pada sendi rahang, yang disebabkan oleh beberapa kondisi. Nyeri dapat dirasakan pada bagian tengkuk, leher, wajah, telinga, dan kepala. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan gerakan saat membuka rahang dan mengunyah, dan dapat mengeluarkan suara “klik” atau “pop” saat penderita menggerakkan sendi rahangnya.
  • Depresi, gangguan cemas, insomnia.
  • Kelelahan.

Selain itu, kebiasan seperti mengonsumsi alkohol, merokok, termasuk konsumsi kafein berperan terhadap munculnya keluhan Tinitus. Kondisi tubuh seperti kurang darah (anemia), alergi, tekanan darah tinggi, penyakit Jantung, Diabetes, dan gangguan hormon Tiroid bisa menyebabkan Tinitus.

Jika Anda atau siapapun kerabat/teman dan seseorang yang Anda kenal sering mengalami kondisi tersebut, kami sarankan untuk segera melakukan pemeriksaan untuk dapat ditangani dengan cepat.

Baca lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.