Perbedaan Penyakit Rematik Dan Osteoporosis

Mungkin kita masih menganggap jika kedua penyakit yang menyerang tulang dan sendi seperti Rematik ataupun Osteoporosis, adalah sama. Namun, dalam penyebab, faktor resiko dan pengobatannya keduanya jelas berbeda. Lalu, bagaimana cara mengetahui perbedaan antara gejala Rematik maupun Osteoporosis?

Perbedaan Penyakit Rematik Dan Osteoporosis

Dari pengertiannya saja, Rematik adalah istilah umum untuk penyakit radang sendi akibat proses pengapuran sendi / Osteoarthritis, radang sendi karena penyakit imun / rheumatoid arthritis, radang sendi asam urat serta radang sendi akibat infeksi.

Sementara, pengertian Osteoporosis adalah penyakit yang menunjukkan jika tubuh mengalami maslaah pada kepadatan tulang, tepatnya kepadatan tulang yang terus berkurang. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang tua, dan wanita setelah menopause. Faktor resiko seseorang lebih besar untuk terkena Osteoporosis adalah kurangnya asupan Vitamin D, riwayat pada keluarga, konsumsi rokok dan alkohol berlebih serta kurangnya aktivitas fisik.

Berikut adalah beberapa poin penting dari Perbedaan Penyakit Rematik Dan Osteoporosis.
  • Dari Gejala.

Perbedaan yang bisa dilihat dari gejalanya, keduanya memiliki keluhan yang berbeda. Pada rematik, gejala yang khas adalah nyeri sendi dan kaku pada sendi. Jika penyakit dalam kondisi akut, rematik bisa membuat penderitanya mengalami bengkak dan kemerahan pada sendi yang meradang. Sedangkan, pada Osteoporosis, tidak memiliki gejala yang signifikan pada tulang. Baru saat pada tahap lanjut, penyakit ini membuat penderitanya memiliki perubahan pada postur tubuh yaitu mulai membungkuk.

  • Tahap pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan rematik, penyakit ini didiagnosis dengan cara wawancara medis, melalui pemeriksaan fisis dan penunjang berupa rontgen serta laboratorium darah. Sedangkan pada Osteoporosis, pemeriksaan kepadatan massa tulang dilakukan untuk mencari tahu kebenaran dari diagnosis awal.

  • Terapi pengobatan.

Dalam terapi pengobatannya, penyakit rematik memerlukan obat antinyeri dan antiradang yang kemudian ditambah dengan obat-obatan tertentu sesuai dengan penyebab rematik itu sendiri. Jika rematik disebabkan oleh infeksi akan diberikan antibiotik. Jika penyebabnya adalah penumpukan asam urat, maka dokter akan memberikannya obat penurun asam urat. Sedangkan jika disebabkan oleh penyakit imun, akan diberikan obat khusus penekan sistem imun yang berlebihan.

Lalu, pada osteoporosis, gangguan kesehatan yang satu ini diterapi dengan pemberian obat anti-osteoporosis beserta suplementasi Vitamin D dan Kalsium.

Baca lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *