Preeklampsia Pada Wanita Hamil Dapat Dicegah

Preeklampsia Pada Wanita Hamil Dapat Dicegah

Perubahan pada ibu hamil tidak hanya terjadi pada fisik saja, namun hormon dan beberapa hal terkait di dalamnya juga mengalami perubahan banyak sehingga tidak jarang pada ibu hamil, ditemui beberapa kondisi masalah kesehatan yang khusus.

Seperti Preeklampsia. Preeklampsia tidak terjadi para orang biasa, dan hanya terjadi pada wanita hamil, persalinan atau saat nifas. Di Indonesia sendiri, Preeklampsia adalah masalah kesehatan pada ibu hamil yang berdampak pada kematian ibu akibat pendarahan. Dari total seluruh kasus yang ada, 10 sampai 20% terjadi akibat kelainan genetik, yang artinya Preeklampsia terjadi karena ibu atau nenek sebelumnya juga menderita Preeklampsia. Namun 80% nya bisa dikatakan preventable, jadi sebenarnya Preeklampsia masih dapat dicegah.

Biasanya terjadi akibat kurangnya Protein namun kelebihan Karbohidrat. Seperti kurang minum susu, kurang protein. Lebih banyak makan karbohidrat. Jadi berisiko terkena Prekeeklampsia.

Lalu, pada wanita hamil akan mengalami hemodinamik yaitu terjadi perubahan di sistem aliran darah, di antaranya terjadi kenaikan volume cairan darah sekitar 30%, jumlah sel darah merah naik antara 10-20%. Selain itu, ada juga perubahan-perubahan hormon. Hal tersebut bisa membuat cairan masuk ke dalam aliran darah, sehingga beban jantung bertambah.

Preeklampsia Pada Wanita Hamil Dapat Dicegah,- Menurut dokter, Preeklampsia pada seorang ibu dapat diprediksi lewat kenaikan berat badannya. Jika ibu mengalami kenaikan berat badan hingga 4 kg dalam 3 kunjungan (setiap empat minggu), maka dia memiliki 50-70% akan berakhir dengan Preeklampsia. Jika berat badannya terjadi kenaikan sekitar 2 kg per kunjungan itu bagus, namun jika sudah 3-4 kg dalam sebulan, harus diingatkan untuk memikirkan kualitas makanan. Jika naiknya berat badan berlebihan, maka asupan karbohidrat harus mulai dikurangi.

Gejala utama preeklampsia adalah kaki bengkak. Misalnya saat ibu hamil berjalan sedikit, lalu kakinya bengkak, namun sesudah tidur bengkak tersebut hilang.

Gejala preeklampsia lainnya juga terlihat dari adanya protein di dalam urin-nya. Itulah sebab mengapa ibu hamil perlu untuk kontrol ke dokter ditimbang berat badan, diukur tekanan darah, dan diperiksa air kencingnya. Hal terseburt untuk mendeteksi berisiko tidaknya mengalami Preeklampsia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *