Tips Mengatasi Payudara Sakit Pada Saat Menyusui

Bagi busui (ibu menyusui) keluhan seperti nyeri dan sakit di payudara memang kerap terjadi. Tercatat dalam studi para ahli jika hampir 50% ibu menyusui mengalami kondisi ini.

Tips Mengatasi Payudara Sakit Pada Saat Menyusui

Sakit yang muncul di payudara saat dalam masa menyusui terjadi karena beragam faktor penyebab. Maka dari itu, sudah pasti jika cara mengatasinya pun beragam, tergantung bagaimana penyebabnya.

Adapun keluhan payudara sakit saat menyusui biasanya terjadi akibat kondisi berikut.

1. Puting payudara lecet.

Penyebab umum dari payudara sakit yang dialami oleh ibu menyusui adalah bagian puting payudara yang lecet. Puting lecet ini bisa terjadi karena beragam hal, diantaranya :

  • Akibat perlekatan mulut bayi dengan payudara ibu yang salah. Biasanya kesalahannya adalah bayi mengisap puting payudara ibu, padahal seharusnya areola payudaralah yang dihisap.
  • Terjadi kelainan pada lidah atau bibir bayi, berupa tongue-tie atau lip-tie.
  • Terjadi kelainan bentuk payudara ibu, seperti puting payudara yang datar (flat nipples), atau putingnya terlalu panjang.

Tips dalam mengatasi puting payudara yang lecet yaitu :

  • Memperbaiki cara dan posisi dalam menyusui. Saat menyusui, wajah bayi sebaiknya dihadapkan ke payudara ibu. Keluarkan dahulu beberapa tetes air susu ibu (ASI) untuk membuat areola payudara melembap. Usap-usap bibir bayi dengan puting payudara untuk membuka mulutnya lebih lebar. Setelah mulut bayi terbuka, barulah areola payudara masuk ke dalam mulut bayi (areola diarahkan ke langit-langit atas mulut bayi).
  • Oleskan ASI ke puting payudara ibu setelah selesai menyusui. Jangan langsung mengenakan bra. Biarkan payudara terbuka dahulu selama 10–15 menit agar ASI mengering dan terserap dengan baik. ASI akan membantu mempercepat penyembuhan puting payudara yang lecet.
  • Selain ASI, dapat menggunakan krim lanolin untuk mempercepat penyembuhan puting payudara lecet.
  • Jika keluhan belum membaik dengan ketiga cara tersebut, bawalah bayi ke dokter. Perlu dilakukan pemeriksaan untuk melihat adanya tongue-tie atau lip-tie.

2. Payudara membengkak.

Payudara membengkak terjadi akibat terlalu banyaknya ASI yang menumpuk di payudara. Ini biasanya terjadi akibat produksi ASI lebih banyak daripada ASI yang dikeluarkan. Hal ini juga sering dialami pada minggu pertama setelah melahirkan. Selain itu, payudara bengkak juga bisa terjadi apabila waktu menyusui dan memompa ASI tidak teratur.

Cara paling utama dalam mengatasi payudara bengkak yaitu dengan mengosongkan payudara, yaitu dengan menyusui bayi secara langsung maupun dengan memompa ASI. Namun demikian, sering kali karena payudara terlalu bengkak, ASI tidak mudah dikeluarkan. Jika ini yang terjadi, yang perlu dilakukan yaitu :

  • Kompres payudara dengan air hangat dan air dingin secara bergantian selama 5–10 menit sebelum menyusui bayi atau memompa ASI.
  • Sebaiknya menyusui atau memompa payudara minimal setiap dua jam sekali.
  • Minum obat antinyeri, seperti parasetamol.
  • Jika payudara masih bengkak setelah melakukan ketiga langkah di atas, kompres payudara dengan es atau air dingin setiap jam. Setiap kali kompres, lakukan setidaknya selama 15 menit.

3. Mastitis, infeksi payudara.

Jika payudara bengkak tidak segera diatasi, lama-kelamaan akan memicu terjadi infeksi bakteri di payudara atau disebut Mastitis. Tanda dari infeksi payudara adalah payudara bisa dirasakan dengan payudara teraba keras, nyeri, terlihat kemerahan, dan membengkak.

Penanganan infeksi payudara harus segera diatasi dengan antibiotik. Jika infeksi ini tak kunjung diatasi, dapat terjadi abses payudara (tertumpuknya nanah) yang membutuhkan tindakan pembedahan untuk mengatasinya.

4. Lenting (blister) di puting payudara.

Lenting di puting payudara ibu menyusui pada umumnya terjadi karena sumbatan saluran ASI di payudara. Lenting menimbulkan nyeri seperti disayat saat sedang menyusui. Dalam kondisi ini, menyusui harus tetap dijalani, sebab jika dihentikan, akan menyebabkan payudara bengkak, berlanjut menjadi infeksi.

Tips mengatasi lenting di puting payudara, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut.

  • Kompres payudara, terutama bagian puting, dengan air hangat selama 10–15 menit sebelum menyusui. Susui bayi seperti biasa.
  • Agar mengurangi nyeri, oleskan krim lanolin sebelum dan sesudah menyusui.
  • Jangan memecahkan lenting.
  • Jika lenting pecah dengan sendirinya, kadang perlu diobati dengan krim antibiotik. Namun, penggunaan krim antibiotik baru dapat diberikan bila ada indikasi medis yang ditentukan oleh dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.